• Daftarkan diri
  • ‎Apakah Shvoong itu?‎
  • Masuk
    Masuk
    Ingat user ID ini. Lupa password anda?

Buat rangkuman pengetahuan manusia di Shvoong.

.

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Psikologi>Memahami Emosi Anak Tunggal

.

Memahami Emosi Anak Tunggal

oleh : api2    

Pengarang : Hidayat
Selama masa kanak-kanak emosi anak sangat kuat. Anak lebih mudah masuk dalam ledakan-ledakan emosional, karena berada dalam
periode ketidakseimbangan. Terlihat sekali pada anak usia 2,5 sampai 3,5 tahun dan 5,5 sampai 6,5 tahun. Emosi yang tinggi lebih banyak disebabkan faktor psikologis daripada fisiologis. Apalagi pada anak yang mendapatkan tekanan lebih dari orang tuanya agar terus berprestasi, anak mengalami ketegangan emosional. Berbeda sekali dengan anak dari orang tua yang realistis.
Karakteristik anak tunggal secara umum ada keterikatan dengan orang tua atau pengasuhnya. Anak tunggal mendapat kesempatan luas untuk berinteraksi dengan orang tuanya. Kelebihan dan kekurangan memiliki anak tunggal, yakni:
- hubungan orang tua dan anak semakin dekat.
- Orang tua cenderung overprotektif.
- Pola asuh cenderung permisif, namun bisa juga demokratis.
- Orang tua cenderung berharap prestasi tinggi pada anaknya.
- Anak memiliki kebebasan lebih untuk menentukan peran dirinya.
Untuk para orang tua disarankan untuk:
- memberi kesempatan pada anak untuk bergaul dengan kawan-kawannya, agar bisa belajar berbagi, bersaing dan bernegosiasi.
- Anak didorong untuk menjadi diri sendiri, sesuai dengan bakat dan kemampuannya masing-masing. Bukan berdasarkan kehendak orang tua.
- Bantulah anak tunggal yang mengalami kesulitan bergaul di sekolah.
Jika anak merasa aman, nyaman dan dilingkupi kasih sayang, pasti anak tumbuh dengan baik dan percaya diri.
Diterbitkan di: April 18, 2009
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5

Bookmark & share this post

.