Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Ilmu Politik>Perencanaan Pembangunan Sebelum Dan Sesudah Reformasi

Perencanaan Pembangunan Sebelum Dan Sesudah Reformasi

oleh: AldimanFransius    
ª
 
A. Perencanaan Pembangunan Sebelum Masa Reformasi
Pada masa Orde Baru pemerintah berfokus pada pembangunan karena Indonesia masih negara berkembang dan salah satu cara agar tujuan negara tercapai yakni negara maju dengan mensejahterakan rakyatnya maka dibentuklah program atau perencanaan pembangunan. Adapun teori pembangunan yang dianut pada perencanaan pembangunan pada masa orde baru disebut teori Rostow. Teori Rostow menjelaskan bahwa modernisasi adalah proses bertahap dimana berkembang dari masyarakat tradisional kepada masyarakat konsumsi tinggi. Adapun tahapan teori Rostow :
a. Masyarakat tradisional
b. Masyarakat pra kondisi tinggal landas
c. Masyarakat tinggal landas
d. Masyarakat kematangan pertumbuhan
e. Masyarakat dengan konsumsi tinggi
Teori ini menjelaskan secara terperinci tahap-tahap dan prasyarat yang akan menjadikan negara tersebut menjadi maju. Ini adalah salah satu alasan mengapa negara berkembang menggunakan teori ini sebagai dasar dalam membuat kebijakan tentang perencanaan pembangunan. Selain itu Rostow juga menyajikan alternatif-alternatif untuk sumber daya modal agar kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah dapat berjalan dengan lancar yakni, dana investasi pajak tinggi, dana investasi pasar modal atau pasar uang, melalui perdagangan internasional dan investasi langsung dari modal asing.
Indonesia menggunakan teori ini dalam perencanaan pembangunannya bisa kita lihat dari perencanaan pembangunan yang dicanangkan oleh pemerintah pada masa orde baru yakni Repelita (Rencana Pembangunan Lima Tahun) dengan tahap-tahapan seperti yang ada dibawah ini :
I. Repelita I (1969-1974)
Bertujuan untuk memenuhi kebutuhan dasar dan infrastruktur dengan penekanan pada bidang pertanian.
II. Repelita II (1974-1979)
Bertujuan untuk meningkatkan pembangunan di pulau-pulau selain pulau Jawa, Bali dan Madura melalui transmigrasi.
III. Repelita III (1979-1984)
Bertujuan untuk menekankan bidang industri padat karya untuk meningkatkan eksport.
IV. Repelita IV (1984-1989)
Bertujuan untuk menciptakan lapangan kerja dan industri yang baru.
V. Repelita V (1989-1994)
Bertujuan untuk menekankan bidang transportasi, komunikasi dan pendididkan.
Namun sepertinya pemerintah “salah langkah” dalam mengambil keputusan. Sebenarnya keberhasilan dari suatu program adalah bagaimana SDMnya bukan bagaimana SDAnya karena bila SDM baik, SDA baik tentulah hasil akan baik, SDM baik, SDA tidak baik hasilnya mungkin baik, contohnya Jepang dan Singapura. SDM tidak baik, SDA baik hasilnya tidak baik, contohnya Indonesia. Karena hal inilah bila dilihat dari sejarah Indonesia yang belum lama merdeka pada zaman itu, akan lebih baik bila pembangunan difokuskan pada bidang pendidikan baru pembangunan infrastruktur.

B. Pencanaan Pembangunan Sesudah Masa Reformasi
Perencanaan pembangunan pasca reformasi maupun orde baru sebenarnya dipengaruhi oleh Teori Modernisasi dan Teori Dependensi. Teori Moderenisasi berakar pada paradigma pembangunan struktural, sedangkan Teori Dependensi berakar dari pembangunan konflik. Modernisasai mewarisi pemikiran teori evolusi dan teori fungsionalisme dengan tokoh-tokoh misalnya Talcott Parson, Max Weber dan lain-lain. Teori Dependensi lahir dari dua induk, pertama berasal dari pemikiran ahli ekonomi liberal Raul Prebisch sedangkan yang kedua berasal dari teori-teori Marxis tentang Imperialisme dan Kolonialisme, serta seorang pemikir Marxis yang merevisi pandangan Marx tentang cara mengurai hubungan negara dunia ketiga dengan negara maju, serta memberikan makna tentang pembangunan bagi Negara Dunia Ketiga.
Kedua Teori yang berakar dan dua Paradigma diatas melahirkan strategi pembangunan yang berbeda pula di Negara Dunia Ketiga. Di Indonesia, secara bergantian dan keduanya pernah diterapkan secara bergantian,yang terbagi dalam dua dekade besar yaitu 1945 -1966 dan pada 1966 -1990-an. Sedangkan sejak 1990-an hingga sekarang kita menggunakan strategi pembangunan campuran.
Strategi Pembangunan campuran ini ditandai antara lain oleh hal-hal berikut, kita masih membuka tangan bagi masuknya modal asing, walaupun selektif. Kita masih mengandalkan investasi, khususnya dari luar untuk perluasan lapangan kerja. Defisit APBN tidak ditutup oleh pinjaman luar negeri tetapi pemasukan pajak. Indonesia keluar dari konsep IMF.
Indonesia mengandalakan Kebijakan Otonomi Daerah untuk meningkatkan pemerataan dan pendapatan daerah, meski tetap mempertahankan kebijakan Pembangunan berkelanjutan. Secara serius mengandalakan pembiayaan pembangunan proyek-proyek termasuk proyek infrastruktur kepada swasta.
Adapun perencanaan pembangunan pasca reformasi adalah Perencanaan Pembangunan Nasional terdiri atas perencanaan pembangunan yang disusun secara terpadu oleh Kementerian/Lembaga dan perencanaan pembangunan oleh Pemerintah Daerah sesuai dengan kewenangannya. Perencanaan Pembangunan Nasional terdiri dari:
a. Rencana pembangunan jangka panjang;
b. Rencana pembangunan jangka menengah; dan
c. Rencana pernbangunan tahunan.
Orde Reformasi, dalam membuat perencanaan pembangunan berpedoman kepada Undang-Undang No 25 Tahun 2004. Meskipun sudah ada pedomannya tetapi gerak roda pemerintahan seperti tanpa arah. Kepincangan perjalanan negara pasca Reformasi bisa terlihat dari banyak aspek, seperti tidak seimbangnya antara kemajuan ekonomi makro dan mikro; juga tidak seimbangnya antara tuntutan rakyat dan ketersediaan barang dan jasa yang dihasilkan negara. Akibat tidak adanya keseimbangan, hal inilah yang menumbuhkan ketidakpercayaan rakyat kepada negara. Hal ini terlihat dari agenda pembangunan 2004-2009 yaitu meningkatkan kesejahteraan rakyat, mewujudkan Indonesia yang aman dan damai, dan mewujudkan Indonesia yang adil dan demokratis. Sampai sekarang agenda tersebut belum dapat terlaksana dengan baik. Semua kejadian ini jelas akibat perjalanan roda pemerintahan yang tanpa peta, tanpa arah, dan tidak konseptual. Semoga pemerintah dapat mengubah perencanaan pembangunan ke arah yang lebih baik dan tentunya melaksanakan dengan baik pula.

Diterbitkan di: 15 April, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    apakah ada kebijakan perekonomian pada repelita 1 Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    dari teori mana pembangunan berkelanjutan itu didasarkan Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    Dari teori mana pembangunan berkelanjutan itu didasarkan? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    apa alasan tidak seimbangnya pembangunan di indonesia? ( 1 Jawaban ) Lihat semua
  1. Jawaban  :    kurang ketatnya hukum perpajakan yang ada di indonesia sehingga menyebabkan ketidak seimbangannya sistem pembangunan yang ada diindonesia.....1. hukum perpajakan maksudnya disini adalah apa bila orang yang tidak membayar pajak atau terlambat membayar pajak itu harus segera ditindak dan diberikan sanksi.... 2. dan bagi yang menerima pajak dalam pembangunan itu harus merata diberikan kepada seluruh masyarakat contoh kecil saja "pembangunan jalan raya itu yang dibangun jalan propensi saja di update 01 Desember 2012
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    apakah pembangunan dari masa orde lama sampai masa reformasi atau smpai sekarang sudahkah mengalami pembangunan berkelanjutan? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    bagaimana pembangunan pada masa reformasi Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    cara yang ditempuh pemerintah untuk mendapatkan uang untuk pembangunan dimasa orde baru Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    apakah teori w.w.rostow dapat di terapkan di negara indonesia.? alasannya.? ( 1 Jawaban ) Lihat semua
  1. Jawaban  :    bisa, karena negara Indonesia masih negara berkembang yang ingin menjadi maju. sedangkan Teori ini menjelaskan secara terperinci tahap-tahap dan prasyarat yang akan menjadikan negara tersebut menjadi maju. 14 Juni 2011
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.