Alat Introspeksi Diri
Ketakwaan akan diraih bila kita memiliki hati yang bersih dan ikhlas. Hati yang bersih dan
ikhlas hanya dapat diperoleh melalui ujian berat salah satunya adalah puasa.
Puasa Ramadan pada hakikatnya membentuk pribadi yang utuh. Mustahil benih kebaikan akan lahir dari hati yang jahat. Puasa akan mewariskan pribadi yang takwa pada generasi muda kita.
Saat ini komunitas Islam berada dalam ujian berat, di mana-mana di permukaan bumi ini kaum non-muslim tidak akan henti-hentinya memojokkan Islam sebagai biang kekerasan dan perang. Keadilan hanya dimiliki oleh kaum barat terutama Amerika Serikat dengan segala kesombongannya dan mengangkat dirinya sebagai negara yang paling bertanggung jawab terhadap keamanan dunia ini.
Gedung WTC yang merupakan simbol kejayaan perdagaangan Amerika Serikat hancur berkeping-keping dan luluh lantak dihantam dua pesawat dengan ribuan koban jiwa. Tanpa menyelidiki kebenarannya George W Bush langsung menuduh bahwa black September itu dimotori oleh kelompok radikal Islam.
Suatu kesimpulan yang tidak beralasan dan dengan dalih itu pula Amerika menyerang Irak sebagai negara sumber senjata pemusnah massal dan sarang teroris. Namun sampai saat ini alasan itu tidak pernah terbukti. Senjata pemusnah massal itu tidak pernah ditemukan di Irak sekalipun perang telah lebih dua tahun dan telah mengorbankan jutaan manusia terutama kaum muslim. Telah dua kali Amerika berbohong kepada dunia dan kehilangan muka dari masyarakat international, namun mereka tidak pernah jera.
Kaum muslim akan tertindas dalam suatu negara bila kaum non-muslim mayoritas, tapi sebaliknya, bila kaum non-muslim yang minoritas, maka Islam melindungi dan menjamin keberadaan kaum minoritas itu. Tragedi pembunuhan massal lebih dari 400 orang masyarakat muslim di Thailand Selatan membuktikan kepada kita betapa tidak terlindunginya kaum muslim yang minoritas sebagai warga negara pada negara mayoritas non-muslim.
Di satu sisi untuk menarik simpati dunia, maka sikap dan perilaku kaum muslim juga haruslah menggambarkan seorang yang beriman. Agar bangsa kita dapat diterima d itengah pergaulan dunia yang semakin kompleks. Indonesia tidak dapat melepaskan diri dari pergaulan dunia itu karena kita adalah suatu bangsa anggota dari komunitas itu. Kekuatan dan persaudaraan perlu dipererat di kalangan kaum muslim di Indonesia ini.
Satu hal yang kita takuti yaitu kita merasa berada pada suasana minoritas dan tersisi dalam masyarakat mayoritas Islam ini, kalau seandainya kita tidak juga menyadari bahwa Islam itu dalam suasana ditekan, dihina dan tertawakan oleh bangsa-bangsa yang anti Islam. Tiada lain kita harus mengambil peranan percaturan politik dan ekonomi dunia saat ini. Ketika pendahulu politikus kelas dunia kita gugur dalam merebut kemerdekaan, Indonesia seakan-akan tenggelam dalam percaturan politik dunia. Tidak satupun politikus kita diakui oleh dunia saat ini. Kita hanya jago kandang.
Pada bagian lain di mana Islam selalu diejekkan, dihina dan dituduh sebagai kaum suka perang dan perlakuan bejat lainnya, tapi di situ pula kebenaran Islam itu muncul satu persatu. Sehingga banyak kaum muda non-muslim yang sebelumnya anti Islam berpaling memihak kepada Islam. Banyak kaum muda Barat yang tertarik mempelajari Alquran dan aqidah Islam sehingga melahirkan keteguhan iman kaum muslim yang baru itu.
Sekalipun dengan segala bentuk hinaan, cercaan dan dera yang begitu dahsyat memojokkan, Islam tetap pada pendiriannya dan bahkan mereka menilai tidak dapat digoyahkan. Karena keimanan yang begitu kokoh menarik kaum muda sekuler untuk mengucapkan dua kalimah syahadat dengan ikhlas untuk masuk Islam.
Banyak kaum muallaf yang perlu bimbingan aqidah di dunia barat dan timur dari negara sekuler saat ini. Di antara mereka bahkan menjadi pengikut Islam yang taat. Sejumlah tentara Korea Selatan baru-baru ini menyatakan dengan ikhlas masuk Islam. Allah maha tahu dari segala apa yang telah terjadi dan apa yang akan terjadi masa datang.
Begitu pandangan negatif dan positif yang lahir dari ilmuwan barat, seyogiannya kita kaum muslim mengintrospeksi diri agar pandangan negatif itu secara beransur dapat kita buktikan ketidakbenarannya. Sedang hal-hal yang positif dapat pula kita lahirkan kebenarannya Kaum muslim saat ini terutama dari negara yang pemeluk Islam mayoritas masih belum dapat memperlihatkan sikap terpuji.
Masih banyak tindakan yang seharusnya tidak terjadi pada komunitas Islam, mengapa korupsi justru lebih banyak terjadi pada negara di mana penduduknya mayoritas Islam seperti Indonesia. Pada hal korupsi dan kolusi itu jelas-jelas bertentangan dengan aqidah Islam dan dilarang oleh agama.
Satu kelebihan muslim yang tidak pernah ada pada jiwa kaum muda non-muslim adalah semangat jihad. Dengan semangat jihad kaum muslim melakukan tindakan kebajikan karena hanya mengharap keridhaan Allah semata. Bagi kaum non-muslim berbuat baik selalu diartikan sebagai tindakan balas budi.
Yang pada saat tertentu ia akan menerima balasannya. Tapi bukan demikian dengan jihad. Jihad dilakukan karena Allah. Namun Jihad kadang-kadang kita artikan sebagai tindakan pembelaan terhadap hal-hal yang tidak seharusnya dilakukan oleh orang yang beriman. Jihad sesungguhnya menyelamatkan orang muslim dari sifat takut berjuang atau malas.