Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Ilmu Politik>Perbedaan Pemerintahan Monarki dan Republik

Perbedaan Pemerintahan Monarki dan Republik

oleh: DionThohiron     Pengarang: SUNARSO; M.Si. dkk
ª
 

Bentuk pemerintahan modern menurut Jelinec dan Leon Duguit dibagi menjadi dua, yakni kerajaan atau monarki dan republik. Monarki adalah negara yang dikepalai oleh seorang raja secara turun temurun dan menjabat untuk seumur hidup. Selain raja, kepala negara monarki dapat dipimpin oleh kaisar (Jepang), syah (Iran), ratu (Inggris, Belanda), Emir (Kuwait), atau Sultan (Brunai Darussalam). Contoh negara monarki adalah Malaysia, Brunai Darussalam, Thailand, Jepang, Inggris, Belanda, Swedia, Norwegia, Monako, Maroko, Arab Saudi, Kuwait, Jordania, Belgia, Denmark dan sebagainya. Pemerintahan monarki dapat dibedakan atas tiga jenis, yaitu (i) monarki absolut, (ii) monarki konstitusional, dan (iii) monarki parlementer. Monarki absolut ialah sistem pemerintahan yang wewenang dan kekuasaan raja tidak terbatas. Perintah raja merupakan UU yang harus dilaksanakan. Sistem ini dilaksanakan di Eropa sebelum Revolusi Prancis, maupun kerajaan di Nusantara pada masa lalu. Monarki konstitusional ialah sistem pemerintahan yang kekuasaan rajanya dibatasi oleh konstitusi (UUD). Tindakan raja harus sesuai dan berdasar pada konstitusi, misalnya Saudi Arabia dan Denmark. Monarki parlementer ialah pemerintahan yang dikepalai oleh raja dan disamping raja ada parlemen. Kekuasaan raja sangat terbatas karena dibatasi oleh konstitusi. Parlemen ini juga sebagai wadah para menteri, baik sendiri maupun bersama-sama bertanggungjawab. Raja hanya sebagai lambang kesatuan negara. Contohnya adalah Inggris, Belanda, Jepang dan Thailand.


Istilah republik berasal dari bahasa Latin res publica yang berarti ‘kepentingan umum’. Negara republik ialah negara dengan pemerintahan rakyat yang dikepalai oleh seorang presiden yang dipilih dari rakyat, oleh rakyat, untuk masa jabatan tertentu. Contoh negara yang menerapkan sistem ini adalah Indonesia, Filipina, Amerika Serikat, dan Jerman. Sistem pemerintahan republik dapat dibedakan atas 3 jenis, yaitu (i) republik presidensial, (ii) republik parlementer, dan (iii) republik absolut. Republik presidensial memiliki ciri utama sebagai berikut. Kepala negara dan kepala pemerintahannya dipegang oleh satu orang, yakni presiden. Para menteri bertanggung jawab kepada presiden. Biasanya presiden dipilih langsung oleh rakyat dengan masa jabatan tertentu dan menjalankan pemerintahan berdasar UUD dan UU. Contohnya Indonesia, Amerika Serikat, dan Filipina. Republik parlementer memiliki ciri utama sebagai berikut. Presiden sebagai kepala negara, sedangkan perdana menteri sebagai kepala pemerintahan. Para menteri di bawah komando perdana menteri dan bertanggungjawab kepada parlemen. Contohnya adalah Italia dan India serta Pakistan. Republik absolut merupakan sistem pemerintahan yang sudah banyak ditinggalkan. Contohnya adalah Republik Jerman semasa pemerintahan Hitler ataupun Republik Italia dibawah Musolini.

Diterbitkan di: 14 Maret, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    perbedaan monarki dan republik Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    perbedaan bentuk negara republik dengan monarchi? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    jelaskan kelebihan dan kelemahan sistem pemerintahan monarki dan republik? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    ciri-ciri negara federasi Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.