Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Ilmu Politik>Pengertian, Obyek, dan Karakteristik Imu Politik

Pengertian, Obyek, dan Karakteristik Imu Politik

oleh: Aamprogresif    
ª
 

Istilah “politik” (politics) sering dikaitan dengan bermacam-macam
kegiatan dalam sistem politik ataupun negara yang menyangkut proses
penentuan tujuan maupun dalam melaksanakan tujuan tersebut. Di samping itu
juga menyangkut pengambilan keputusan (decisionmaking) tentang apakah yang
menjadi tujuan sistem politik yang menyangkut seleksi antara beberapa alternatif
serta penyusunan untuk membuat skala prioritas dalam menentukan tujuan-tujuan
itu. Namun menurut Brendan O’Leary (2000; 788) ilmu politik merupakan
disiplin akademis, dikhususkan pada penggambaran, penjelasan, analisis dan
penilaian yang sistematis mengenai politik dan kekuasaan. Selanjutnya dia
mengemukakan mungkin lebih tepat diberi label “politikologi”, sebagaimana
sesungguhnya hal ini terjadi di negara-negara Eropa, selain dikarenakan para
praktisinya menolak gagasan bahwa disiplin mereka adalah seperti disiplin ilmuilmu alam dan juga karena disiplin itu tidak mempunyai satu bangunan teori atau
paradigma yang padu. Tentu saja banyak teoretisi lainnya yang menentang
pendapat tersebut. Dalam tulisan ini penulis tidak akan memperpanjang
kontroversi ilmu politik tersebut.
Untuk memahami lebih jauh apa itu arti “ilmu politik” sebetulnya sangat
tergantung pada dari dimensi apa ia melihatnya. Bagi kaum institusionalis atau
institutional approach seperti Roger F. Soltau (1961: 4), mengatakan; “Political
science is the study of the state, its aims and purposes… the institutions by which
these are going to be realized, its relations with is individual members, and other
states” (Ilmu politik adalah kajaian tentang negara, tujuan-tujuan negara, dan
lembaga-lembaga yang akan melaksanakan tujuan-tujuan itu; hubungan antara
negara dengan warga negaranya serta dengan negara-negara lain). Sedangkan J.
Barents (1965: 23) mengemukakan: De wetenschap der politiek is de wetenschap
die het leven van de staat bestudeert… een maatschappelijk leven… waarvan de
staat een onderdeel vormnt. Aan het onderzoek van die staten, zoals ze werken, is
de wetenschap der politiek gewijd” ( Ilmu politik adalah ilmu tentang kehidupan
negara… yang merupakan bagian dari kehidupan masyarakat; ilmu politik
mempelajari negara-negara itu melakukan tugas-tugasnya).
Berbeda dengan kelompok pendekatan kekuasaan (power approach),
seperti Harold Laswel, W.A. Robson, maupun Deliar Noer. Laswel (1950: 240)
mengemukakan: mendefinisikan ilmu politik sebagai disiplin empiris pengkajian
tentang pembentukan dan pembagian kekuasaan, serta “tindakan politik seperti
yang ditampilkan seseorang dalam perspektif-perspktif kekuasaan”. Kemudian
Robson (1954; 24) mengemukakan: 2

Political science is concerned with the study of power in
society… its nature, basis, processes, scope and results. The
focus of interest of the political scientist… centers on the
struggle to gain or retain power, to exercise power or influence
over others, or to resist that exercise.
(Ilmu politik adalah ilmu yang memfokuskan dalam masyarakat,
… yaitu sifat hakiki, dasar, proses-proses, ruang lingkup dan
hasil-hasilnya. Fokus perhatian seorang sarjana ilmu politik …
tertuju pada perjuangan untuk mencapai atau mempertahankan
kekuasaan , melaksanakan kekuasaan atau pengaruh atas orang
lain, atau menentang pelaksanaan kekuasaan itu).

Kemudian seoang ahli ilmu politik dalam negeri kita Deliar Noer
mengemukakan: “Ilmu politik memusatkan perhatiannya pada masalah-masalah
kekuasaan dalam kehidupan bersama atau masyarakat (Noer, 1965: 56).
Berbeda dengan mereka kelompok yang menggunakan pendekatan
Pengambilankeputusan (decisionmaking approach) seperti Joyce Mitchell
maupun Karl W. Deutsch. Mitchell (1969: 4-5) mengemukakan: “Politics is
collective decisionmaking or the making f public policies for an entire society”
(Politik adalah pengambilan keputusan kolektif atau pembuatan kebijakan publik
untuk suatu keseluruhan masyarakat). Kemudian Deutsch (1970: 5) mengatakan:
“Politics is the making of decision by publics means” (Politik adalah pembuatan
keputusan oleh alat-alat publik).
Selanjutnya pengertian “ilmu politik” akan berbeda pula menurut
kelompok yang menggunakan pendekatan (public policy / belied approach),
seperti Hogerwerf maupun David Easton. Hogerwerf (1972: 38-39)
mengemukakan; Objek dari ilmu politik adalah kebijasanaan pemerintah, proses
terbentuknya, serta akibat-akibatnya. Pengertian kebijaksanaan di sini adalah
membangun secara terarah melalui penggunaan kekuasaan. Pendapat yang hampir
sama juga dikemukakan oleh Easton (1971: 128) yang menyatakan bahwa ilmu
politik “… study of the making of public policy” (studi tentang terbentuknya
kebijaksanaan umum).
Penjelasan yang berbeda juga datang dari kelompok ahli ilmu politik yang
menggunakan “pendekatan pembagian” (distribution approach) yang
dikemukakan Harold Laswel maupun David Easton. Laswel mengemukakan
bahwa “Politik adalah masalah siapa mendapat apa; kapan dan bagaimana?”
(Laswel, 1972: 128). Sedangkan menurut Easton, “Sistem politik adalah
keseluruhan dari interaksi-interaksi yang mengatur pembagian nilai-nilai secara
autoritatif (berdasarkan wewenang) untuk dan atas nama masyarakat (1965).
Sedangkan menurut Robert Dhal (1994: 4) bahwa ilmu politik tentang hubungan
manusia yang kokoh, dan melibatkan secara cukup mencolok , kendali, pengaruh,
kekuasaan dan kewenangan.
Ruang lingkup disiplin ilmu politik kontemporer sangat luas. Menurut
O’leary (2000: 794) sub-bidang utama dari penyelidikan ilmu politik meliputi: (1)
pemikiran politik; (2) teori politik; (3) sejarah politik; (4) analisis politik 3

perbandingan; (5) administrasi publik; (6) kebijakan publik; (7) sosiologi politik;
(8) hubungan internasional; (9) teori-teori kenegaraan.

Diterbitkan di: 27 Februari, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    pengertian objek politik ?? Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.