Sungguh mengagumkan orang-orang yang begitu mencintai pekerjaannya hingga membuat orang-orang di sekelilingnya pun merasakan
perasaan positif tersebut. Kecintaannya terlihat pada sikap melakukan pekerjaannya dengan all out hingga berbuat semaksimal mungkin.
Kalau mau jujur berapa banyak diantara kita yang memiliki posisi tinggi tetapi melakukan pekerjaan itu semata-mata hanya karena mengejar penghasilan, kedudukan atau prestige semata.
Memang uang itu adalah hal yang penting tetapi kita tetap saja mampu berpenghasilan sambil tetap mencintai pekerjaan kita.
Yang menjadi pertanyaan adalah: apakah kita sudah melakukan pekerjaan yang memang kita iginkan atau memang kita stuck saja di pekerjaan yang tidak kita cintai sekarang tanpa bisa berbuat apa-apa?
Kalau memang ternyata kita sudah berada pada bidang yang kita inginkan, rasanya tidak ada alasan untuk tidak mencintai pekerjaan tersebut.
Tetapi ketika kita masuk dalam kategori stuck, yang perlu dipertimbangkan adalah apakah kita memang stuck? Kadang-kadang memang ditemukan jalan buntu tetapi tetap kita masih punya pilihan.
Kalau memang kita tersiksa dengan pekerjaan itu, maka hentikan saja!
Lebih baik kita berjuang dan terus berjuang, untuk terus mencari hingga bisa melakukan pekerjaan yang memang kita cintai secara tulus.
Sesungguhnya berkah terpenting dan terutama adalah ketika kita mampu melakukan pekerjaan yang kita cintai dengan setulus hati sejujur-jujurnya.
Andaikan mungkin kita harus melakukan pekerjaan yang kita tidak suka karena faktor keuangan, itu adalah sebuah pilihan yang kita ambil.
Jadi cintailah pekerjaan itu karena pekerjaan itu merupakan pilihan yang kita buat. Terimalah pilihan kita dengan besar hati.
Pekerjaan adalah lahan untuk dapat memberikan yang terbaik sembari terus belajar menjadi individu yang lebih baik dan terus lebih baik.
Marilah menelaah pekerjaan yang kita miliki saat ini, cintailah dengan lebih lagi dan bersyukur atas pekerjaan tersebut.
Andaikan kita membenci pekerjaan kita, sadarilah bahwa kita selalu memiliki pilihan. Pilihan itu seperti udara yang selalu ada untuk dihirup.
Yang terpenting adalah kemauan kita untuk melihat dan mengakui pilihan kemudian secara berani mengambil pilihan tersebut.