Kebudayaan Indonesia di klaim sebagai milik Malaysia. Hal ini sungguh ironis, mengingat Malaysia sebenarnya merupakan
negara besar. Akhirnya, seruan-seruan "Ganyang Malaysia" pun banyak dikumandangkan oleh masyarakat Indonesia.
Sekarang, yang menjadi pertanyaan adalah apakah sebenarnya masyarakat Indonesia yang terus mengumandangkan seruan tersebut sudah benar mengerti tentang kebudayaan Indonesia, dan sudah cinta pada kebudayaan Indonesia?
Masyarakat sepertinya cenderung terprovokasi oleh hasutan-hasutan dari belakang. Memang, kejadian ini harus kita kutuk dan supaya tidak terjadi lagi, tapi juga, masyarakat harus juga menyadari apa yang sebenarnya mereka lakukan. Sudahkah mereka berapa pada posisi dimana mereka harus menyerukan teriakan tersebut? Jika tidak, maka kita juga harus instrospeksi diri.