Halaman Utama Shvoong > Ilmu Sosial > Ilmu Politik > Krisis Mendengarkan

.

Krisis Mendengarkan

Summary rating: 1 stars 1 Tinjauan
Pengarang : Suwardi Lubis
Summary by : api2
Kunjungan : 24  kata: 300   Diterbitkan di: Maret 13, 2008
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa ketidakmampuan
mendengarkan ini berisiko dan terkadang menimbulkan akibat yang fatal,
terutama dalam dunia ekonomi dan dunia politik.
Krisis ekonomi dan politik di Indonesia belakangan ini sebenarnya
adalah krisis mendengarkan, yakni ketidakmampuan para pemimpin untuk
mendengarkan suara rakyat.Mendengarkan bersifat aktif, karena ketika impuls yang
dikirimkan ke otak ditafsirkan dan dipahami, meskipun mendengarkan
adalah perilaku komunikasi paling awal yang dipelajari manusia, dan
baru kemudian berbicara, membaca dan menulis.Mahasiswa gagal ujian karena ia gagal mendengarkan
dosen, pengusaha gagal menjual produknya karena ia gagal mendengarkan
(calon) konsumennya, pemerintah gagal dalam tugasnya karena ia gagal
mendengarkan suara rakyatnya (bukan wakil rakyat).Usahakan mendengarkan untuk memahami, akan menciptakan
kita menjadi penganalisis dan pemikir, sehingga semakin baik anda
mendengarkan, semakin beruntunglah anda.Kejatuhan Soekarno dan Soeharto dari kepresidenan
antara lain disebabkan mereka tidak mau mendengarkan pihak lain,
keduanya merasa kata-kata mereka tidak boleh dikritik, dibantah dan
ditolak siapa pun.Kerja sama semua pihak, terutama pemerintah daerah dengan Perguruan Tinggi dan Lembaga
Swadaya Masyarakat sangat diperlukan. Bila hal ini dapat dilaksanakan
akan mengurangi krisis mendengarkan di pemerintahan.

Ringkasan lain tentang Krisis Mendengarkan
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5


Tambahkan komentar Anda Tidak ada komentar

Read Free Summaries - Write and Get Paid

Summarize Human Knowledge on Shvoong. Join us!

------