Makalah ini secara kritis mengevaluasi arti penting IQ dan EQ bagi keefektifan organisasi. Caranya pertama
dengan mendefinisikan
apa itu IQ, EQ, dan keefektifan organisasi. Setelah penulis mendefinisikan konsep-konsep ini, esai kemudian menentukan kekuatan dan kelemahan aktif IQ dan EQ dalam hal kontribusinya bagi keefektifan organisasi. Di dalam makalah ditulis: "Alasan untuk mendefisinisikan IQ
dengan cara seperti ini adalah bahwa, menurut pandangan penulis, semua definisi, teori, titik pandang dan konstruk IQ mempunya suatu aspek yang dapat dideskripsikan sebagai kemampuan kognitif yang pada gilirannya dapat diidentifikasi dengan tes psikometri. Ini karena kemampuan yang dinyatakan berupa kemampuan kognitif itu luas." Pengetahuan mengenai emosi berkaitan dengan pemahamanmengenai penentu dan konsekuensi suasana hati dan emosi, serta
bagaimana keduanya berkembang dan berubah dari waktu ke waktu. Proposisi utama konstruk ini adalah bahwa orang berbeda-beda kepeduliannya dan pemahamannya mengenai bagaimana berbagai situasi, peristiwa, orang, dan stimuli lain membangkitkan emosi. Lebih jauh, dikatakan bahwa apresiasi terhadap konsekuensi suasana hati dan emosi juga bervariasi dari satu individu ke yang lain. Dengan kata lain, sebagian orang mempunyai sedikit sekali pemahaman mengenai bagaimana mereka dipengaruhi oleh perasaan, sementara orang lain lebih sadar akan pengaruh emosi pada tindakan mereka."