Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Psikologi>Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja

Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja

oleh: hsofyan     Pengarang : Prof. Dr. Singgih D. Gunarsa
ª
 
Dasar kepribadian seseorang terbentuk pada masa anak-anak, dan terus berproses dengan apa yang dialami dan diterima, sedikit demi sedikit tumbuh dan berkembang menjadi remaja, dewasa dan orang tua. Merupakan rangkaian perubahan yang progresif, teratur, koheren dan berkesinambungan. Dimulai dari reaksi yang bersifat umum menuju ke yang lebih khusus. Antara perkembangan aspek fisik-motorik, mental, emosi dan sosial, saling berkaitan, berlangsung secara berantai dari satu tahap ke tahap berikutnya. Terjadi perubahan dengan pola yang dapat diperkirakan, tapi dengan kecepatan yang berbeda, karena anak yang satu berbeda dengan anak lainnya. Setiap tahap memiliki ciri dan sifat yang khas. Tingkah laku yang dianggap benar di tahap sebelumnya, belum tentu menjadi benar di tahap sekarang, dan bisa jadi menjadi benar kembali pada tahap selanjutnya. Terjadinya perubahan ini adalah ciri terjadinya perkembangan.

Perkembangan terjadi karena faktor kematangan dan faktor belajar. Dipengaruhi oleh faktor-faktor dari dalam dirinya (faktor bawaan) dan faktor-faktor diluar dirinya (pengalaman dan pengaruh lingkungan).
Faktor bawaan dimulai sejak bertemunya sperma dengan sel telur. Terjadi penggabungan antara kromosom ayah dan kromosom ibu. Saat terjadi konsepsi, anak memperoleh faktor-faktor yang diturunkan (genotip), yang jumlahnya lebih dari 70 triliun. Oleh karena itu terdapat perbedaan antara anak yang satu dengan anak lainnya.
Selanjutnya adalah pengaruh pada masa kehamilan. Usia ibu, asupan gizi, perangsangan (suara, cahaya, suhu, gizi, perabaan, tekanan), emosi ibu, serta penyakit, adalah faktor-faktor yang berpengaruh terhadap janin.
Pengaruh keturunan terhadap perilaku anak terjadi secara tidak langsung. Fungsi-fungsi psikis orang tua tidak langsung menurun kepada anak. Ada perantara / perangsang dari lingkungan. Ini menambah perbedaan antara anak yang satu dengan anak lainnya. Pengaruh lingkungan dapat terjadi dalam waktu singkat, dapat pula berlangsung dalam jangka waktu yang lama. Pada suatu masa, kecil pengaruhnya, dimasa yang lain berpengaruh besar.

Remaja merupakan masa peralihan antara masa anak-anak dan masa dewasa. Sulit untuk menentukan skala usia remaja. Ada kalanya remaja puteri telah dimulai pada usia 9 tahun, tapi banyak pula yang lebih dari usia itu. Pada umumnya, wanita lebih cepat menjadi remaja ketimbang pria. Ditandai dengan adanya perubahan jasmani yang jelas berbeda dengan sebelumnya, perubahan intelektualitas yang lebih memikirkan dirinya (refleksi diri), perubahan perilaku, serta munculnya kebutuhan seksual. Masa remaja penuh gejolak emosi dan ketidak-seimbangan, sehingga mudah terpengaruh oleh lingkungan. Merupakan masa pertentangan dan pemberontakan, karena keinginan untuk bebas dalam rangka menemukan identitas diri.
Beberapa tugas perkembangan bagi remaja adalah menerima keadaan fisik nya, mendapatkan kebebasan emosional, kemampuan bergaul, menemukan model untuk identifikasi, mengetahui dan menerima kemampuan diri, memperkuat penguasaan diri, serta meninggalkan cara kekanak-kanakan.
Canggung dalam bergaul, gerakan kaku, emosi yang labil, perubahan pandangan hidup, pertentangan antara ingin menunjukkan kemandirian dan ingin tetap dilindungi dan disayang dalam keluarga, gelisah karena banyaknya keinginan yang tidak sanggup dipenuhi, ingin melakukan kegiatan orang dewasa, ingin menjelajah lingkungan, banyak berkhayal, banyak membual, serta kecenderungan membuat kelompok, adalah ciri-ciri remaja pada umumnya.
Masalah seksualitas pada remaja juga cukup bikin pusing. Masalah haid dan perubahan buah dada pada wanita, "mimpi basah" dan pertumbuhan penis dan buah zakar pada pria, munculnya rangsangan seksual, keingin-tahuan yang kuat tentang hubungan seksual. Bagi remaja orang tua tidak perlu tahu, namun bagi orang tua, remaja diharapkan mengerti dan menyadari apa yang seharusnya. Oleh karena itu orang tua seringkali kurang mengawasi anak remajanya. Perbedaan harapan seorang remaja dengan apa yang diharapkan oleh lingkungannya, menimbulkan masalah bagi kedua belah pihak. Disitulah perlunya pendidikan serta pengawasan yang khusus terhadap remaja, yang berbeda dengan perlakuan bagi anak-anak.

Buku ini menjadi sangat penting bagi orang tua dalam "membuat" anak, memperlakukan janin, serta memberi pengaruh awal sejak kelahiran, serta mengontrol proses perkembangan anak menuju remaja. Banyak tips yang disajikan berikut contoh-contohnya, yang dapat dijadikan panduan bagi orang-orang disekitar anak / remaja, seperti orang tua, saudara, guru, serta orang-orang lainnya yang peduli dengan perkembangan anak. Karena, sifat dan sikap seseorang dewasa banyak dipengaruhi oleh faktor bawaan, pengalaman dan faktor lingkungan, mengikuti proses perkembangan anak menuju remaja, dari tahap ke tahap.
Diterbitkan di: 16 Juli, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.