Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Ilmu Politik>Insiden Bombardir Oleh Korea Utara

Insiden Bombardir Oleh Korea Utara

oleh: supermaster    
ª
 
Korea utara dan Korea Selatan saling bertukar tembakan artileri akan menjadi topik yang superhangat penutup akhir tahun ini.

Gara-gara Korea Selatan memulai latihan perang di sekitar laut kuning dan melakukan tembakan dengan peluru hidup ke laut lepas, pasukan Korut baik dengan sengaja atau tidak melakukan balasan tembakan artileri terhadap posisi pasukan Korea Selatan secara sporadis.

Namun rupanya balasan tembakan tidak hanya menghantam posisi pasukan militer Korea Selatan namun juga mengenai sasaran sipil. Beberapa perumahan dan bangunan ikut hancur dan terbakar. Belum lagi jumlah korban sipil yang berjatuhan akibat artileri salah alamat tersebut.

Keinginan korsel untuk menuduh Korut menenggelamkan kapal corvette angkatan laut Korsel, Cheongnan maret silam menjadi kenyataan. Akibat insiden ini, Presiden Lee memerintahkan militernya untuk melakukan serangan balasan. Beberapa negara internasional mengutuk tindakan penembakan membabi buta tentara Korut, namun mendorong agar Korsel tidak melakukan aksi balasan segera karena akan berujung pada peperangan.

Dalam pertemuan parlemen di korsel, kritikan dari sayap kiri terhadap kekuatan militer korsel bermunculan. Pasukan korsel di nyatakan telat dalam melakukan tembakan balasan yakni sekitar 15 menit setelah tembakan gelombang pertama artileri korut dan juga pada gelombang kedua. Pasukan korsel juga di pertanyakan mengenai jumlah tembakan balasan artileri yang hanya menghabiskan 80 peluru artileri sementara korut melepaskan hampir 170 butir peluru artileri. Sepertinya tentara korsel tidak berani melakukan balasan dalam skala besar yang di karenakan perintah, strategi dan juga kalah jumlah.

Pemerintahan berkuasa pun di protes karena gagal mengambil tindakan dalam membalas aksi penghancuran oleh Korut. Tembakan di mulai pukul 12:54 WIB(2:54 Waktu setempat) dan berlangsung selama kurang lebih 45 menit. Korsel segera memobilisasi pesawat tempur, kendaraan lapis baja dan kapal amfibi yang juga mengangkut personal bersiaga di sekitar Pulau Yeongcheon. Akibat serangan artileri yang membabi buta ini, Korea Selatan kehilangan 4 orang, 2 warga sipil dan 2 marinir yang berada di sekitar pulau.

Akibat tekanan kuat dari publik dalam negerinya sendiri, akhirnya menteri pertahanan yang menjabat memilih mengundurkan diri dari jabatan. Publik menganggap ia terlalu lemah dalam mengambil antisipasi terhadapa serangan dari Korea Utara. Menteri pertahanan baru, Lee Hee Won(61) yang merupakan mantan wakil kepala pasukan gabungan AS-Korea Selatan antara tahun 2005 sampai dengan tahun 2006 pensiun. Dia di angkat menjadi penasihat presiden untuk bidang keamanan pada bulan Mei 2010 setelah kapal perang Korsel, CheongNan tenggelam. Hee Won sendiri adalah Jenderal berpangkat bintang empat saat pensiun.
Sesegera setelahnya, AS mengirim puluhan gugusan kapal perangnya menuju Laut Kuning dan melakukan latihan perang gabungan bersama dengan militer Korsel pada minggu dini jam 6:30 pagi waktu setempat. Latihan ini melibatkan 8,000 personel; 20 kapal perang dan kapal Selam serta 200 pesawat terbang. Latihan perang ini mereka namakan sebagai “Invincible Spirit” (Roh Siluman). Dua kapal induk pengangkut pesawat terbang AS, USS George Washington dan Korea Selatan, Dokdo turut serta dalam latihan ini.
Korea Utara di kabarkan memberikan peringatan kepada Korsel dan AS untuk membatalkan niat latihan perang bersama di laut kuning beberapa jam sebelum latihan di mulai. Korut segera menempatkan beberapa rudal darat ke udara SA-2 Guideline (S-75 “divina”), Samlet dan SilkWorm (rudal darat-kedarat buatan Cina) di sepanjang perbatasan dan di arahkan ke laut kuning dan pulau Yeongpeong dimana latihan tentara gabungan tersebut di mulai. Korut mengatakan tidak akan sungkan-sungkan menembak jika di rasakan perlu.

RRC sendiri juga memprotes latihan ini karena di perkirakan kapal-kapal dan pesawat terbang yang berpartisipasi dapat secara tidak sengaja melanggar zona ekonomi ekslusif negaranya sepanjang 200 m dari garis pantai. Sementara sepanjang latihan perang hari ini terdengar beberapa suara letusan meriam dari dalam Korea Utara. Akibatnya, puluhan orang terpaksa mengungsi ke dalam lubang perlindungan yang telah di persiapkan.

Diterbitkan di: 29 Nopember, 2010   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.