• Daftarkan diri
  • ‎Apakah Shvoong itu?‎
  • Masuk
    Masuk
    Ingat user ID ini. Lupa password anda?

Buat rangkuman pengetahuan manusia di Shvoong.

.

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Psikologi>Empat Kebiasaan Kecil yang Mengganggu

.

Empat Kebiasaan Kecil yang Mengganggu

oleh : andira_anata    

Pengarang : Yulia Permata Sari

        PENAMPILAN fisik bukan satu-satunya faktor penentu seseorang dinilai menarik. Jika

sifat dan kelakuannya amit-amit dan tidak selaras dengan penampilan fisiknya, hal itu sama saja dengan bohong, kan?
Meskipun memiliki wajah yang cantik atau tubuh yang seksi, beberapa sifat dan kebiasaan kecil di bawah ini bisa membuat orang yang melihatnya kehilangan minat:
1. Grumpy face
Tak seorangpun akan betah mendengarkan omelan atau gerutuan tentang ini-itu yang setiap saat keluar dari mulut kita. Tidak ada juga orang yang betah berlama-lama di samping seraut wajah cemberut. Tidak peduli seberapa buruk hari yang dilewati, berusahalah untuk tersenyum dan memasang muka cerah. Selain lebih enak dipandang, mood pun otomatis ikut terangkat sehingga sisa hari bisa dihabiskan dengan ceria.
2. The mirror-izer
Adalah sesuatu yang wajar buat sesekali mengecek penampilan kita di cermin. Tetapi, kalau tidak bisa menahan hasrat untuk mematut diri setiap kali lewat di depan permukaan mengilap--misalnya pada etalase toko, kaca mobil, kaca spion, atau bahkan layar handphone--maka orang pun bisa mencibir melihatnya.
3. The primper
Merupakan hal normal bahwa perempuan senang bersolek. Akan tetapi, berdandan pun harus memerhatikan tempat. Ruangan seperti lady’s room bisa digunakan sebagai tempat untuk acara berdandan perempuan. Memulaskan bedak, membubuhkan maskara, memoleskan lipstik, atau menyisir rambut di sembarang tempat akan membuat pemandangan orang disekitar menjadi terganggu. Sama halnya dengan kelakukan pria yang mencungkil kuku atau mengorek kuping di tempat umum.
4. Curse like a sailor
Saat sedang berkumpul bersama teman-teman dekat, kita bisa saja menumpahkan kekesalan terhadap si ini dan si itu dengan kata-kata pedas. Bahkan, tak jarang pakai acara menyumpah-nyumpah segala. Kalau hanya dilakukan sesekali, mungkin masih sah-sah saja. Namun, lain cerita jika tidak bisa mengerem mulut dan melontarkan kutukan di mana-mana. Sebaiknya berhati-hati dengan ucapan, kalau tidak mau dicap tidak tahu adat dan sopan santun.


Diterbitkan di: Juli 25, 2009
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5

Bookmark & share this post

.