Contoh, maksud si kecil ingin mengatakan "Mau ikut ke
pasar", tapi yang dia ucapkan, "pacang icut mau", dan
sebagainya.
Ini tentu saja membingungkan dan kadang sulit dipahami pihak yang
diajak bicara. Tak perlu menyalahkan susunan
kalimat si kecil karena bisa
mengundangnya untuk terus mengulang yang salah. Jangan lupa, di usia ini, si
kecil masih dalam masa negativistik sehingga senang membangkang. Sebaiknya coba
luruskan
dengan cara mengucapkan kalimat dengan susunan yang benar. "Oh,
Adek mau ikut ke pasar, ya!" Lalu, berikan jawaban, "Adek boleh kok,
ikut ke pasar."