Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Ilmu Politik>2. Paham Negara Integralistik

2. Paham Negara Integralistik

oleh: yusfy0527     Pengarang : Yohanesari
ª
 
  • Melalui sidang BPUPKI tanggal 31 Mei 1945, Supomo mengusulkan paham Integralistik yang menurutnya paham ini berakar pada keanekaragaman budaya bangsa namun hal itu justru mempersatukan dalam suatu kesatuan integral yang disebut Negara Indonesia.

    Paham integralistik yang terkandung dalam Pancasila meletakkan asas kebersamaan hidup, mendambakan keselarasan dalam hubungan antar individu maupun masyarakat. Dalam pengertian ini paham negara integralistik tidak memihak kepada yang kuat, tidak mengenal dominasi mayoritas dan juga tidak mengenal tirani minoritas. Maka di dalamnya terkandung nilai kebersamaan, kekeluargaan, ke “binneka tunggal ika” an, nilai religiusitas serta selaras. Bila dirinci maka paham Negara Integralistik memiliki pandangan sebagai berikut :

    1. Negara merupakan suatu susunan masyarakat yang integral.
    2. Semua golongan bagian, bagian dan anggotanya berhubungan erat satu dengan lainnya.
    3. Semua golongan, bagian dan anggotanya merupakan persatuan masyarakat yang organis.
    4. Yang terpenting dalam kehidupan bersama adalah perhimpunan bangsa seluruhnya.
    5. Negara tidak memihak kepada sesuatu golongan atau perseorangan.
    6. Negara tidak menganggap kepentingan seseorang sebagai pusat.
    7. Negara tidak hanya untuk menjamin kepentingan seseorang atau golongan saja.
    8. Negara menjamin kepentingan masyarakat seluruhnya sebagai suatu kesatuan integral.
    9. Negara menjamin keselamatan hidup bangsa seluruhnya sebagai suatu kesatuan yang tak dapat dipisahkan.
  • Negara Pancasila adalah Negara Kebangsaan yang Berketuhanan Yang Maha Esa

    Sesuai dengan makna negara kebangsaan Indonesia yang berdasarkan Pancasila adalah kesatuan integral dalam kehidupan bangsa dan negara, maka memiliki sifat kebersamaan, kekeluargaan serta religiusitas. Dalam pengertian inilah maka Negara Pancasila pada hakikatnya adalah negara kebangsaan yang Berketuhanan Yang Maha Esa.

    Rumusan Ketuhanan Yang Maha Esa sebagaimana terdapat dalam Pembukaan UUD 1945, telah memberikan sifat yang khas kepada Negara Kebangsaan Indonesia, yaitu bukan merupakan negara sekuler yang memisahkan antara agama dengan negara demikian juga bukan merupakan negara agama yaitu negara yang mendasarkan atas agama tertentu.

    Negara tidak memaksa dan tidak memaksakan agama karena agama adalah merupakan suatu keyakinan bathin yang tercermin dalam hati sanubari dan tidak dapat dipaksakan. Kebebasan beragama dan kebebasan agama adalah merupakan hak asasi manusia yang paling mutlak, karena langsung bersumber pada martabat manusia yang berkedudukan sebagai makhluk pribadi dan makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. Oleh karena itu agama bukan pemberian negara atau golongan tetapi hak beragama dan kebebasan beragama merupakan pilihan pribadi manusia dan tanggung jawab pribadinya.

    Hubungan negara dengan agama menurut Negara Pancasila adalah sebagai berikut :

    1. Negara adalah berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa.
    2. Bangsa Indonesia adalah sebagai bangsa yang Berketuhanan Yang Maha Esa.
    3. Tidak ada tempat bagi Atheisme dan Sekulerisme karena hakikatnya manusia berkedudukan kodrat sebagai makhluk Tuhan.
    4. Tidak ada tempat pertentangan agama, golongan agama, antar dan inter pemeluk agama serta antar pemeluk agama.
    5. Tidak ada tempat bagi pemaksaan agama karena ketaqwaan itu bukan hasil paksaan bagi siapapun juga.
    6. Oleh karena itu harus memberikan toleransi terhadap orang lain dalam menjalankan agama dan negara.
    7. Segala aspek dalam pelaksanaan dan penyelenggaraan negara harus sesuai dengan nilai-nilai Ketuhanan Yang Maha Esa terutama norma-norma hukum positip maupun norma moral baik moral negara maupun moral para penyelenggara negara.
    8. Negara pada hakikatnya adalah merupakan “ . . . . .berkat Rahmat Allah Yang Maha Esa.

    Menurut paham Theokrasi hubungan negara dengan agama merupakan hubungan yang tidak dapat dipisahkan karena negara menyatu dengan agama dan pemerintahan dijalankan berdasarkan firman-firman Tuhan. Dengan demikian agama menguasai masyarakat politis.. Dalam praktik kenegaraan, terdapat dua macam pengertian negara Theokrasi yaitu Theokrasi Langsung dan Negara Theokrasi Tidak Langsung.

    a. Theokrasi Langsung

    Dalam sistem negara theokrasi langsung kekuasaan adalah langsung merupakan otoritas Tuhan. Adanya negara di dunia ini adalah atas kehendak Tuhan dan yang memerintah adalah Tuhan. Dalam sejarah Perang Dunia II, rakyat Jepang rela mati berperang demi Kaisarnya, karena menurut kepercayaannya Kaisar adalah sebagai anak Tuhan. Negara Tibet dimana pernah terjadi perebutan kekuasaan antara Pancen Lama dan Dalai Lama adalah sebagai penjelmaan otoritas Tuhan dalam negara dunia.

    b. Theokrasi Tidak Langsung

    Negara Theokrasi tidak langsung bukan Tuhan sendiri yang memerintah dalam negara, melainkan kepala negara atau raja, yang memiliki otoritas atas nama Tuhan. Kepala Negara atau Raja memerintah atas kehendak Tuhan, sehingga kekuasaan dalam negara merupakan suatu karunia dari Tuhan.

    Dari uraian tersebut jelaslah bahwa Negara Pancasila adalah negara yang melindungi seluruh agama di seluruh wilayah tumpah darah. Sebagaimana tersebut dalam Pasal 29 ayat (2) memberikan kebebasan kepada seluruh warga negara untuk memeluk agama dan menjalankan ibadah sesuai dengan keimanan dan ketakwaan masing-masing. Negara kebangsaan yang berketuhanan yang Maha Esa adalah negara yang merupakan penjelmaan dari hakikat kodrat manusia sebagai individu makhluk, sosial dan manusia adalah pribadi dan makhluk Tuhan yang Maha Esa.

    Diterbitkan di: 25 Desember, 2011   
    Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
    1. Menjawab   Pertanyaan  :    paham negara integralistik di kemukakan oleh Lihat semua
    1. Menjawab   Pertanyaan  :    apa contoh dari paham integralistik??? Lihat semua
    1. Menjawab   Pertanyaan  :    bagaimana dengan sikap pemaksaan kehendak yang terkait dalam paham negara integralistik??? Lihat semua
    1. Menjawab   Pertanyaan  :    apa yang di maksud dengan integralistik Lihat semua
    1. Menjawab   Pertanyaan  :    apa yang dimaksud dengan paham negara integralistik? , Siapa yang mengemukakakan? Lihat semua
    1. Menjawab   Pertanyaan  :    bagaimana pandangan integralistik dalam filsafat pancasila/ Lihat semua
    1. Menjawab   Pertanyaan  :    Apa yang dimaksud dengan suatu kesatuan integral itu ? Tolong jelaskan ! Terima kasih... Lihat semua
    1. Menjawab   Pertanyaan  :    hakekat negara persatuan yang integralistik Lihat semua
    Terjemahkan Kirim Link Cetak
    X

    .