Percekcokan antara menantu
dan
mertua mungkin bukan lagi cerita baru bagi kita. Lantas bagaimana cara
menjalani perkawinan
dengan kemungkinan resiko sesedikit mungkin
terjadi percekcokan dengan ortu suami? Coba simak yang satu ini.
Apa yang terjadi sebenarnya
sah-sah saja terjadi. Sebab mertua perempuan, terkadang masih belum
dapat menerima bahwa anak lelakinya telah menikah dan telah
memiliki istri. Sementara
disisi lain, sang menantu pun merasa bahwa sang suami telah menjadi miliknya.
Sehingga secara otomatis tanggung jawab untuk melayani sang suami yang dulu
menjadi tanggung jawab orang tua kini telah berpindah tangan pada sang istri.
1. Saat Anda memulai menjalani
hubungan sebelum masa pernikahan, tentunya Anda pun dituntut untuk mengetahui
latar belakang
keluarga sang suami. Tak hanya latar belakang pendidikan, tetapi
juga kebiasaan serta budaya yang sering kali dilakukan oleh keluarga. Makin
dekatnya hubungan satu keluarga. Biasanya memiliki kegiatan keluarga yang dapat
mengeratkan hubungan antara satu sama lain. Arisan keluarga, biasanya hal ini
sering kali dilakukan secara berkala bagi keluarga yang memiliki hubungan
keluarga yang cukup erat. Dan dengan adanya kegiatan tersebut, tentunya
memudahkan Anda untuk mengenali pribadi lepas pribadi. Baik mengenai kebiasaan
serta sifat dari para anggota keluarga. Karenanya tak heran apabila ada pepatah
yang mengatakan, bahwa dalam pernikahan, Anda tidak hanya menikah dengan
pasangan Anda namun Anda akan terikat secara langsung dengan keluarga besar
pasangan Anda.
2. Bicarakan perbedaan pendapat
secara bijak dan tanpa harus menyinggung baik Anda maupun mertua. Karena
bagaimanapun tujuan Anda dan mertua sama, yakni ingin membuat sebuah keluarga
harmonis yang penuh dengan kebahagiaan serta memiliki anak ataupun cucu yang
sesuai dengan harapan keluarga. Namun mungkin hanya caranya saja yang berbeda.
Jika boleh diibaratkan, Anda dan mertua berjalan pada satu rel yang sama dengan
tujuan yang sama. Namun Anda dan mertua berada pada sisi yang berlainan.
3. Pengertian yang besar antara
Anda dan pasangan untuk dapat saling memahami tentunya mudahkan Anda untuk
dapat mencarikan jalan tengah dari apa yang terjadi. Terlebih pasangan Anda pun
mengenal lebih dekat mengenai watak dan kebiasaan orang tua masing-masing.
4. Apabila terjadi ketidak samaan
persepsi antara Anda dan mertua, cobalah sesekali Anda memahami apa yang
menjadi keinginan mertua. Terkadang menjadi pendengar yang baik, dapat pula
membantu Anda untuk menengahi masalah yang terjadi. Namun tentunya dengan
bermodalkan kesabaran, Anda dapat melakukan hal ini. Karena tak jarang ada
mertua yang memiliki prinsip "banyak maunya".
Ringkasan lain tentang Tips Menghindari Cekcok Dengan Mertua