Halaman Utama Shvoong > Ilmu Sosial > Sosiologi > Marah, Bikin Bensin Boros

.

Marah, Bikin Bensin Boros

Pengarang : Teguh Vedder
Summary by : tedifa
Kunjungan: 38
kata: 600
Diterbitkan di: Februari 15, 2008
Memelihara kemarahan diamini banyak orang hanya akan
mendatangkan dampak buruk dalam segala hal. Sayangnya, saat amarah itu
datang, banyak orang pula tak kuasa membendungnya, dan menumpahkannnya
dalam banyak cara juga. Lantas bagaimana jika rasa marah itu datang saat tengah
berkendaraan. Apalagi kondisi lalulitas, baik kemacetan maupun cara mengemudi
pengguna jalan di kota besar seperti Jakarta memang "ampuh"
untuk mengundang "si marah". Begitu emosi terpancing,
selain membunyikan klakson panjang, umumnya pengendara mobil menggeber-geber
pedal gas. Baik untuk tujuan menambah akselerasi agar bisa mengejar pengendara
lain yang telah membuatnya marah. Atau hanya sekadar menunjukkan pada orang di
sekelilingnya bahwa ia tidak nyaman dengan situasi tertentu. Sikap agresif di
jalan raya tak bisa dibantah, berpotensi mengakibatkan dampak buruk. Baik bagi
pengemudi maupun pengguna jalan yang lain. Tapi, kalau pun selamat dan tak
terjadi apa-apa, ada kerugian lain yang tak disadari. Bensin boros! Akselerasi
yang fluktuatif dan agresif menyebabkan suplai bahan bakar di mobil kita
menjadi tidak konstan dan terbuang tidak sesuai dengan takaran sebenarnya. Saat
pedal gas diinjak dalam-dalam, maka saat itu pula aliran bahan bakar akan
memancar dengan keras. Lantas, belum sempat berjalan konstan, mobil mengurangi
kecepatan dengan cara yang tidak halus pula. Akselerasi tak konstan macam
inilah yang menjadi penyebab bakan bakar terbuang percuma. Bagaimana dengan
sekadar menggeber tanpa berakselerasi? Tak beda. Sebab, saat gas naik turun
dengan ekstrim saat itu pula suplai bahan bakar mengalir "sesuai
irama". Malah  sesungguhnya ''''gaya''''
macam ini jauh lebih boros, karena bensin terbakar percuma tanpa menambah jarak
tempuh toh?

Sebaliknya, ada banyak cara untuk mengefisienkan
konsumsi bahan bakar di tengah harga yang terus melambung, tanpa harus
melakukan modifikasi mesin. Cukup cara mengemudi yang disempurnakan, maka mobil
akan lebih irit. Misalnya, peningkatan akselerasi kendaraan yang dilakukan
secara gradual dan halus sehingga mesin bisa mengoptimalkan bahan bakar yang
diterima, untuk dikonversi menjadi tenaga. Kemudian, upayakan laju kendaraan
meluncur dengan stabil pada kecepatan yang konstan. Ingat, alasan inilah yang
menyebabkan perjalanan ke luar kota
terasa lebih hemat bahan bakar, dari pada perjalanan di dalam kota.
Di luar kota mobil dapat melaju
konstan. Sementara di perkotaan, pengemudi dipaksa melakukan "stop n
drive" yang menyebabkan mesin "minum" lebih banyak. Pemanasan
mesin pun memiliki sumbangan berarti untuk berhemat. Disarankan mobil tidak
digeber sebelum mencapai panas yang optimal. Hal ini bisa dilakukan dengan
mengendari kendaraan pelan, sebelum indikator panas mesin mencapai level
normal. Saat panas mesin sudah mencapai titik normal, perpindahan persneling
pun harus dilakukan dengan teratur. Biasakan memakai putaran mesin sesuai
dengan kebutuhan, terlebih bagi kendaraan dengan transmisi manual. Perpindahan
persneling pun akan membantu penghematan jika dilakukan dengan cepat, tanpa memberi
kesempatan pada mesin untuk menahan putaran.

Hal lain yang juga pantas diperhatikan 
adalah, tekanan angin pada ban. Ban yang kekurangan angin akan menambah beban
kendaraan saat melaju yang akhirnya membebani kerja mesin. Hasilnya bahan bakar
akan terpakai lebih banyak. Disarankan, pemeriksaan tekanan angin dilakukan
setiap bulan, dan melakukan rotasi ban pada saat perawatan berkala. Berbicara
tentang perawatan berkala, maka boleh jadi hal ini merupakan poin paling utama
dari penghematan tersebut. Mobil yang dirawat dengan baik tentu akan
mengonsumsi bensin lebih efisien.

 
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5


Read Free Summaries - Write and Get Paid

Summarize Human Knowledge on Shvoong. Join us!

------

Recent Shvoongers

  • AsepSuryana
  • herro
  • jurnalis
  • DenKun
  • Kharis
  • nilna
  • AryaGuna
  • airakheisa
  • Rakyat
  • kusuma
  • tomaz
  • insansains
  • deleon
  • PermataPratiwi
  • KireinaLie
  • HooNanz

.