Bagaikan Tidak Naik Kelas
Puasa yang dilakukan di bulan Ramadan adalah merupakan satu lembaga pendidikan dan pelatihan
bagi umat Islam dimana di bulan Ramadan itu umat Islam dididik dan dilatih mengendalikan diri dalam segi apa saja.
Walaupun dalam zahirnya kita di siang hari tidak boleh melakukan seluruh yang membatalkan puasa dan memperbanyak ibadah di malam harinya, namun itu semua mengandung makna yang sangat banyak sekali.
Lembaga pendidikan dan pelatihan ini adalah sebuah lembaga yang dibuat oleh Allah yang menciptakan manusia itu sendiri. Dalam hal itu Allah dan Rasul-Nya tentu tidak sia-siamenciptakan suatu pendidikan dan pelatihan untuk manusia dalam rangka meningkatkan derajat manusia itu sendiri. Kalaulah umat Islam yang beriman itu mengikuti pendidikan dan pelatihan yang diadakan oleh Allah dan Rasul itu dengan baik, pasti manusia itu sampai ke derajat yang paling tinggi. Takwa adalah merupakan derjat yang paling tinggi dan menjadi insan kamil.
Kalau diperhatikan umat Islam sekarang ini banyak hanya bisa bicara saja dalam mengikuti pendidikan yang dibuat oleh Allah dan Rasulnya. Dimana umat Islam dan dimana-mana masjid dan musala sepekan atau beberapa hari sebelum Ramadan datang telah membentuk panitia Ramadan untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan di bulan Ramadan agar bagaimana kegiatan Ramadan itu bisa dilaksanakan dengan cepat tanpa memperhatikan kesempurnaannya. Segala kegiatan yang bisa dibatasi-dibatasi waktunya, baik salat, tadarrus, ceramah agama dan lain-lain sebagainya.
Kemudian setelah itu selesai mereka merasakan terlepas dari beban dan ikatan serta keterpaksaan yang mereka rasakan. Puasa atau menahan di siang hari rasa beban, Salat Isya berjamah di masjid rasa terikat, Salat Tarawih dan Witir yang diikuti di masjid bagaimana supaya cepat selesai. Setelah selesai mereka merasakan lepas dari satu ikatan dan beban yang membebani dan mengikat mereka.
Kalaulah mengikuti suatu pendidikan dan pelatihan itu merasakannya sebagai suatu beban dan ikatan, bagaimana hasil yang diperoleh itu akan mendatangkan hasil yang memuaskan? Ditambah lagi melakukannya tidak senang hati. Suatu perbuatan yang tidak dilakukan dengan senang hati, bagaimana kira-kira hasilnya? Apakah akan menemukan hasil yang baik dengan tidak menyenangi perbuatan itu sendiri? Atau masih ragu dan tidak percaya terhadap apa yang disampaikan Allah dan Rasul bagaimana cara untuk meningkatkan derajat manusia.
Pendidikan yang diadakan oleh manusia dengan lembaga pendidikan yang dibuatnya sendiri mendatangkan hasil yang baik dengan meningkatnya SDM manusia itu sendiri. Tapi dengan lembaga pendidikan yang dibuat Allah dan Rasul kenapa manusia itu atau umat Islam itu belum memperoleh hasilnya dengan baik? Apakah metode dan sistem yang dibikin Allah dan Rasul itu yang salah atau kita umat Islam yang belum mengerjakannya sesuai dengan ketentuan Allah dan Rasul itu.
Seiring dengan itu di sini saya akan berilustrasi dengan pembaca, mudah-mudahan akan ada menfaatnya untuk masa mendatang. Bagi adik-adik yang telah berumur 20 tahun, dikurangi 10 tahun (masa belum baligh) tinggal 10 tahun. Itu berarti sudah 10 kali pula adik-adik berjumpa dengan bulan Ramadan dan mengikuti pendidikan dan latihan yang dibuat oleh Allah dan Rasul. 10 kali juga berarti 10 x 30 hari sama dengan 300 hari.
300 hari siang malam adik-adik dididik dan dilatih, apakash ada terjadi perubahan kehidupan beragama adik-adik dari tahun ke tahun atau sama sekali tidak ada? Apakah ada adik-adik pernah mempertanyakan tentang perubahan tersebut, sebagaimana adik-adik tidak naik kelas dalam lembaga pendidikan yang dibuat oleh anak manusia dan bagaimanakah sikap orang tua adik-adik, apakah bagi mereka tidak ada perubahan dalam diri adik-adik? Artinya, walau sekolah bertahun-tahun tetapi tidak naik kelas.
Bagi saudara yang berumur 30 tahun, kurangi 10 tahun tinggal 20 tahun, 20 x30 = 600 hari = 20 bulan = 1 tahun 8 bulan .
Bagi saudara yang berumur 40 tahun, kurangi 10 tahun tinggal 30 tahun. 30 x 30 = 900 hari atau sama dengan 30 bulan atau 2 tahun 6 bulan. Bagi saudara-saudari yang berumur 50 tahun, kurangi 10 tahun tinggal 40 tahun. 40 x30 sama dengan 1.200 hari atau 40 bulan atau 3 tahun 4 bulan. Bagi yang berumur 60 tahun kurangi 10 tahun tinggal 50 tahun. 50 x 30 sama dengan 1.500 hari atau 50 bulan yang sama dengan 4 tahun 2 bulan. Bagi yangt berumur 70 tahun, tentu 60 tahun, artinya 60 x 30 sama dengan 1.800 hari atau 60 bulan yang sama dengan 5 tahun. Begitulah seterusnya.
Mari kita renungkan dengan pikiran yang sehat memakai hati nurani yang dalam, ada yang sudah satu tahun delapan bulan, 2 tahun enam bulan, empat tahun dua bulan, dan bahkan sudah ada 5 tahun dan bahkan mungkin sudah ada yang lebih mengikuti pendidikandan pelatihan yang diciptakan oleh Allah dan Rasul untuk manusia ciptaa-Nya sendiri. Sudah lima tahun siang malam mengikuti pendidikan dan pelatihan itu namun tidak terjadi perubahan yang menuju kepada yang positif. Dimana umat Islam semangkin terpuruk, na’uzubillahi min zaalik.
Mudah-mudahan Bulan Suci Ramadan tahun ini akan terjadi perubahan kepada yang lebih baik, demikian kita bermohon kepada Allah SWT.