• Daftarkan diri
  • ‎Apakah Shvoong itu?‎
  • Masuk
    Masuk
    Ingat user ID ini. Lupa password anda?

Buat rangkuman pengetahuan manusia di Shvoong.

.

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Sosiologi>Festival di Shizuoka/ Shizuoka Matsuri

.

Festival di Shizuoka/ Shizuoka Matsuri

oleh : saripoelman     

Pengarang : saripoelman
Menjelang musim semi, pohon sakura mulai berbunga......untuk menyambutnya berbagai macam acara diadakan.
Nah salah satunya
perayaan di Sampu Park....di pusat kota Shizuoka, sekarang kita sama-sama ke sana..
Sesampai di stasiun Shizuoka, mampir dulu membeli onigiri, makanan khas Jepang yang sekilas mirip dengan lemper yang dibalut rumput laut. Bentuk dan isinya bermacam-macam, mulai dari daging, ikan, buah ame yang asaaaammm, abon ikan,dll. harga perbuahnya kurang lebih 125yen (Rp.13.000).
Dari stasiun Shizuoka menuju Sampu Park melewati jalur bawah tanah....berbagai macam pertokoan dan restoran berjajar di sini, semua pejalan kaki berjalan bergegas....tidak terlihat yang bersantai-santai, padahal hari ini hari libur. Jalur bawah tanah bercabang-cabang ke berbagai tempat tujuan....jangan sampai lengah kalau tidak ingin tersasar hingga terbawa jauh dari tempat tujuan.
Disalah satu sudut jalan...berdiri seorang bisku dengan pakaian khasnya, lengkap dengan topi cap dan tongkat nya...menengadahkan sebuah mangkok kecil...layaknya seorang pengemis jalanan. Kalau dilihat dari pakaiannya yang bersih dan rapi...rasanya tidak cocok dengan pekerjaannya. Setelah mencari tau...ternyata seorang biksu memang ditugaskan mengemis sebagai ujian dari kuil sebelum naik ke tingkatan berikutnya...jadi bukan bertujuan untuk mendapatkan uang...
Diperlukan waktu 15 menit berjalan dari stasiun ke Sampu Park....tempat diadakannya acara festival, lumayan jauh...tapi tidak terasa karena melewati jalur pertokoan dan restoran yang membuat mata tidak henti-hentinya berbelanja.....hahaha.
Di pintu masuk gerbang, sebuah stand berwarna hijau ramai dikerubungi para pengunjung...ingin tau lebih jauh, coba ikut meninjau.....ternyata ini adalah stand sukarelawan kebersihan lingkungan festival. Setiap sukarelawan diberikan sebuah kantong plastik hijau, sepasang sarung tangan dan sebuah capit untuk memungut sampah. Ini patut dicontoh untuk EO di tanah air nanti.
Sesampai di dalam arena festival....berjejer tenda-tenda makanan khas Jepang, mulai dari okonomiyaki (martabak isi kol dan daging yang disiram saos kecap manis), takoyaki (kue cubit berbentuk bulat berisi gurita yang dibumbui dengan saus), ikan bakar, ubi bakar, kebab dan masih banyak lagi...yang membuat perut keroncongan walau belum tiba waktunya makan.
Dibagian tengah arena festival.....pengunjung menggelar tikar plastik dibawah pohon-pohon sakura yang bermekaran, hampir tidak ada tempat yang tersisa......Diberbagai sudut, ditempatkan panggung yang menampilkan segala macam jenis kesenian khas negara Jepang, yang tampil dari segala usia...mulai dari anak balita sampai usia senja.
Di suatu area terlihat sebuah bis berwarna biru yang disesaki oleh pengunjung festival, apa ada hiburan khusus didalamnya ?...... Ternyata, ini adalah bis khusus untuk perokok.....jadi di arena festival yang seluas ini, merokok harus di dalam bis ini. Ternyata repot juga ya menjadi perokok ....
Pada bagian puncak acara ditampilkan demonstrasi menembak oleh warga Jepang yang menggunakan pakaian tradisional dan senapan tempo doeloe, suaranya memekakkan dan asapnya luar biasa banyaknya...
Sesaat sebelum keluar gerbang festival, mampir sejenak meninjau sebuah kastil replika dari bangunan masa lampau. Beli karcis di mesin karcis....dengan tarif 200yen (Rp.25.000), pengunjung bisa melihat catatan sejarah Sampu Park di masa lampau, berikut barang-barang peninggalannya, al : baju, tembikar, senjata, perlengkapan rumah tangga dll sebagainya..... yang tidak kalah menarikanya adalah....informasi mengenai teknik konstruksi bangunan di masa lampau, dilengkapi dengan maket, gambar kerja dan contoh ruangannya .... kalau memang seperti ini perhatian pemerintah terhadap budaya dan tradisinya ... maka tidak heran Jepang bisa "go internasional".
Di pintu keluar festival....stand cinta lingkungan masih tetap ramai dikunjungi, kali ini pengunjung festival mengembalikan kantong plastik hijau yang sudah berisi sampah....pantas didalam area festival...bersih dan tidak terlihat sampah berserakan...pegawai kebersihannya..ternyata pengunjungnya sendiri.....hebat...ini betul-betul harus dicontoh.
Dalam perjalanan pulang mampir dahulu ke sebuah fast food....untuk mengisi tenaga, antriannya lumayan panjang...Selesai makan, jangan lupa untuk membuang sampah sisa makanan ke dalam tempat sampah, karena tidak ada pelayan kebersihan, dan letakkan baki ditempat yang disediakan, 100% self service ya.
Kebetulan di samping fast food ada toko hanko/ inkan/ stempel.....singgah dulu sebentar, untuk beli stempel siap pakai. Guna hanko/ inkan kurang lebih sama dengan tanda tangan, namun hanko biasanya digunakan untuk keperluan yang bersifat umum, sedangkan inkan untuk hal yang lebih penting.
Hampir semua warga mempunyai hanko, yang biasanya menggunakan nama keluarga yang sudah diterjemahkan ke dalam huruf kanji.
Stempel yang dijual siap pakai umumnya termasuk jenis hanko, karena inkan memerlukan ijin resmi dari kantor pemerintahan sebelum dipergunakan, karena harus memehui persyaratan yang ditentukan.....  
Diterbitkan di: Mei 27, 2009

Komentar

Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5

Bookmark & share this post

.