Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Sosiologi>Ibnu koldun sebagai bapak sosiologi islam

Ibnu koldun sebagai bapak sosiologi islam

oleh: koyor    
ª
 
IBNU KHALDUN. BAPAK SOSIOLOGI ISLAM
Post Body Copy

ibnu khaldun


Oleh: Zaldy Munir

Sebenarnya siapakah Bapak Sosiologi Ibnu Khaldun atau August Comte? Waktu pertama kali masuk kuliah Sosiologi, kita dikenalkan dengan sosok August Comte yang disebut-sebut sebagai Founding Fathernya Sosiologi lantaran pemikirannya waktu Abad pencerahan dengan mengemukakan Teori 3 Fase Masyarakat: Teologi, Metafisika dan Positivistik. Saat itu, sebenarnya dosen telah menyebutkan satu tokoh muslim sebagai orang yang mengenalkan Sosiologi jauh hari sebelum August Comte lahir dialah Ibnu Khaldun. Akan Tetapi, tokoh itu nggak dibahas secara detail dan lengkap. Jadilah pertanyaan hadir dalam diriku, siapa sebenarnya Ibnu Khladun? di buku-buku Sosiologi memang disinggung sedikit tentangnya. Akhirnya saya mencoba mencari-cari di beberapa sumber untuk meyakinkan saya bahwa Ibnu Khaldunlah Bapak Sosiologi. Dan ketemulah saya dengan artikel dengan judul “Ibnu Khaldun, Bapak Sosiologi Islam yang ditulis oleh Mas Zaldy Munir yang dapat dilihat langsung karya orisinal beliau di link: http://zaldym.wordpress.com/2008/10/2 3/ibnu-khaldun-bapak-sosiologi-islam/

Denganartikel yang memuat biografi Ibnu Khaldun ini kita dapat mengatakan bahwa orang yang pertama kali mengenalkan Sosiologi adalah Ibnu Khaldun maka pantaslah beliau yang disebut sebagai Bapaknya Sosiologi.Hanya saja waktu itu beliau tidak mengenalkan istilah Sosiologi meskipun secara teori dan ajarannya sangatlah sosiologis. Dan August Comte hanya penemu istilah Sosiologi dan bukanlah orang yang pertama melahirkan ilmu itu. Maka tepatkah kiranya kalau dia disebut anak Sosiologi.:) Baik, untuk selengkapnya silakan baca artikel Mas Zaldy Munir berikut yang mengupas secara lengkap perihal Ibnu Khaldun, Bapak Sosiologi. Selamat membaca,

IBNU Khaldun, nama lengkapnya adalah Abdu al-Rahman ibn Muhamad ibn Muhamad ibn Muhamad ibn al-Hasan ibn Jabir ibn Muhamad ibn Ibrahim ibn Khalid ibn Utsman ibn Hani ibn Khattab ibn Kuraib ibn Ma`dikarib ibn al-Harits ibn Wail ibn Hujar atau lebih dikenal dengan sebutan Abdur Rahman Abu Zayd Muhamad ibnu Khaldun. Abdurrahman Zaid Waliuddin bin Khaldun, lahir di Tunisia pada tanggal 1 Ramadhan 732 H, bertepatan dengan tanggal 27 Mei 1332 M.

Nama kecilnya adalah Abdurrahman, sedangkan Abu Zaid adalah nama panggilan keluarga, karena dihubungkan dengan anaknya yang sulung. Waliuddin adalah kehormatan dan kebesaran yang dianugerahkan oleh Raja Mesir sewaktu ia diangkat menjadi Ketua Pengadilan di Mesir.

Ibnu Khaldun menisbatkan nama dirinya kepada Khalid Ibn utsman karena Khalid adalah nenek moyangnya yang pertama kali memasuki Andalusia bersama para penakluk berkebangsaan Arab lainnya pada abad ke-8 masehi. Ibnu Khaldun adalah seorang yang memiliki prestasi yang gemilang, beliau sangat mahir dalam menyerap segala pelajaran yang diterimanya. Sejak masa kanak-kanak ia sudah terbiasa dengan filsafat, ilmu alam, seni dan kesusastraan yang dengan mudahnya ia padukan dengan bidang kenegaraan, perjalanan, dan pengalamannya.

Perjalanan Ibnu Khaldun dari Masa ke Masa

Ibnu Khaldun hidup pada masa antara 1332-1405 M ketika peradaban Islam dalam proses penurunan dan disintegrasi. Khalifah Abbasiyah diambang keruntuhan setelah penjarahan, pembakaran, dan penghancuran Baghdad dan wilayah disekitarnya oleh bangsa Mongol pada tahun 1258, sekitar tujuh puluh lima tahun sebelum kelahiran Ibnu Khaldun. Dinasi Mamluk (1250-1517), selama periode kristalisasi gagasan Ibnu Khaldun, hanya berkontribusi pada percepatan penurunan peradaban akibat korupsi dan inefisiensi yang mendera kekhalifahan, kecuali pada masa awal-awal periode pertama yang singkat dari sejarah kekhalifahan Mamluk. [Periode pertama Bahri/Turki Mamluk (1250-1382) yang banyak mendapat pujian dalam tarikh, periode kedua adalah Burji Mamluk (1382-1517), yang dikelilingi serangkaian krisis ekonomi yang parah.

Sebagai seorang muslim yang sadar, Ibnu Khaldun tekun mengamati bagaimana caranya membalik atau mereversi gelombang penurunan peradaban Islam. Sebagai ilmuwan sosial, Ibnu Khaldun sangat menyadari bahwa reversi tersebut tidak akan dapat tegambarkan tanpa menggambarkan pelajaran-pelajaran dari sejarah terlebih dahulu untuk menentukan faktor-faktor yang membawa sebuah peradaban besar melemah dan menurun drastis.

Adapun asal-usul Ibnu Khaldun menurut Ibnu Hazm ulama Andalusia yang wafat tahun 457 H/1065 M, disebutkan bahwa: Keluarga Ibnu Khaldun berasal dari Hadramaut di Yaman, dan kalau ditelusuri silsilahnya sampai kepada sahabat Rasulullah yang terkenal meriwayatkan kurang lebih 70 hadits dari Rasulullah, yaitu Wail bin Hujr. Nenek moyang Ibnu Khaldun adalah Khalid bin Usman, masuk Andalusia (Spanyol) bersama-sama para penakluk berkebangsaan Arab sekitar abad ke VII M., karena tertarik oleh kemenangan-kemenangan yang dicapai oleh tentara Islam. Ia menetap di Carmona, suatu kota kecil yang terletak di tengah-tengah antara tiga kota yaitu Cordova, Granada dan Seville, yang di kemudian hari kota ini menjadi pusat kebudayaan Islam di Andalusia.

Pada abad ke VII M, anak cucu Khaldun pindah ke Sevilla yang pada masa pemerintahan Amir Abdullah Ibnu Muhammad dari Bani Umayyah (274-300 H.) Andalusia dalam suasana perpecahan dan perebutan kekuasaan dan yang paling parah adalah Sevilla. Dalam suasana seperti itu anak cucu Khaldun yang bernama Kuraib mengadakan pemberontakan bersama Umayyah Ibnu Abdul Ghofir, dia berhasil merebut kekuasaan dan mendirikan pemerintahan (sebagai Amir) di Sevilla. Akan tetapi, karena kekejaman dan kekerasannya dia tidak disenangi rakyat dan akhirnya meninggal terbunuh pada tahun 899 H

Diterbitkan di: 22 Januari, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.