Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Perspektif Sosiologi

oleh: JoanKeatt     Pengarang : Xulpheecar
ª
 
Dalam mengkaji suatu masyarakat, sosiologi mengunakan sejumlah asumsi yang disebut sebagai perspektif, pendekatan, atau kadang disebut paradigma. Ketiga-tiganya merupakan cara sosiologi dalam mempelajari masyakat. Memang, di antara perspektif tersebut berbeda, bahkan kadang saling bertolak belakang antara satu dengan yang lain. Namun, sekali lagi perspektif ini hanya merupakan cara pendekatan untuk mengkaji masyarakat. Beberapa literatur perspektif ini tak jarang disebut sebagai teori, misalnya teori konflik, teori fungsionalisme, teori interaksionalisme, dan lain sebagainya dengan masing-masing tokoh pendukungnya.

Beberapa perspektif dalam sosiologi, antara lain Perspektif Evolusi, Perspektif Interaksionis, Perspektif Fungsional, Perspektif Tatanan, dan Perspektif Konflik.

Perspektif Evolusi
Perpektif evolusi merupakan pandangan teoritis yang paling awal dalam sosiologi. Pandangan seperti ini didasarkan pada karya Auguste Comte, Herbert Spencer, dan Ibnu Khaldun. Para tokoh ini melihat pada pola perubahan dalam masyarakat. Mereka mengkaji masyarakat dengan menitikberatkan pada evolusinya.

Perspektif Interaksionis
Pandangan ini mengkaji masyarakat dari interaksi simbolik yang terjadi di antara individu dan kelompok masyarakat. Tokoh yang menganut pandangan interaksionis misalnya G.H Mead dan C. H Cooley. Mereka berpendapat bahwa interaksi manusia berlangsung melalui serangkaian simbol yang mencakup gerakan, tulisan, ucapan, gerakan tubuh, dan lain sebagainya. Pandangan ini lebih mengarah pada studi individual atau kelompok kecil dalam suatu masyarakat, bukan pada kelompok-kelompok besar atau institusi sosial.

Perspektif Fungsional
Dalam perspektif ini, masyarakat dianggap sebagai sebuah jaringan teroganisir yang masing-masing mempunyai fungsi. Institusi sosial dalam masyarkaat mempunyai fungsi dan peran masing-masing yang saling mendukung. Masyarakat dianggap sebagai sebuah sistem stabil yang cenderung mengarah pada keseimbangan dan mejaga keharmonisan sistem. Pandangan ini banyak dianut intelektual Orde Baru dalam mendukung kekuasaan pemerintah.

Perspektif Tatanan (Order Perspective)
Pandangan ini mempunyai kecenderungan untuk melihat masyarakat dari titik tatanan dan stabilitasnya. Beberapa tokoh yang menggunakan pendekatan ini, misalnya Emile Durkheim, Max Weber, dan Auguste Comte.

Perspektif Konflik
Pendekatan ini terutama didasarkan pada pemikiran Karl Marx. Teori konflik melihat masyarakat berada dalam konflik yang terus-menerus di atara kelompok atau kelas. Dalam pandangan teori konflik masyarakat diakuasai oleh sebagian kelompok atau orang yang mempunyai kekuasaan dominan. Selain Marx dan Hegel tokoh lain dalam pendekatan konflik adalah Lews Coser.
Diterbitkan di: 20 Nopember, 2010   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    tolong sertakan contohnya.. Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    SISIOLOGI DALAM PANDANGAN AUGUSTE COMTE APA ? MOHON DIJAWAB YAA Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    ada hasil pengamatan terhadap perilaku kehidupan masyarakat yang dengan metode perspektif sosiologis gak? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    sebutkan tiga perspektif yang sangat dominan di sosiologi Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    apa perspektif konflik yang menjadi cikal bakal paradigma kritis Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    bagaimana cara strategi menawar dan negosiasi dalam pasar tinjauan perspektif ekonomi Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.