Benar-
Benar saya di buat heran, geram, jengkel, marah yang bercampur aduk di hati. Bagaimana tidak, bangsaku ini benar-benar telah dihina oleh
bangsa yang katanya " satu rumpun" dengan
kita. Memang manis terdengar kita punya saudara yang bahasanya tidaklah jauh dengan kita, akan tetapi apabila bangsa yang mengaku " satu rumpun " dengan kita akhirnya menginjak-injak
harga diri kita,
apakah kita harus diam? TIDAK !!! . Apa yang harus kita takutkan untuk membela harga diri kita, harga diri bangsa ini, harga diri negara kita ini? apakah kita takut dengan yang namanya HAM ? sedangkan hak dan harga diri kita
di injak-injak oleh mereka? Bangsa kita memang terkenal dengan sopan santun, tapi apakah kita harus diam disaat orang lain meludahi muka kita? menginjak kepala kita?. Lihatlah sudah berapa kali bangsa ini dianggap bangsa bodoh oleh mereka, pulau kita diambil,lagu-lagu kita diambil diakui punya mereka,wasit kita di pukuli, kesenian budaya kita seperti reog ponorogo juga diakui mereka.Apakah kita menunggu sampai celana dalam kita diambil baru kita akan sadar dan mulai membalas harga diri kita? Hai kaum-kaum yang mengaku dirinya jihad, sekaranglah waktunya kalian jihad untuk bangsamu bukan justru menyerang bangsamu. Seandainya bapak kita BUNG KARNO masih hidup, dia pasti akan menangis melihat kita hanya diam dihina seperti ini.Mari kita berjuang agar Indonesia tetap ada atau nanti hanya tinggal cerita bahwa Indonesia itu pernah ada.
Ringkasan lain tentang Apa Maunya Malaysia?