Industri
asuransi jiwa optimis mampu tumbuh baik tahun ini kendati situasi perekonomian secara makro kurang kondusif, sebab hingga kuartal I / 2008 pendapatan premi telah mencapai 13,9 triliun, tumbuh 61,1% dibandingkan kuartal I / 2007 senilai 8,7 triliun. Pertumbuhan premi tersebut didasarkan pada laporan keuangan yang belum di audit dari 40 perusahaan asuransi jiwa, yang terbagi atas 24 perusahaan asuransi jiwa nasional dan 16 perusahaan asuransi jiwa patungan.
Ketua Umum AAJI Evelina Fadil menambahkan, dari total pendapatan premi tersebut, sebesar 10 triliun adalah pendapatan premi produksi baru. Angka ini tumbuh signifikan, yakni 80% lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada 2007 sebesar 5,6 triliun. Dari total pendapatan premi yang diperoleh, pertumbuhan utamanya didapat dari kontribusi dua produk, yakni produk tradisional dan unit link. Produk unit link menyumbangkan sekitar 48% dari total premi baru, sedangkan produk tradisional menyumbangkan 52% dari total premi baru.
Namun, AAJI menyatakan imbal hasil (return) investasi produk asuransi jiwa pada kuartal I / 2008 mengalami penurunan dibandingkan dengan kuartal I / 2007. Hal ini merupakan dampak kondisi pasar yang tidak kondusif pasca krisis kredit perumahan di Amerika Serikat dan kenaikan harga minyak dunia.
Abstrak lain tentang Asuransi Jiwa Tumbuh Pesat