• Daftarkan diri
  • ‎Apakah Shvoong itu?‎
  • Masuk
    Masuk
    Ingat user ID ini. Lupa password anda?

Buat rangkuman pengetahuan manusia di Shvoong.

.

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Sosiologi>http://www.suaramerdeka.com/harian/0510/09/nas11.htm

.

http://www.suaramerdeka.com/ harian/0510/09/nas11.htm

oleh : AdiSurya    



Mendekonstruksi Kekerasan Terlembaga


Kekerasan dalam bentuk
apapun adalah sebuah ekspresi kejahatan.Bentuk-bentuk ekspresi kekerasan yang
terjadi seperti pada lingkup keluarga,institusi sampai anarkisme massa
membuktikan masyarakat kita sedang mengalami sakit. Fenomena ini kemudian
menjadi penting karena ditengarai ada hal-hal yang sifatnya struktural yang
memproduksi kekerasan atau yang disebut kekerasan terlembaga.Tentunya,jika
dibiarkan, kekerasan akan berubah bentuk dari sebuah bentuk penyimpangan menjadi
tindakan yang diafirmasi karena dipraktikkan terus menerus.Dalam arti, ada
korban yang akan dilanggar hak-haknya sebagai manusia.


            Francois
Chirpaz mendefinisikan kekerasan sebagai kekuatan yang sedemikian rupa dan
tanpa aturan yang memukul dan melukai baik jiwa maupun badan,kekerasan juga
mematikan entah dengan memisahkan orang dari kehidupannya atau dengan
menghancurkan dasar kehidupannya (2000,hal 226).Penyiksaan di lembaga
pendidikan seperti kasus IPDN,sekolah,institusi militer sampai anarkisme dalam
penuntutan pemekaran provinsi Tapanuli Utara ditengarai dipengaruhi faktor-faktor
yang terlembaga.Kekerasan diproduksi melalui institusi dan nilai-nilai dalam
sistem sosial dan politik.Disebut terlembaga karena kekerasan ini bukan hanya
sekedar sesuatu yang kebetulan,tetapi didukung oleh bangunan sistem sosial
politik.


            Faktor-faktor
penyebab terjadinya kekerasan struktural ini disebabkan adanya interaksi pelaku
dengan sistem untuk memperoleh hasrat untuk berkuasa. Makna kekuasaaan disini
adalah sebagai naluriah manusia dalam relasi subjek objek yang berlomba saling
berebut status pemilik kuasa. Hasrat untuk menundukkan ini kemudian berubah
menjadi kekerasan ketika ada penghambat atau tekanan yang disebabkan pihak
lainnya. Maka kita bisa lihat bagaimana kasus penghilangan aktivis,senioritas
dalam tubuh institusi pendidikan sampai luapan kemarahan warga karena merasa
dihilangkan hak kuasanya dalam demokrasi lebih disebabkan oleh hambatan dan
tekanan untuk memperoleh kuasa.


            Tentunya
hal ini tidak bisa dibiarkan,karena ada kecenderungan kekerasan akan
menciptakan kekerasan atau spiral kekerasan. Jika didiagnosa penyebabnya adalah
sistem,maka upaya mendekonstruksi sistem harus menjadi prioritas. Perubahan
sistem bisa dilakukan melalui perubahan aturan,kebijakan dan transformasi
nilai-nilai. Hal ini karena kekerasan juga adalah produk konstruk yang
dibangun. Proses dekonstruksi ini harus terus dikawal dengan penegakan hukum
agar tidak menjadi respon sesaat yang bisa membuat kekerasan selalau jadi
legalitas bertindak.


           


Adi Surya Purba


Mahasiswa Ilmu Kesejahteraan Sosial


Fisip Unpad


Aktivis GMNI


Diterbitkan di: Maret 10, 2009
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5

Bookmark & share this post

.