Anak adalah buah hati kita, maka dari itu banyak orang tua
merasa sangat perlu mendidik anak –
anaknya agar mereka menjadi yang terbaik
dan berguna. Nah dalam hal mendidik anak inilah kadang – kadang orang tua salah
menerapkan pola dalam hal mendidik anak, berikut adalah beberapa contoh dari
cara mendidik anak yang kurang baik.
- Jika
anak terjatuh karena menyenggol meja, kita memukul mejanya dan mengatakan
pada si kecil bahwa meja itu jahat.Sikap seperti ini akan mendidik
anak menjadi manusia pendendam. Si anak juga akan terdidik untuk menjadi
manusia yang tidak pernah merasa bersalah. "Pokoknya apapun yang terjadi,
yang salah adalah orang lain, bukan saya!
- Kalau
anak terjatuh, kita akan langsung menggendongnya dan melindunginya,
bersikap seolah2 si anak baru saja mengalami musibah yang sangat besar.Sikap
seperti ini akan mendidik anak menjadi manusia manja, yang tidak kuat
menahan cobaan hidup. Mereka akan gampang menyerah jika menghadapi
masalah.
- Menakut-nakuti
si anak akan adanya hantu.Biasanya, cara seperti ini
digunakan oleh orang tua jika anak mereka bandel atau tidak bisa diberitahu.
- Terlalu
banyak melarang.Anak adalah manusia yang sedang
dalam proses belajar. Jadi wajar dong, kalau mereka sering melakukan kesalahan.
Jika terlalu banyak melarang juga akan mendidik anak menjadi manusia yang tidak
berani mencoba hal-hal baru.
- Menganggap
si anak sebagai orang bodoh. Kita justru harus memperlakukan
mereka sebagai seorang manusia yang berpotensi. Kita tak pernah tahu persis,
seberapa besar ilmu pengetahuan yang sudah tersimpan di kepala anak kita.
Karena itu, jangan sekali-kali menganggap mereka bodoh, belum tahu apa-apa,karena
hal itu dapat membuat anak menjadi minder .Dengan memperlakukan mereka secara
wajar, ini akan mendidik anak menjadi seorang manusia yang percaya diri
sehingga ia akan lebih mudah meraih sukses.
- Memarahi
anak jika mereka bertanyaMungkin kita punya anak yang
terlalu banyak bertanya. Karena bosan dan jengkel, kita memarahinya, mengatakan
mereka cerewet, bahkan menyuruhnya untuk tidak terlalu banyak bertanya.Padahal, anak yang cerewet atau
sering bertanya, sebenarnya adalah anak yang sangat pintar. Mereka ingin tahu
banyak hal. Karena itu, cobalah untuk bersabar menghadapi mereka. Jawablah
pertanyaan mereka sebisa mungkin, dengan cara yang menyenangkan. Dengan cara
seperti ini, kreativitas dan kecerdasan anak akan tumbuh dengan sewajarnya.