Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Pengertian Kepribadian

oleh: noeni     Pengarang : Drs. Agus Sujanto dkk
ª
 
Pengertian Kepribadian
Kata kepribadian berasal dari kata Personality (bhs. Inggris) yang berasal dari kata Persona (bhs. Latin) yang berarti kedok atau topeng. Yaitu tutup muka yang sering dipakai oleh pemain-pemain panggung, yang maksudnya untuk menggambarkan perilaku, watak atau pribadi seseorang. Hal itu dilakukan oleh karena terdapat cirri-ciri yang khas yang hanya dimiliki oleh seseorang tersebut baik dalam arti kepribadian yang baik, ataupun yang kurang baik. Misalnya untuk membawakan kepribadian yang angkara murka, serakah, dan sebagainya sering ditopengkan dengan gambar raksasa, sedang untuk perilaku yang baik, budiluhur, suka menolong, berani berkorban, dan sebagainya ditopengkan dengan seorang ksatria, dan sebagainya.
Sementara ada pendapat bahwa sebenarnya manusia itu di dalam kehidupannya sehari-hari tidak selalu membawakan dirinya sebagaimana adanya, melainkan selalu menggunakan tutup muka, maksudnya adalah untuk menutupi kelemahnnya, atau cirri-cirinya yang khas supaya tindakannya itu dapat diterima oleh masyarakatnya.
Di dalam kehidupan sehari-hari ditengah masyarakat, kebanyakan orang hanya akan menunjukan keadaannya yang baik-baik saja dan untuk itu maka dipakailah topeng, atau pesona itu. Dengan topeng itu kadang-kadang orang akan mendapatkan kedudukan, penghasilan atau prestise yang lebih daripada bila topeng tersebut. Sekalipun ia terpaksa harus bertindak, berbicara atau berbuat yang bukan saja tidak sesuai dengan dirinya sendiri, melainkan kadang-kadang sama sekali bertentangan dengan hakekat kepribadiannya sendiri.
Dalam hal ini, C.G. Yung, berpendapat bahwa: sepanjang hidup manusia, selalu memakai topeng ini, untuk menutupi kehidupan batiniahnya. Manusia hamper tidak pernah berlaku wajar, sesuai dengan hakekat dirinya sendiri, dan untuk yang terakhir ini manusia harus berlatih dengan tekun dan bersungguh-sungguh dalam waktu yang lama sekali, sebab selama ia hanya berlaku dengan kedok itu ia akan menjumpai kepuasan di dalam hidupnya. Sehingga hamper-hampir oran itu tidak lagi mengenal siapakah dirinya itu, apa bakatnya, apa kemampuan yang sebenarnya pada dirinya, apa pula kelemahannya, dan sebagainya. Hal inilah yang menyebabkan mengapa manusia ini tidak dapat berada di dalam ketenangan yang selama ini dicarinya. Tetapi bila orang mau dengan setulus hati melepaskan topengnya, dengan melihat keadaan dirinya sedalam-dalamnya, dengan segala kekuatannya sendiri, bakatnya, kemampuannya, maka orang itulah yang akan menemukan ketenangan hidupnya.
Dalam masalah ini G.W. Aliport, berpendapat: “personality is the dynamic organization within the individual of those psychophysical system, that determines his unique adjustment to this environment”. Artinya Personality itu adalah suatu organisasi psichophysis yang dinamis daripada seseorang yang menyebabkan ia dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya.
May, berpendapat: “Personality is a social stimulus value”, Artinya Personality itu merupakan perangsang bagi orang lain. Jadi bagaimana cara orang lain itu bereaksi terhadap kita, itulah kepribadian kita.
Dalam hal ini M. Prince berpendapat: “Personality is the sum total of all biological innatedisposition, impulses, tendencies appetites, instinc of individual and the dispotisions and tendencies acquired by experience.
Jadi menurut Prince, disamping disposisi yang dibawa sejak lahir, berperan pula disposisi-disposisi psykhis lainnya yang diperoleh dari pengalaman.
Dari pendapat-pendapat tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa:
- Personality itu merupakansuatu kebulatan,
- Kebulatan itu bersifat kompleks,
- Kompleksnya itu disebabkan oleh karena banyaknya factor-faktor dalam dan factor-faktor luar yang ikut menentukan kepribadian itu, paduan antara factor-faktor dalam dan factor-faktor luar itu menimbulkan gambaran yang unik. Artinya tidak ada dua individu yang benar-benar identik antara yang seorang dengan yang lain.
Dengan keterangan tersebut, maka kepribadian dapat dirumuskan sebagai berikut: kepribadian adalah suatu totalitas psikhophisis yang kompleks dari individu, sehingga nampak di dalam tingkah lakunya yang unik.

Diterbitkan di: 20 Maret, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    jelaskan hubungan antara psikologi dan kepribadian Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.