Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Makna Proklamasi

oleh: SuAS    
ª
 
Pada Tanggal 17 Agustus 1945 pagi, Soekarno membacakan proklamasi. Pernyataan ini mengandung makna yang penting untuk kita ketahui dan tanamkan dalam diri setiap warga negara Indonesia. Hal ini menjadi penting agar proklamasi dan segenap perjuangan sebelum dan setelah proklamasi dalam merengkuh kebebasan dari belenggu kebebasan tidak sia-sia.

Secara etimologis proklamasi berasal dari kata pro dan klaim yang berarti mengklaim diri sendiri. Secara harfiah proklamasi menurut kamus besar bahasa Indonesia adalah pemberitahuan resmi kepada seluruh rakyat; Permakluman ; Pengumuman. Kemerdekaan berasal dari kata dasar merdeka yang artinya adalah bebas (dari penghambaan, dan penjajahan) berdiri sendiri, tidak terkena atau lepas dari tuntutan; tidak terikat; tidak bergantung kepada orang atau pihak lain; leluasa[1]. Jadi proklamasi kemerdekaan adalah “Pemberitahuan resmi kepada seluruh rakyat yang menjelaskan bahwa bangsa dan negara dalam keadaan bebas dan tidak terjajah lagi, tidak terikat dan tidak bergantung kepada orang atau pihak tertentu.

Secara historis proklamasi merupakan suatu tindakan yang revolusioner dalam perspektif global. Hassan Wirayuda[2] menganalisa makna proklamasi dari pilihan kata yang dipakai dalam teks proklamasi yang dibandingkan dengan konsepsi tentang kemerdekaan yang berkembang pada saat itu. Proklamasi dalam analisanya ini tidak dipandang secara parsial tetapi dipandang sebagai kontinuitas historis.

Pada kalimat pertama proklamasi “….menyatakan kemerdekaan Indonesia” yang menyiratkan keyakinan para pendiri negara kita bahwa kemerdekaan merupakan hak bagi suatu bangsa. Konsepsi kemerdekaan sebagai hak suatu bangsa jika dicermati su­dah bulat disepakati para pendiri negara, dengan dimasukkannya sila “Kemanusiaan yang adil dan beradab” dua bulan sebelum Hari Proklamasi Ke­merdekaan I7 Agustus I945 yaitu dalam Piagam Jakarta 22 Juni I945 pada. Sementara itu dalam Piagam PBB yang disahkan dan ditandatangani 26 Juni I945 sama sekali tidak berbicara tentang ke­merdekaan sebagai hak[3].

Dalam Piagam PBB terdapat konsep self determination namun saat itu diartikan hanya sebagai self rule, semacam otonomi, dan tidak pernah di­maksudkan sebagai "hak untuk merdeka". Kemerdekaan hanya dimungkinkan atas persetujuan (by agreement) dari negara penjajah. Dan sesuatu yang harus di­perjanjikan lebih dulu itu jelas bukan suatu hak[4].

Para perancang naskah Proklamasi me­milih kata "….pemindahan kekuasaan….". Pemilihan kata "pemin­dahan" merupakan konsekuensi logis dari makna kalimat pertama, bahwa kemer­dekaan yang dinyatakan itu adalah hak kita. Kata "memindahkan" merupakan tindak sepihak. Karena itu kita tidak memerlukan persetujuan siapa-siapa. Berbeda dengan pengertian "serah te­rima", yang merupakan tindakan dua pihak, antara yang menyerahkan dan yang menerima[5]. Yang belakangan ini se­jalan dengan konsepsi kemerdekaan atas persetujuan (by agreement) yang tercantum dalam Piagam PBB.

Pada persfektif pemaknaan historis global yang di kemukakan oleh Hassan Wirayuda di atas, kita dapat berbangga hati. Betapa tidak 15 (lima belas) tahun sebelum dunia internasional mengakui bahwa kemerdekaan adalah hak setiap bangsa yang tercantum dalam Resolusi Majelis Umum PBB No 1514 tahun 1960 kita telah mengakuinya, yang tersirat dalam makna proklamasi.

Jadi secara kewilayahan, makna proklamasi dapat dilihat dari dua perspektif yaitu nasional dan global. Dari perspektif nasional proklamasi bermakna bahwa bangsa Indonesia telah merdeka, terbebas dari belenggu penjajahan dan bebas menentukan nasib sendiri. Dari perspektif global prolakmasi bermakna sebagai pengakuan kepada seluruh bangsa-bangsa di muka bumi bahwa kemerdekaan merupakan suatu hak.

Sumber:

http://www.deplu.go.id /Pages/SpeechTranscriptionDisplay.aspx?Name1=Pidato&Name2=Menteri&IDP=287&l=iddiakses tanggal 1 Maret 2012 Pkl 20:21

pusatbahasa.kemdiknas. go.id/kbbi/.


[1]Data ini diperoleh dari situs resmi Kementrian Pendidikan Nasional dengan alamat website pusatbahasa.kemdiknas.go.id/kbbi/.

[2] Hassan Wirayuda merupakan mantan menteri luar negeri Indonesia menjabat dalam dua kabinet, Kabinet Gotong Royong (2001—2004) dan Kabinet Indonesia Bersatu (2004—2009).

[3] Teks Pidato Hassan Wirayuda yang dimuat di Harian Kompas tanggal 18 Agustus 2004 dalam situs resmi Departemen Luar Negeri Republik Indonesia pada link http://www.deplu.go.id/Pages/SpeechTranscrip tionDisplay.aspx?Name1=Pidato&Name2=Menteri&IDP=287&l=id

[4]Ibid

[5] Ibid

Diterbitkan di: 11 Maret, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    kalimat kedua teks proklamsi mengandung makna apa ya Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    kalimat kedua teks proklamsi mengandung makna apa ya Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    Ada tugas tpi Makalahnya gak Lengkap... Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    maknanya kurang lengkap? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    mana makna lengkapnya ?? :/ ( 1 Jawaban ) Lihat semua
  1. Jawaban  :    yang ituu tuu 15 April 2013
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    apa makna yang terkandung dalam proklamasi? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    hmm kyaknya belom lngkap dechh.. :(:( Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    penjelasan yang terperinci dari proklamasi kemerdekaan indonesia terdapat dalam Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    apa makna proklamasi ? coba jawab yang singkat, padat, dan jelas ! Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    apa makna proklamasi kemerdekaa? Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.