Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Ilmu Politik>Golput ditinjau melalui Pendekatan Sosiologi

Golput ditinjau melalui Pendekatan Sosiologi

oleh: irzu     Pengarang : suhaimiraz
ª
 
Pendekatan sosiologi ini disebut juga madhab Columbia (The
Columbia School of Electoral Behavior). Pendekatan ini menjelaskan
karakteristik sosial dan pengelompokan-pengelompokan sosial mempunyai
pengaruh yang cukup signifikan dalam menentukan perilaku memilih
seseorang. Pengelompokan seperti umur (tua-muda), jenis kelamin (lakiperempuan),
agama dan semacamnya diyakini punya peranan penting
mengkonstruksi pola pikir pemilih.
Pemahaman akan ikatan-ikatan keagamaan, profesi, kelompok
bisnis, keluarga dan kelompok informal merupakan sesuatu yang sangat
vital. Dean Jaros menguatkan bahwa perilaku politik seseorang
berhubungan erat dalam satuan keanggotaan kelompok tertentu.
Gerad Pomper lebih tegas menjelaskan pengaruh pengelompokan
sosial dalam kaitanya dengan perilaku golput. Baginya perilaku golput
dapat diletakkan dalam bingkai predisposisi sosial-ekonomi keluarga
pemilih dan predisposisi sosial-ekonomi pemilih sendiri. Keduanya
mempunyai hubungan signifikan dengan perilaku memilih seseorang.
Maksudnya kondisi ayah dan ibu pemilih akan berpengaruh pada perilaku
politik anak, termasuk dalam memilih agama yang dianut, tempat tinggal,
dan kelas sosial.
Hubungan agama, organisasi sosial dan pilihan politik misalnya
dapat dilihat pada masyarakat Madura yang mayoritas santri dimana
sebagian besar afiliasi politiknya ke PKB dan PPP sebagai basis partai
relegius.
Artinya pendekatan sosiologi melihat perilaku golput seseorang
sangat dipengaruhi oleh bagaimana pola hidup seseorang dan bagaimana
dia menempatkan dirinya dalam katagori-katagori sosial di atas. Kelompok
sosial itulah yang turut membentuk kesadaran ataupun kehendak perilaku
politiknya. . . . . . . . . . . . . . . . . . .. . . . . . .
Diterbitkan di: 29 Desember, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.