Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Sosiologi>Pengertian Miskin dari Berbagai Sumber

Pengertian Miskin dari Berbagai Sumber

oleh: Dean_Winchester     Pengarang : Indrayanto
ª
 
Berikut beberapa pengertian miskin menurut berbagai sumber diantaranya :

1. Biro Pusat Statistik (BPS): tingkat kemiskinan didasarkan pada jumlah rupiah konsumsi berupa makanan yaitu kurang dari 2100 kalori per orang per hari (dari 52 jenis komoditi yang dianggap mewakili pola konsumsi penduduk yang berada di lapisan bawah), dan konsumsi non makanan (dari 45 jenis komoditi makanan sesuai kesepakatan nasional dan tidak dibedakan antara wilayah pedesaan dan perkotaan). Patokan kecukupan 2100 kalori ini berlaku untuk susunan umur, jenis kelamin, dan perkiraan tingkat kegiatan fisik, berat badan, serta perkiraan status fisiologis penduduk. 

2. Sayogyo: tingkat kemiskinan didasarkan jumlah rupiah pengeluaran rumah tangga yang disetarakan dengan jumlah kilogram konsumsi beras per orang per tahun dan dibagi wilayah pedesaan dan perkotaan. Menurutnya untuk daerah pedesaan dengan katagori :

a) Miskin: bila pengeluaran keluarga lebih kecil daripada 320 kg nilai tukar beras per orang per tahun.

b) Miskin sekali: bila pengeluaran keluarga lebih kecil daripada 240 kg nilai tukar beras per orang per tahun.

c) Paling miskin: bila pengeluaran keluarga lebih kecil daripada 180 kg nilai tukar beras per orang per tahun.

Daerah perkotaan:

a) Miskin: bila pengeluaran keluarga lebih kecil daripada 480 kg nilai tukar beras per orang per tahun.

b) Miskin sekali: bila pengeluaran keluarga lebih kecil daripada 380 kg nilai tukar beras per orang per tahun.

c) Paling miskin: bila pengeluaran keluarga lebih kecil daripada 270 kg nilai tukar beras per orang per tahun.

3. Bank Dunia: Bank Dunia mengukur garis kemiskinan berdasarkan pada pendapatan seseorang kurang dari US$1 per hari.

4. Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN): mengukur kemiskinan berdasarkan kriteria Keluarga Pra Sejahtera (Pra KS) dan Keluarga Sejahterara I (KS 1). Kriteria Keluarga Pra KS yaitu keluarga yang tidak mempunyai kemampuan untuk menjalankan perintah agama dengan baik, minimum makan dua kali sehari, membeli lebih dari satu stel pakaian per orang per tahun, lantai rumah bersemen lebih dari 80%, dan berobat ke Puskesmas bila sakit. Kriteria Keluarga Sejahtera 1 (KS 1) yaitu keluarga yang tidak berkemampuan untuk melaksanakan perintah agama dengan baik, minimal satu kali per minggu makan daging/telor/ikan, membeli pakaian satu stel per tahun, rata-rata luas lantai rumah 8 m2 per anggota keluarga, tidak ada anggota keluarga umur 10 sampai 60 tahun yang buta huruf, semua anak berumur antara 5 sampai 15 tahun bersekolah, satu dari anggota keluarga mempunyai penghasilan rutin atau tetap, dan tidak ada yang sakit selama tiga bulan.

5. Miskin menurut Ulama Islam. Dalam Al Qur’an dan Sunnah juga nampak tidak diketemukan pengertian tentang miskin dan fakir. Karena itulah, sebagian ulama, terutama kalangan fuqaha, memberikan definisi yang berbeda tentang pengertian miskin dan fakir. Imam al-Qurthubi mencatat sembilan pendapat yang berbeda tentang pengertian kedua istilah tersebut. Salah satu di antaranya adalah miskin berarti orang yang memiliki penghasilan tetapi tidak dapat mencukupi kebutuhan keluarganya, sedangkan fakir adalah orang yang sama sekali tidak memiliki penghasilan. Sebagian ulama berpendapat bahwa fakir adalah orang yang berpenghasilan kurang dari setengah kebutuhan pokoknya, sedang miskin adalah yang berpenghasilan di atas itu, namun tidak cukup untuk menutupi kebutuhan pokoknya. Ada juga yang mendefinisikan sebaliknya, sehingga menurut mereka keadaan si fakir relatif lebih baik dari si miskin. Meskipun ditemukan beragam pendapat mengenai pengertian miskin dan fakir, satu hal yang jelas adalah baik fakir maupun miskin adalah kelompok orang yang tidak memiliki kemampuan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya secara layak.

Diterbitkan di: 27 Agustus, 2010   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    Miskin ada karena dibandingkan dengan yang tidak miskin. Apabila keduanya duduk bersanding, akankan kemudian muncul kemiskinan diantara kedua-duanya? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    kenapa pemerintah tidak turun tangan dalam menaggulangi kemiskinan Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    apa pertanyaan dari berbagai sumber Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
  1. 1. BlueGlue

    definisi miskin

    menurut saya orang yang tergolong miskin adalah orang yang tidak mampu memenuhi kebutuhan primer (sandang, pangan, papan).

    0 Nilai 09 Maret 2011
X

.