Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Sosiologi>Bentuk-bentuk Pengendalian Sosial

Bentuk-bentuk Pengendalian Sosial

oleh: Sejathi     Pengarang : Drs. Arief Herdiyanto C
ª
 

Bentuk-bentuk pengendalian sosial antara lain:
1. Desas-desus (Gosip)
Merupakan “kabar burung” atau “kabar angin” yang kebenarannya sulit
dipercaya. Namun dalam masyarakat pengendalian sosial ini sering terjadi.
Gosip sebagai bentuk pengendalian sosial yang diyakini masyarakat mampu
untuk membuat pelaku pelanggaran sadar akan perbuatannya dan kembali
pada perilaku yang sesuai dengan nilai dan norma dalam masyarakat. Gosip
kadang dipakai sebagai alat untuk mendongkrak popularitas seseorang,
misalnya artis, pejabat, dsb.16
2. Teguran
Merupakan peringatan yang ditujukan pada pelaku pelanggaran. Bisa dalam
wujud lisan maupun tulisan. Tujuan teguran adalah membuat si pelaku
sesegera mungkin menyadari kesalahannya. Misalnya, seorang guru menegur
muridnya yang sering ngobrol pada waktu belajar di kelas. Adakalanya juga
memberikan surat pemanggilan orang tuanya untuk ke sekolah.
3. Hukuman (Punishment)
Adalah sanksi negatif yang diberikan kepada pelaku pelanggaran tertulis
maupun tidak tertulis. Pada lembaga formal diberikan oleh Pengadilan, pada
lembaga non formal oleh Lembaga Adat.
4. Pendidikan
Pengendalian sosial yang telah melembaga baik di lingkungan keluarga
maupun lingkungan masyarakat. Pendidikan membimbing seseorang agar
menjadi manusia yang bertanggung jawab dan berguna bagi agama, nusa
dan bangsanya. Seseorang yang berhasil di dunia pendidikan akan merasa
kurang enak dan takut apabila melakukan perbuatan yang tidak pantas atau
menyimpang bahkan melanggar peraturan. Contoh: setelah Tono terpilih
menjadi pelajar teladan ia sangat menjaga perilakunya dengan baik, untuk
tidak melanggar tata tertib, bertutur kata baik, mengerjakan tugas dan
kewajibannya sebagai pelajar dengan penuh tanggung jawab.
5. Agama
Merupakan pedoman hidup untuk meraih kebahagiaan di dunia dan di akhirat.
Sebagai pemeluk agama seseorang harus menjalankan kewajiban dan
menjauhi larangan. Contoh: jika seseorang meyakini dan patuh pada
agamanya, maka dengan sendirinya perilakunya terkendali jauh dari perilaku
menyimpang atau melanggar peraturan. Misalnya, tidak akan memfitnah,
korupsi, berjudi, mencuri, dsb.
6. Kekerasan Fisik
Kekerasan fisik akan dijalankan sebagai alternatif terakhir dari pengendalian
sosial, apabila alternatif lain sudah tidak dapat dilakukan. Namun banyak
kejadian, perlakuan ini terjadi tanpa melakukan bentuk pengendalian sosial
lain terlebih dahulu.
Contoh:
– Pencuri dihajar massa dan tidak diserahkan pada polisi.
– Rumah dukun santet dibakar.
– Petugas keamanan menembak perusuh tanpa tembakan peringatan
terlebih dahulu
Diterbitkan di: 05 Februari, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    sebutkan contoh dari desas-desus ? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    contoh desas-desus/gosip Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    apa faktor-faktor penyebab dari pengendalian sosial? Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.