.
Merencanakan dan memilih profesi
METODE ATAU CARA MERENCANAKAN DAN MEMILIH BAKAT PROFESI KERJA YANG KITA INGINKAN DAN DICITA-CITAKAN
Salah satu
tujuan hidup manusia adalah bisa bekerja dan mendapatkan uang dari pekerjaan itu untuk membiayai kelangsungan hidupnya dan keluarganya. Tetapi dalam bekerja itu berprofesi apa kita ?, apakah kita sebagai guru, tentara, dokter, pegawai pemerintah dan lain-lain ?. Dari contoh profesi tersebut , pernahkah anda merencanakanya ?, atau mencita-citakanya ?, mungkin hanya sebagian orang saja yang telah berprofesi sesuai dengan rencana. Padahal, berprofesi apa kita nantinya, hampir semua orang tidak mengetahuinya. Ada sebuah ungkapan dimana kalau kita tamat pendidikan / sekolah / kuliah itu adalah tercapai cita-cita. Sedangkan kita dapat pekerjaan adalah suatu nasib, dalam arti yang penting dapat kerja, persoalan berprofesi apa kita pasrah / diterima saja. Sehingga banyak terjadi pada sebagian orang yang telah bekerja, dimana profesi yang diperoleh tidak sesuai dengan yang dicita-citakanya. Misalnya dulu ingin jadi tentara tetapi malah jadi dokter, dulu ingin jadi guru tetapi malah jadi polisi, begitu juga sebaliknya dan lain-lain. Tentunya sebagian ada yang merasa sedikit kecewa atau kurang puas dengan profesi yang diperolehnya, tetapi ada juga sebagian yang bisa menerima profesi yang diperolehnya dan berusaha untuk menyesuaikan diri dengan profesinya tersebut walaupun tidak sesuai dengan basik atau dasar skill yang dimilikinya serta latar belakang pendidikanya. Dan hanya sedikit pula orang yang benar-benar memperoleh profesi kerja yang telah direncanakan dan dicita-citakanya, sehingga terdapat kepuasan dalam menjalani profesi tersebut. Dan ada pula yang menganggap ini hanya kebetulan. Lantas kenapa tidak kita rencanakan saja sebelumnya profesi kita itu ?, biar setelah tamat pendidikan nanti kita tidak bingung dalam memasuki dunia kerja, dan kita bisa lebih memahami profesi kita dan menyenanginya tanpa penyesalan.
Ada suatu metode atau cara untuk merencanakan profesi apa yang cocok untuk kita yaitu berdasarkan motive kehidupan sosial kita sebagai manusia. Metode ini sebaiknya dilakukan sebelum kita tamat pendidikan atau bersamaan dengan pendidikan tersebut. Juga metode ini diambil berdasarkan 3 motive sosial yang ada dalam diri kita sendiri. Motive adalah kehendak / keinginan / dorongan / hasrat yang ada dalam diri manusia. Menurut David C Mc Cleclland, menurutnya , bahwa manusia memiliki 3 motive sosial yang dominant, dimana kombinasi dari ketiga motive tersebut menjadikan manusia memiliki sifat bakat yang berbeda-beda. Ketiga motive tersebut diantaranya adalah :
1. Motive Berprestasi atau Achievement motive. Motive ini adalah keinginan suatu manusia untuk menghasilkan prestasi yang tinggi dalam hidupnya, motive ini biasanya disertai dengan pencarian manusia itu sendiri yang berhubungan dengan prestasi, misal : pendidikan, latihan dan lain-lain. Motive ini juga relevant dengan keahlian / skill, kepintaran, kecerdasan, jiwa kreatif dan inovatif, keinginan untuk menjadi nomor 1, tanggung jawab, sifat realistis anda, dan lain-lain. Seberapa besarkah anda memiliki motive ini ?, Dalam hal ini besar motive diri kita, kita bagi dalam 3 tingkatan / level, yaitu level rendah, level sedang dan level tinggi.
2. Motive Bersahabat atau Affiliation motive. Motive ini adalah keinginan suatu manusia untuk berinteraksi dan berhubungan dengan orang lain atau singkatnya memiliki sahabat dalam hidupnya. Motive ini di sertai dengan tata cara dan perilaku orang tersebut dalam berinteraksi. Motive ini relevansinya banyak sekali, misalnya : seberapa banyak anda memiliki teman, berbicara dengan orang lain, memiliki teman baru, dan lain-lain ?, seberapa harmonis hubungan anda dengan teman dekat, keluarga, tetangga, kolega, dan lain-lain ?, apakah anda seorang penyendiri, atau lebih suka berkelompok ?, seberapa sering anda mengunjungi teman anda ?, dan lain-lain. Motive bersahabat ini juga kita bagi dalam 3 tingkatan / level, yaitu level rendah, level sedang dan level tinggi..
3. Motive berkuasa atau power motive. Motive ini adalah keinginan suatu manusia untuk menguasai dan mengendalikan orang lain. Atau ingin selalu diatas yang lainya, selalu menang adalah gaya hidupnya. Motive ini juga memiliki relevansi banyak sekali, diantaranya : tingkat keberanian seseorang, nyali, keinginan untuk selalu tampil di depan umum, memegang kendali, mempengaruhi orang, melucu, jiwa penantang, pemrotes, semangat / fighting spirit, ambisi dan lain-lain. Motive berkuasa ini juga kita bagi dalam tiga tingkatan / level, yaitu level rendah, level sedang dan level tinggi.
Dari ketiga motive tersebut tentunya kita pasti memiliki level yang berbeda-beda. Misal ada orang yang level achievement motivenya tingi, level affiliation motivenya rendah dan level power motivenya tinggi. Mungkin kombinasi ketiga level motivenya yang berbeda atau rata-rata, atau semua ketiga level motivenya sedang, tinggi dan seterusnya. Bagaimana cara menentukan rencana profesi kita ?. Tentunya disini kita harus bisa menilai diri kita sendiri mana yang kita miliki dan yang kita rasakan dari ketiga motive diatas, bagaimana kombinasinya ketiga motive tersebut. Kemudian kita harus mengetahui juga sifat-sifat yang diperlukan dari profesi-profesi yang ada, Misal Profesi Tentara, sifat profesi ini diantaranya : diperlukan Achievement motive yang tinggi, Power motive yang tinggi, tetapi Affiliation motive yang rendah, karena Biasanya tentara harus pintar berstrategi, semangat tempur untuk menghadapi musuh dalam arti tentara tidak perlu untuk bersahabat. Relevant juga dengan profesi Atlit, Politisi, dan lain-lain. Kemudian Profesi Perawat kesehatan, sifat profesi ini diantaranya : diperlukan Achievement motive yang sedang, power motive yang rendah dan Affiliation motive yang tinggi, karena biasanya perawat diutamakan untuk sifat kemanusiaan yang tinggi, dan tidak perlu suatu skill yang tinggi, Relevant juga dengan profesi pekerja sosial , tim sar dan lain-lain. Demikian cara merencanakan dan menentukan profesi untuk kita, mudah-mudahan anda nantinya tidak salah dalam memilih profesi, maka rencanakanlah profesi anda sedini mungkin. Trims.
Diterbitkan di:
Nopember 06, 2009
Lainnya tentang Sosiologi