Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Psikologi>Mekanisme Pertahanan Diri

Mekanisme Pertahanan Diri

oleh: priasejhtiandempati     Pengarang : ummimarian
ª
 
Mekanisme pertahanan diri (defense mechanism) merupakancara-cara wajar maupun ekstrem yang dilakukan ego untuk melindungidiri dan menghilangkan tekanan.18Ego sebagai inti kesatuan individu, maka bila terdapatancaman/gangguan terhadap ego merupakan ancaman terhadap integritaseksistensi individu itu sendiri. Mekanisme ini secara fungsionalmenghilangkan kecemasan, mengurangi persaan yang menyakitkan, jugauntuk mempertahankan dorongan perasaan yang ingin dicapai sertakedirian seseorang. Meknisme pertahanan, merupakan mekanisme yangnormal pada seseorang, namun bila berlebihkan akan mengakibatkangangguan integritas individu. Mekanisme pertahanan diri, sebenarnyamerupkan mekanisme yang tidak realitis, tidak seperti reaksi yangberorientasi pada tugas, akan tetapi mengandung banyak unsur penipuandiri sendiri dan distorsi terhadap realitas yang di hadapi. Mekanisme inisebagian besar bekerja secara tak disadari. Dalam bereaksi atas tekanan ego munculnya impuls id memakaidua cara; (1). Membentengi impuls sehingga tidak dapat muncul menjaditingkah laku sadar. (2). Membelokkan impuls itu sehingga intensitasaslinya dapat dilemahkan atau diubah.Semua mekanisme pertahanan mempunyai tiga persamaan ciri: a. Mekanisme pertahanan itu beroperasi pada tingkat tak sadar sehinggaorang tidak tau apa yang terjadi.b. Mekanisme pertahanan selalu menolak, memalsu, atau memutarbalikkankenyataan.c. Mekanisme pertahanan itu mengubah persepsi nyata seseorang,sehingga kecemasan menjadi kurang mengancam. 20Freud mendiskripsikan tujuh mekanisme pentahanan;identification, displacement, repression, fictation, regretion, reactionformation, projection. Sementara Anna Freud menambah lebih dari 10dinamika mekanisme pertahanan :a. Identifikasi (Identification)Cara mereduksi tegangan dengan meniru (mengimitasi) ataumengidentifikasikan diri dengan orang yang dianggap lebih berhasilmemuaskan hasratnya dibanding dirinya. Anak mula-mulamengidenfikasi orang tuanya karena anak menganggap orang tuanyaommpotent (maha kuasa), kemudian juga mengidentifikasi guru,olahragawan, penyanyi rock , dan lain-lainya. Apabila yang ditiru itusesuatu yang positif, secara khusus ini disebut introyeksi. Introyeksi(introjection) adalah proses pengembangan superego denganmengadopsi nilai-nilai orang tua.Mekanisme pertahanan identifikasi umumnya dipakai untuktiga macam tujuan: 1) Identifikasi merupakan cara orang dapat memperoleh kembalisesuatu (obyek) yang telah hilang. Anak yang merasa ditolakorang tuanya cenderung membentuk identifikasi yang kuatdengan orang tuanya itu dengan harapan dapat memperolehpenerimaan orang tuanya.2) Identifikasi dipakai untuk mengatasi rasa takut. Anakmengidentifikasi larangan-larangan orang tuanya agar terhindardari hukuman.3) Melalui identifikasi orang memperoleh informasi baru denganmencocokkan khayalan mental dengan kenyataan. Berarti orangmenghemat waktu dan energi dengan mengambil tingkah laku,sikap, dan gaya orang lain yang telah terbukti berguna. Prosesidentifikasi sangat penting dalam dinamika dan perkembangankepribadian, jika orang harus belajar mereduksi tegangan denganmencoba-coba sendiri, mungkin manusia tidak pernah cukupberkembang untuk berfungsi sebagai makhluk yang independen. b. Pemindahan (Displacement/Reactions Compromise)Proses mengganti obyek kateksis untuk meredakanketegangan di atas, adalah kompromi antara tuntutan insting iddengan realitas ego, sehingga disebut juga reaksi kompromi (reactioncopromice). Ada tiga macam reaksi kompromi, yakni sublimasi,substitusi, dan kompensasi (sublimation, substitution, compensation ). 1) Sublimasi adalah kompromi yang menghasilkan prestasi budayayang lebih tinggi, diterima masyarakat sebagai kultural kreatif.2) Substitusi adalah pemindahan atau kompromi di mana kepuasanyang diperoleh masih mirip dengan kepuasan aslinya.3) Kompensasi adalah kompromi dengan mengganti insting yangharus dipuaskan.Kemampuan untuk membentuk obyek pengganti ini adalahmekanisme yang paling kuat dalam perkembangan kepribadian.Semua perhatian, minat, kegemaran, nilai-nilai, sikap, dan cirikepribadian orang dewasa menjadi ada berkat pemindahan obyek ini.Jika sekiranya energi psikis tidak dapat dipindahkan obyeknya dantidak dapat dibagi-bagi, maka tidak ada perkembangan kepribadian,dan orang hanya akan menjadi robot (melakukan tindakan yang pastidan tetap karena didorong oleh insting). c. Represi (Repression)Represi adalah proses ego memakai kekuatan anticathexesuntuk menekan segala sesuatu (ide, insting, ingatan, fikiran) yangdapat menimbulkan kecemasan keluar dari kesadaran.Pola represi dapat berkombinasi dengan displacement dalambentuk sublimasi, substitusi, atau kompensasi dengan lambanglambangtertentu yang cocok. d. Fiksasi dan Regresi (Fixation and Regression ) Fiksasi adalah terhentinya perkembangan normal pada tahapperkembangan tertentu karena perkembangan lanjutannya sangatsukar sehingga menimbulkan frustasi dan kecemasan yang terlalukuat. Orang mcmilih tetap berhenti (fiksasi) pada tahapperkembangan tertentu dan menolak untuk bergerak maju, karenamerasa puas dan aman di tahap itu; berkat impuls -impuls teganganpada tahap fiksasi itu dapat terus -menerus diredakan.Frustrasi, kecemasan dan pengalaman traumatik yang sangatkuat pada tahap perkembangan tertentu, dapat berakibat orangregresi; mundur ke tahap perkembangan yang terdahulu, di mana diamerasa puas di sana.Perkembangan kepribadian yang normal berarti terus bergerakmaju atau progresif. Munculnya dorongan yang menimbulkankecemasan akan direspon dengan represi.24e. Pembentukan Reaksi (Reaction Formation )Tindakan defensif dengan cara mengganti impuls atauperasaan ya ng menimbulkan kecemasan dengan impuls perasaanlawan atau kebalikannya dalam kesadaran. Dimana individu bersikapberlawanan dengan perilaku atau kepercayaannya.f. Projeksi (Projection )Kecemasan realistik biasanya lebih mudah ditangani oleh egodibanding kecemasan neurotik atau kecemasan moral. Karena itu apabila sumber kecemasan dapat ditemukan di dunia luar dan bukanpada impuls-impuls primitif atau suara-hatinya sendiri, kecemasan itulebih mudah diredakan adalah mekanisme mengubah kecemasanneurotik/moral menjadi kecemasan realistik, dengan caramelemparkan impuls-impuls internal yang mengancam dipindahkanke obyek diluar, sehingga seolah-olah ancaman itu terproyeksi danobjek eksternal kepada diri orang itu sendiri. 25g. Reaksi Agresi (Agressive Reactions)Ego memanfaatkan dorongan agresif untuk menyerang obyekyang menimbulkan frustasi. Menutupi kelemahan diri denganmenunjukkan kekuatan dorongan agresinya, baik yang ditujukankepada obyek yang asli, obyek pengganti, maupun ditujukan kepadadiri sendiri.Ego membentuk antikatexsis, dengan mempertentangkaninsting-insting agar insting yang menjadi sumber tegangan frustrasidan kecemasan tetap berada di bawah sadar. Ada lima macam reaksiagresi:1. Agresi primitif: misal: Siswa yang tidak lulus merusaksekolahanya, atau remaja yang cintanya ditolak menyearang(menghina) penolaknya itu.2. Scapegoating: misal: Membating piring karena marah kepadaisteri 3. Free-floating-anger: mewrupakan tindakna dengan mengarahkansasaran marah yang tidak jelas.4. Suicide: Rasa marah kepada diri sendiri sampai merusakdiri/bunuh diri.5. Turning around upon the self: (Gabungan antara agresi +pemindahan) memindah obyek cinta atau agresi kepada dirisendiri, biasanya menjadi perasaan macokistik , perasaan berdosa,atau depresi
Diterbitkan di: 01 September, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    makalah mekanisme pertahanan diri Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    apa saja aspek-aspek mekanisme pertahanan diri? Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.