Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Agama dan ekonomi

oleh: baratavina     Pengarang : bryan Turner
ª
 
Agama dan ekonomi
Dalam memahami fungsi sosial agama dalam masyarakat manusia, para sosiolog agama pun memahami agama sebagai bentuk ikatan social yang mengikat ikatan antara individu antagonistic secara potensial atau sebagai bentuk candu social yang menekan konflik kepentingan kelompok social antagonistic. Dalam Kedua pembahasan tersebut, fungsi agama untuk memelihara ikatan social [Wilson, 1982]. Cara alternatif kaum fungsionalis agama mengemukakan bahwa agama merupakan institusi utama kontrol social dalam hubungan social. Salah satu keberatan utama dalam penjelasan kaum fungsionalis dalam sosiologi umumnya menggambarkan perhatian pada ketidakjelasan dan absennya nilai-nilai subtantif dalam fungsionalisme[Merton, 1957]. Untuk mendefinisikan sifat fungsi agama dalam kehidupan social, adalah penting untuk memberikan ketelitian yang lebih dan dasar historis dalam gagasan control social.
Satu tema dalam bab ini adalah bahwa agama secara historis penting dalam distribusi dan control kekayaan dalam masyarakat dan agama telah menunjukan fungsi ini dengan memberikan kepercayaan dan institusi yang relevan dalam kontrol hidup secara naluriah. Lebih jelasnya, agama yang mengajarkan seksualitas telah memudahkan kontrol terhadap anak melalui orang tua dan kontrol terhadap wanita [isteri] melalui pria [suami].. Hubungan antara agama dan syarat-syarat kekayaan faktanya tidak pernah tergambar seerat formulasi ini akan terlihat.
Akan tetapi, dalam argument sekarang, perhatian tertuju pada peran krusial moral agama Kristen yang mengajarkan kehidupan keluarga dan seksualitas dalam perkembangan hubungan dalam masyarakat eropa. Hubungan ini biasanya diperkenalkan melalui analisis pengaruh asketisisme hubungan produksi kapitalis khususnya melalui karya Max Weber. Saya akan mengemukakan bahwa sistem koneksi antara agama, tubuh dan ekonomi terlalu selektif dengan menunjukan bahwa agama secara historis merupakan fundamen untuk solusi dari empat persoalan dasar yakni: pembatasan, reproduksi, registrasi dan representasi. Dengan konsekuensi bab ini tertuju pada eksplorasi persoalan tatanan kaum Hobessian, yang saya intrepertasikan dengan pertanyaan: Bagaimana manusia dikendalikan?untuk memahami persoalan in, adalah instruktif [ bermanfaat] membandingkan perspektif friederich Engels dan Max weber mengenai institusionalisasi seksualitas manusia dengan sistem produksi ekonomi

%26nbsp%3b
'';" frameBorder=0>

Zoom

Words: 0 Characters: 0

Words: 0 Characters: 0

Lebih lanjut tentang: Terjemahkan dan Dapatkan Bayaran
Diterbitkan di: 28 Januari, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    apa peran agama dalam kehidupan ekonomi Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    `BAGAIMANA AGAMA DAN EKONOMI DI INDONESIA Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.