• Daftarkan diri
  • ‎Apakah Shvoong itu?‎
  • Masuk
    Masuk
    Ingat user ID ini. Lupa password anda?

Buat rangkuman pengetahuan manusia di Shvoong.

.

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Sosiologi>Apakah Cinta Saja Cukup Untuk Mempertahankan Pernikahan?

.

Apakah Cinta Saja Cukup Untuk Mempertahankan Pernikahan?

oleh : JongarHian    

Pengarang : Amelia Ayu Kinanti
empertahankan pernikahan bukanlah hal yang gampang, banyak trik dan kiat-kiat jitu uantuk mempertahankan pernikahan tersebut,
dan lebih penting  bahwa manusia tidak bisa hidup dari kekuatannya sendiri, melainkan menggantungkan hidup dan pernikahannya tersebut ke Maha Pencipta, karena Dialah maka pernikahan bisa langgeng dan bertahan.
 Sebuah penelitian dilakukan di Universitas Nasional Australia. Sebanyak 2.500 pasutri diteliti. Mereka diklasifikasi menjadi pasangan yang masih bersama, berpisah (rumah) dan bercerai.
Memang kata orang, bahwa menikah itu enak dan semuanya indah, kata-kata tersebut bisa kita dengarkan dalam seri drama, orang lagi berpacaran, dan setelah menikah, apakah hal ini terulang terus menerus tanpa ada hambatan? Tentu tidak!  Jika kita berpikir cinta bisa mengalahkan segalanya, sebaiknya simak hasil penelitian berikut.
Perbedaan Umur
 Perbedaan umur yang jauh antara suami dan istri ternyata mempengaruhi hubungan pernikahan. Laki-laki yang lebih tua 9 tahun atau lebih dari sang istri memiliki risiko cerai dua kali lebih besar.
Anak Diluar Nikah
 Anak juga memiliki pengaruh besar dalam suatu hubungan pernikahan. Pasangan yang memiliki anak di luar nikah, sebelum meresmikan hubungannya biasanya juga memiliki risiko perceraian yang lebih besar.
Latar Belakang Keluarga
Hal ini juga memiliki andil dalam sebuah pernikahan. Angka perpisahan pasangan yang orang tuanya bercerai lebih banyak 6 persen ketimbang yang tidak.
Jadi ternyata sebuah pernikahan tak hanya harus didasari dengan cinta saja. Namun banyak juga yang harus kita perjuangkan demi menjaga keutuhannya.
Ada bebrapa saran yang bisa kita terapkan dalam mempertahankan pernikahan yaitu :
1. Ingat lima tahun pertama perkawinan adalah periode adaptasi, biasanya kalau kita bisa melewatinya dengan ikhlas dan memetik pelajaran dari proses adaptasi tersebut maka tahun tahun berikutnya akan lebih mudah.
2. Bangun iklim komunikasi yang baik dengan pasangan kita
3. Jadikan anak sebagai motivasi untuk mempertahankan perkawinan
4. Walaupun suami adalah kepala rumah tangga, istri juga punya peran yang tidak kalah pentingnya yaitu tiang rumah tangga, jadi anda harus lebih mampu membangun suasana kondusif dalam rumah tangga kita.
5. Kita juga harus menghargai eksistensi diri sendiri sehingga jangan pernah membiarkan pasangan hidup kita mendominasi kehidupan kita secara semena mena karena ketimpangan ini akan menimbulkan kekerasan dalam rumah tangga baik fisik maupun psikis.
6. Santai saja mengayuh perahu kehidupan, ingat kita tidak sendiri menjalani kehidupan, di luar sana malah ada yang lebih parah jadi kita harus tetap bisa bersyukur.
7. Berhenti memikirkan diri sendiri dan mulailah memikirkan orang lain sehingga anda tidak sempat mengeluhkan ketidak bahagiaan anda.
8. Biasanya orang yang gagal mempertahankan perkawinannya yang pertama, dia juga cenderung mudah memutuskan bercerai pada perkawinan berikutnya dan siapa bisa jamin pasangan hidup kedua atau ketiga lebih baik dari yang pertama
9. Perkawinan seperti tanaman yang membutuhkan pupuk, penggantian tanah, pemangkasan tangkai dan daun yang kering, disiram dan lain sebagainya.
Apabila kira benar-benar sudah mengetahui hal ini, maka kehidupan rumah tangga kita tidak lagi ada percekcokan dan perceraian. Mudah-mudahan pembaca bisa memahami tulisan saya ini, jika sudah mendapat berkah, tolong informasikan artikel ini ke teman, saudara maupun lingkungan kita sendiri untuk menjaga kehidupan yang aman, damai, tenteram, dan harmonis. Demikian
Diterbitkan di: Agustus 29, 2009
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5

Bookmark & share this post

.