Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Psikologi>Pengertian Perilaku Moral

Pengertian Perilaku Moral

oleh: aietama    
ª
 
Perbuatan manusia dapat dibedakan menjadi dua, yakni perbuatan baik dan perbuatan buruk. Perbuatan baik adalah perbuatan yang berdasarkan akan kebaikan dan kebenaran, sebaliknya perbuatan buruk adalah perbuatan yang didasarkan pada kejahatan. Aristoteles mengatakan bahwa perbuatan baik dibagi menjadi dua macam, yaitu kebaikan intelektual dan kebaikan moral (Kohlberg, 1995). Kebaikan intelektual adalah kebaikan yang dikembangkan melalui pengajaran (pengetahuan) sedangkan perbuatan moral berdasarkan pada keadilan. Konsep tentang kebaikan moral menurunkan seperangkat atau kumpulan perilaku moral.

Kohlberg (1995) melihat bahwa perilaku moral bersifat relatif, tergantung pada nilai-nilai moral masyarakat yang dianut dan posisi individu dalam tahap moral yang disusunnya. Meski ada perbedaan nilai-nilan moral tiap-tiap masyarakat namun ada nilai moral yang berlaku secara universal, yaitu keadilan. Inilah prinsip utama dari pengertian yang dibuat Kohlberg. Dari tahapan perkembaangan moral, perilaku moral yang tertinggi adalah perilaku moral pada tahapan kelima, dimana individu mampu bertindak berdasarkan suara hatinya.

Dari penjelasan diatas, defenisi tentang moral dapat diidentifikasikan dengan perbuatan dengan berorientasi pada keadilan yang sesuai dengan tahap kematangan individu. Orang yang bermoral lebih diatur oleh prinsip keadilan daripada seperangkat peraturan-peraturan.

Konsep Kohlberg tentang perkembangan sejajar dengan perkembangan teori Piaget. Piaget melihat proses kehidupan manusia dari lahir sampaimati mengalami tahap-tahap perkembangan yang sifatnya berkelanjutan, artinya tahap sebelumnya merupakan dasar dari tahap selanjutnya. Selama proses pertumbuhan dan perkembangan, mereka mengalami perubahan baik fisik, psikis dan sosial yang sifatnya individual. Perkembangan tersebut juga dapat dipetakan berdasarkan aspek emosi, kognisi dan moral manusia.

Perilaku manusia ditentukan oleh keyakinan, motivasi dan sikap yang dimilikinya. Fishben dan ajzen 1975 (dalam Azwar 1998) mengatakan bahwa sikap manusia dipengaruhi oleh perhatian, penerimaan, dan pemahaman individu terhadap stimulus. Kemampuan untuk mengadakan perhatian, penerimaan dan pemahaman individu adalah cerminan dari kemampuan individu dalam menalar sebuah stimulus. Dengan demikian, untuk memprediksi perilaku manusia dapat menggunakan cara mengidentifikasikan kemampuan penalarannya.

Dari penjelasan diatas, untuk memahami perilaku moral manusia, dapat diketahui dengan cara memahami kemampuan penalaran moralnya. Disamping itu kemampuan penalaran moral adalah wujud dari perilaku tertutup atau covert behaviour. Penalaran moral sendiri oleh Kohlberg diidentifikasikan dengan penalaran yang digunakan oleh manusia dalam memandang sebuah tindakan, apakah tindakan tersebut baik atau tidak.
Diterbitkan di: 10 Juli, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.