Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Psikologi>Rahasia takdir, ketakutan,kematian

Rahasia takdir, ketakutan,kematian

oleh: AsepWahyudin    
ª
 
rahasia takdir, ketakutan,kematian

Takdir itu natijah daripada qada’ dan qadar Allah. Qada’ itu ialah “ketetapan Allah” yang kita sebut sebagai “sunnatullah.” Ketetapan ini penting bagi memastikan keseimbangan alam dan seluruh isinya. Sementara “qadar” itu adalah ukuran Allah untuk dijadikan sebab kepada takdir. Takdir berjalan seiring dengan qada’ dan qadarnya. Iradat (keinginan) perlukan kudrat ( usaha), itu qada’ Allah. Namun sejauh mana kudrat diperlukan manusia bergantung kepada berat bebannya, itulah qadar Allah.


Api itu sifatnya panas lagi membakar, ianya qada’ Allah. Sementara qadar Allah pula ukuran api itu sendiri besar mana ia, menatijahkan besar atau kecil sesuatu kebakaran itu yakni takdir.


Qada’ Allah setiap yang jatuh itu tidak keatas tapi ke bawah (hukum graviti), dan nasib sesuatu yang jatuh itu yakni takdir bergantung kepada ketinggian dari tempat jatuh dan kekebalan objek itu yaitun‘qadar’. Allah telah menegaskan akan hal tersebut dalam surah al-Qamar, ayat 49:

    “Sesungguhnya, Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran”

Justeru itulah kita diminta menimbangi perbuatan kita sesuai dengan qada’ dan qadar Allah supaya tidak celaka natijahnya. Demikianlah yang dimaksudkan oleh Allah:

    “....dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan …” (al-Baqarah: 195)

Contohnya, semakin tua umur suatu tali, akan semakin lapuk dan kemampuan untuk mengangkat dan menahan bebannya pun akan semakin berkurangan, inilah qada’. Katakanlah tali tersebut qadarnya hanya mampu menahan beban seberat 50 kg, itupun kurang dari 2 jam. Jika kita nekad (tekad) menggunakan tali tersebut dengan beban melebihi kemampuan tali kemudiannya kita ditimpa kecelakaan, tidak boleh kita salahkan Allah sebaliknya salah kita sendiri. Seharusnya gunalah akal dan selidik dulu keupayaan tali tadi. Jika tidak pasti akan keupayaannya, hindarilah daripada menggunakan tali yang sudah berusia tadi untuk mengangkat beban yang berat, sebaliknya dapatkan tali baru atau alternatifnya.

Diterbitkan di: 14 Nopember, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.