Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Psikologi>Multiple Intelligences, Kecerdasan Majemuk Teori dalam Praktek

Multiple Intelligences, Kecerdasan Majemuk Teori dalam Praktek

oleh: blokb14     Pengarang : Howard Gardner
ª
 

Multiple Intelligences (MI) atau Kecerdasan Majemuk adalah salah satu teori tentang kecerdasan yang dikenalkan oleh Dr. Howard Gardner. Teori kecerdasan majemuk dikembangkan berdasarkan pada pandangan bahwa pada teori kecerdasan yang telah dikembangkan sebelumnya hanya melihat kecerdasan manusia dari sisi linguistik dan logika matematika, sedangkan sisi kecerdasan manusia yang lain tidak dilihat.

Gardner memandang kecerdasan manusia berdasarkan berbagai peranan yang terdiri dari kemampuan untuk menyelesaikan masalah, atau menciptakan produk yang berharga dalam satu atau beberapa lingkungan budaya masyarakat. Sudut pandang baru tentang kecerdasan ini diyakini lebih manusiawi dan lebih dapat dipercaya dibandingkan dengan teori kecerdasan sebelumnya.

Berdasarkan riset yang dilakukan oleh Gardner dan timnya, maka Gardner mendapatkan 7 kecerdasan. Pada individu normal suatu kecerdasan ini tidak berdiri sendiri, tetapi selalu berfungsi bersama-sama dengan kecerdasan yang lain. Namun, biasanya pada seseorang akan memiliki beberapa kecerdasan yang terlihat menonjol. Ketujuh kecerdasan itu terdiri dari:

  1. Kecerdasan musik. Kecerdasan ini terlihat menonjol di kalangan pemusik. Kemampuan untuk mendengarkan suatu pola musik secara natural dan kemudian memproduksinya tanda orang-orang yang memiliki kecerdasan musik yang tinggi. Sebagai contoh adalah pengalaman pemain biola Yahudi Menuhin yang ketika berusia tiga tahun diajak melihat konser San Fransisco Opera. Suara biola Louis Persinger begitu membuatnya terpesona. Dan akhirnya dia belajar bermain biola pada Louis Pesinger. Ketika berusia 10 tahun, Yahudi Menuhin telah berhasil menjadi pemain biola internasional.
  2. Kecerdasan Gerakan Badan. Kecerdasan ini menonjol di kalangan pemain olah raga atau pun penari. Kecerdasan ini memungkinkan terjadinya hubungan antara pikiran dan tubuh yang diperlukan untuk melakukan ketrampilan gerak tubuh. Contoh pemilik kecerdasan ini yang menonjol adalah Babe Ruth (pitcher legendaris). Ketika berumur 15 tahun, ia mengkritik pitcher di timnya yang bermain buruk. Kemudian sang pelatih menantangnya untuk menggantikan sang pitcher. Meskipun belum pernah menjadi pitcher, pada saat melakukan tugasnya ia tahu apa yang harus dia lakukan. Dan akhirnya dia menjadi salah satu pelempar legendaris di liga utama.
  3. Kecerdasan Logika Matematika. Ini adalah kecerdasan yang paling mudah diukur dan yang paling banyak diakui. Bersama dengan kecerdasan bahasa, kecerdasan ini menjadi prinsip dasar untuk tes IQ. Kecerdasan ini berupa kemampuan untuk melakukan analisis dan berfikir ilmiah. Kecerdasan ini terlihat menonjol di kalangan peneliti dan ilmuwan-ilmuwan terkenal.
  4. Kecerdasan Linguistik. Kecerdasan ini terlihat dari kemampuan dan kepekaan seseorang dalam penggunaan bahasa. Seseorang yang memiliki kecerdasan linguistik yang baik memiliki kemampuan untuk menyusun dan mamaknai arti kata yang kompleks. Contoh pemilik kecerdasan ini yang menonjol adalah T.S. Elliot. Pada umur 10 tahun, dia sudah mampu menciptakan majalah sendiri dan dia menjadi distributor tunggal. Dalam waktu tiga hari, dia berhasil menciptakan 3 nomor lengkap. Masing-masing nomor berisi puisi, cerita petualangan, kolom gosip dan humor.
  5. Kecerdasan Ruang. Kecerdasan ini umumnya berupa kemampuan menyelesaikan masalah ruang yang diperlukan dalam navigasi atau pencatatan peta. Bisa juga ditunjukkan dalam kemampuan visualisasi benda yang dilihat dalam sudut pandang yang berbeda. Contoh pemilik kecerdasan ini adalah para pelaut yang menggunakan pemetaan bintang-bintang dalam menentukan lokasinya.
  6. Kecerdasan Antar Pribadi. Kecerdasan antar pribadi merupakan kemampuan seseorang untuk membaca kehendak dan keinginan orng lain. Orang yan memiliki kecerdasan antar pribadi yang baik memiliki kemampuan khusu saat melihat suasana hati, temperamen, motivasi dan kehendak orang lain. Contoh pemilik kecerdasan ini yang menonjol adalah Annie Sulivan. Perjuangan Annie Sulivan untuk memahami dan berkomunikasi dengan Helen Keller, seorang anak berusia tujuh tahun yang buta dan tuli menunjukkan bahwa kecerdasan ini tidak tergantung bahasa.
  7. Kecerdasan Intra Pribadi. Kecerdasan intra pribadi adalah kecerdasan yang menggambarkan kemampuan seseorang untuk memahami dirinya sendiri. Bagaimana caranya memahami emosi diri sendiri, memberi label pada emosi itu dan menggunakannya untuk memahami dan menjadikannya pedoman tingkah laku sendiri. Kecerdasan ini dicontohkan pada pengalaman Virgina Woolf yang ditulis dalam karangan singkatnya yang berjudul "A Sketch of The Past"
Diterbitkan di: 27 Desember, 2009   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

5 Teratas

.