• Daftarkan diri
  • ‎Apakah Shvoong itu?‎
  • Masuk
    Masuk
    Ingat user ID ini. Lupa password anda?

Buat rangkuman pengetahuan manusia di Shvoong.

.

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Psikologi>Persepektif Dalam Psikologi Sosial

.

Persepektif Dalam Psikologi Sosial

oleh : nelimarhayati     

Pengarang : Hasan Mustafa
~3cdiv style~3d~22text-align~3a justify~3b~22~3e~26nbsp~3b~26nbsp~3b~26nbsp~3b~26nbsp~3b Yang dimaksud dengan perspektif
adalah asumsi-asumsi dasar yang paling banyak sumbangannya kepada pendekatan psikologi sosial. Perspektif perilaku menyatakan bahwa perilaku sosial kita paling baik dijelaskan melalui perilaku yang secara langsung dapat diamati dan lingkungan yang menyebabkan perilaku kita berubah. Perspektif kognitif menjelaskan perilaku sosial kita dengan cara memusatkan pada bagaimana kita menyusun mental ~28pikiran~2c perasaan~29 dan memproses informasi yang datangnya dari lingkungan .~3cbr /~3e
~26nbsp~3b~26nbsp~3b~26nbsp~3b~26nbsp~3b~26nbsp~3b Kedua perspektif tersebut banyak dikemukakan oleh para psikolog sosial yang berlatar belakang psikologi. Di samping kedua perspektif di atas~2c ada dua perspektif lain yang sebagian besarnya diutarakan~3cbr /~3e
oleh para psikolog sosial yang berlatas belakang sosiologi. Perspektif struktural memusatkan perhatian pada proses sosialisasi~2c yaitu proses di mana perilaku kita dibentuk oleh peran yang beraneka ragam dan selalu berubah~2c yang dirancang oleh masyarakat kita. Perspektif interaksionis memusatkan perhatiannya pada proses interaksi yang mempengaruhi perilaku sosial kita. Perbedaan utama di antara kedua perspektif terakhir tadi adalah pada~26nbsp~3b pihak mana yang berpengaruh paling besar terhadap pembentukan perilaku. Kaum strukturalis cenderung meletakan struktur sosial ~28makro~29 sebagai determinan perilaku sosial individu~2c sedangkan kaum interaksionis lebih memandang individu ~28mikro~29 merupakan agen yang aktif dalam membentuk perilakunya sendiri. Karena banyaknya teori yang dikemukakan untuk menjelaskan perilaku sosial maka seringkali muncul pertanyaan ~3a “Teori mana yang paling benar ~3f” atau “teori mana yang terbaik~3f” .~3cbr /~3e
~26nbsp~3b~26nbsp~3b~26nbsp~3b Hampir seluruh psikolog sosial akan menjawab bahwa tidak ada teori yang salah atau yang paling baik~2c atau paling jelek. Setiap teori mempunyai keterbatasan dalam aplikasinya. Misalnya dalam mempelajari agresi ~28salah satu bentuk perilaku sosial~29~2c para behavioris bisa memusatkan pada pengalaman belajar yang~3cbr /~3e
mendorong terjadinya perilaku agresif – pada bagaimana orang tua~2c guru~2c dan pihak-pihak lain yang memberi perlakuan positif pada perilaku agresif. Bagi yang tertarik pada perspektif kognitif maka obyek kajiannya adalah pada bagaimana seseorang mempersepsi~2c interpretasi~2c dan berpikir tentang perilaku agresif. Seorang psikolog sosial yang ingin menggunakan teori medan akan mengkaji perilaku agresif dengan cara melihat hubungan antara karakteristik individu dengan situasi di mana perilaku agresif tersebut ditampilkan. Para teoritisi pertukaran sosial~26nbsp~3b bisa memusatkan pada adanya imbalan sosial terhadap individu yang menampilkan perilaku agresif. Jika memakai kacamata teori peran~2c perilaku agresif atau tidak agresif ditampilkan oleh seseorang karena harapan-harapan sosial yang melekat pada posisi sosialnya harus dipenuhi.~3cbr /~3e
~26nbsp~3b~26nbsp~3b~26nbsp~3b~26nbsp~3b Demikianlah~2c setiap teori bisa digunakan untuk menjadi pendekatan yang efektif tidak untuk semua aspek perilaku. Teori peran lebih efektif untuk menjelaskan perilaku X dibanding dengan teori yang berperspektif kognitif~2c misalnya. ~3cbr /~3e
~3c/div~3e
~3cbr /~3e
Diterbitkan di: Juni 20, 2009
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5

Bookmark & share this post

.