1. Dikejar target. Karena anda menargetkan menikah di usia tertentu namun anda belum menemukan jodoh,justru anda terburu-buru
mencari pasangan. Hati-hati, nikah dalam keadaan terburu-buru sangat beresiko
2. Tekanan social. Karena banyak dari teman anda yang sudah menikah dan anda belum.
3.Menikah karena uang. Ingin menikah dengan dia karena dia mempunyai harta melimpah dan anda khawatir jika anda tidak menikah dengannya maka anda akan hidup sengsara.
4.Ingin tinggalkan rumah orang tua. Mungkin karena jenuh tinggal bersama orang tua terus, maka ingin meninggalkan rumah dengan cara menikah. Hati-hati, jika ingin hidup “diluar” rumah, anda bisa mandiri dengan bekerja dan kos/sewa rumah.
5. Orang tua menyukai calon anda. Mungkin ini sangat bagus. Tapi ini bukan yang utama. Yang utama adalah karena memang pilihan anda sendiri.
6. Inginkan Anak. Banyak orang menikah karena ingin mendapat keturunan sehingga perlu menikah muda. Memang mendapat keturunan adalah salah satu alasan untuk menikah. Tapi apa jadinya jika anda terburu menikah dan akhirnya anda tidak merasa cocok dengan pasangan anda namun anak sudah lahir.
7. Membuktika diri. Membuktikan diri atas kecurigaan teman-teman anda bahwa anda menyukai lawan jenis mungkin bisa dibilang sikap gegabah. Mungkin cukup bagus bagi anda agar anggapan teman-teman anda adalah salah. Namun resiko yang diterima jika anda justru menemukan pasangan yang sebenarnya tidak cocok justru menambah masalah
.