• Daftarkan diri
  • ‎Apakah Shvoong itu?‎
  • Masuk
    Masuk
    Ingat user ID ini. Lupa password anda?

Buat rangkuman pengetahuan manusia di Shvoong.

.

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Sosiologi>Louis Van Gaal dan Gaya baru dari Total Fooball

.

Louis Van Gaal dan Gaya baru dari Total Fooball

oleh : clenoro     

Pengarang : Lembar
Gaya sepak bola total football terlahir kembali dengan wajah baru. Dengan gaya itu, pelatih Louis Van Gaal mampu membawa
AZ Alkmaar berada pada peringkat teratas Eredivisie. Pelatih berusia 57 itu telah menggabungkan total football dengan sepak bola modern dan pragmatis.
Totall Football, yang dikembangkan pada 1960-an dan 1970-an di Belanda, memang terlalu sulit diterapkan penuh untuk tim sepak bola mutakhir. Gaya bermain yang memungkinkan tiap pemain menempati posisi manapun dan menuntut tempo cepat serta membutuhkan stamina yang tinggi dan juga pemain yang tangkas
Salah satu prinsip total football adalah, saat lawan menguasai bola, pemain berusaha membuat jebakan offside seluas mungkin sehingga lapangan menjadi sempit. Lawan menjadi sulit bergerak dan bola sulit dialirkan. Sebaliknya, saat mengendalikan bola, lapangan dibuat seluas mungkin agar gampang bergerak dan bola mudah sampai ke depan.
Akibatnya, total football membutuhkan pemain berstamina luar biasa untuk membuat area kosong lapangan menyempit dan melebar dengan cepat. Bahkan tim Ajax pada 1970-an, yang memainkan total football secara sempurna, mendapat masalah dengan stamina. Dokter tim selalu memberi obat penahan sakit, amfetamin, atau pelemas otot.
Ajax pada pertengahan 1990-an, yang memainkan total football di bawah asuhan Van Gaal, mengandalkan para pemain muda yang memiliki stamina yang bugar. Para pemain Ajax di bawah Van Gaal itu sebagian besar berusia 18-22 tahun dan mereka berhasil meraih trofi Liga Champions.
Persoalan lain adalah keterampilan pemain. Sekarang jarang ada pemain serba bisa. Padahal total football membutuhkan pemain yang serba bisa karena saling bertukar posisi. Saat ini para pemain merasa lebih baik menguasai satu posisi tapi dengan bagus daripada menguasai banyak posisi tapi biasa-biasa saja.
Selain itu, insting pertukaran posisi membutuhkan latihan lama-mungkin sampai 10 tahun. Ajax pada 1970-an dan 1990-an mengandalkan para pemain muda didikan sendiri. Mereka sudah belajar total football sejak kecil. Sekarang para pemain cepat berganti dan mereka tidak akan sempat dilatih bertukar posisi secara insting.
AZ tidak memiliki pemain yang dibutuhkan untuk total football ini sehingga Van Gaal memodifikasinya. Sekilas modifikasi ini seperti menentang gaya total football. Tapi, setelah diamati, jelas bahwa mereka memainkan total football.
Van Gaal meminta para pemain AZ menunggu lawan menyerang. Begitu diserang dan lawan menyebar, AZ melakukan pukulan balik dengan sangat cepat.
Penyerang mereka, pemain Belanda keturunan, Myakni Mounir el Hamdaoui, bisa bergerak sangat cepat. Sedangkan penyerang asal Belgia, Moussa Dembele, sangat pintar membawa bola.
Sistem yang dikembangkan Van Gaal lebih memberi peran bagi individu-individu. Ia tidak terlalu memaksakan pola. Setidaknya, selama semusim ini, Van Gaal sudah menggunakan empat pola berbeda.
AZ biasa menekan lawan. Tapi tekanan biasanya diberikan ke separuh lapangan sendiri, bukan di lapangan lawan. Begitu bola dikuasai kembali, mereka akan mengirim bola menyamping dengan hanya melibatkan paling banyak tiga pemain. Dari sana, bola dikirim ke depan dan penyerang sudah mengejar umpan ini. Jadi serangan mereka sangat ringkas dan cepat. Seperti meledak. Taktik ini sangat tergambar dari gol-gol yang tercetak saat mereka menaklukkan Sparta Rotterdam 6 – 0.
Berikut dibawah ini adalah foto-foto Tokoh-tokoh sukses Total football saat ini beserta stadion tim-tim mereka. 
Diterbitkan di: Mei 22, 2009

Komentar

Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5

Bookmark & share this post

.