Nikah bagi mampu dan siap segalanya, wajib hukumnya. Sebuah organisasi kesehatan di Amerika giat mengampanyekan cepat menikah.
Mereka percaya dengan menikah, tingkat kesehatan dan kesejahteraan seseorang bisa meningkat dan hal itu akan menguntungkan negara.
Kampanye yang dipelopori oleh The Federal Healthy Marriage Initiative tersebut melakukan aksinya melalui pemasangan iklan di papan reklame, bus dan kendaraan umum, radio, televisi dan beberapa kawasan metropolitan di Amerika.
Melalui Marriage Works USA, pesan yang ingin disampaikan adalah 'menikahlah dan Anda akan mendapat kenikmatan, kesehatan dan uang yang lebih'.
Menikah memang diketahui bisa mengecilkan risiko beberapa penyakit seperti kanker payudara, prostat, depresi, Alzheimer dan lainnya.
Namun hal itu ternyata masih menjadi perdebatan di beberapa kalangan. Beberapa jurnal dan studi memang menyebutkan bahwa mereka yang sudah menikah lebih sedikit yang depresi dan berpenyakit, terutama bagi pasangan yang sudah memiliki anak.
Namun dalam jurnal lainnya disebutkan bahwa wanita yang sudah bercerai justru memiliki hidup dan tingkat kesehatan yang lebih baik ketimbang sewaktu mereka masih berumah tangga.
Jurnal lainnya pada bulan Juni 2007 yang berjudul "Depression and the Psychological Benefits of Entering Marriage," mengatakan bahwa pernikahan bisa memberikan banyak keuntungan, baik untuk kesehatan fisik maupun psikis. Namun bukan berarti juga semua pernikahan akan berujung seperti itu.
Secara teori, menikah bisa meningkatkan status hidup seseorang, dan mereka yang memiliki status tinggi cenderung memiliki kesehatan yang lebih baik. Tapi jangan juga disalahartikan bahwa menikah adalah tiket menuju hidup sehat dan sejahtera.
Seorang sosiolog sekaligus psikolog Amerika, Andrew Cherlin pun melakukan studi terhadap banyaknya kasus kawin cerai di Amerika dan menemukan fakta bahwa pasangan yang gampang kawin cerai akan memiliki anak yang gampang sakit.
Satu hal yang ingin diluruskan Andrew adalah, menikah akan bermanfaat bagi kesehatan dan kesejahteraan hanya jika menikah dengan orang yang tepat dan usahakan menghindari menikah dengan orang yang punya riwayat menikah lebih dari 2 kali.
"Saya hanya ingin menyederhanakan pesan kampanye saja. Memaksa mereka yang masih muda untuk menikah dini juga bukan opsi yang bagus, malah hanya akan memperburuk saja," ujar Andrew seperti dikutip dari Livescience.