Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Pendidikan>Pendekatan PEMBELAJARAN BAHASA ARAB

Pendekatan PEMBELAJARAN BAHASA ARAB

oleh: AldinaQaaf    
ª
 
/* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-style-parent:""; font-size:10.0pt; font-family:"Times New Roman","serif";}

A. PEGERTIAN PENDEKATAN (MADKHAL)


Dalam menyampaikan suatu pembelajaran apapun memerlukan sekumpulan asumsi yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya.

Itulah yang disebut dengan pendekatan dalam suatu pembelajaran. Bisa juga pedekatan tersebut diartikan dengan suatu cara pandang terhadap sesuatu.


Dari asumsi-asumsi yang terkumpul terebut akan membentuk sebuah bingkai umum dari sabuah pendekatan. Sehingga dari sebuah pendekatan itu akan muncul sebuah metode pembelajaran.


B. PENDEKATAN PEMBELAJARAAN BAHASA ARAB


Ada beberapa pendekatan pembelajaran Bahasa Arab, yaitu:


Ø Pendekatan Humanistik/ Humanistic Approach/ Al-Madkhal Al-Insaniy


Seperti arti katanya, ‘human’ adalah manusia, pendekatan ini menjadikan si pembelajar sebagai obyek yang diutamakan untuk dimanusiakan. Diberikan perhatian khusus sebagai manusia, bukan hanya sekedar benda yang bisa mendengarkan dan merekam. Alat perekatnya adalah yang sehubungan dengan budaya dan pengalaman manusia. Sehingga pada praktiknya, dalam belajar berbahasa, manusia yang beda budaya serta pengalaman harus bisa saling berbagi dengan menggunakan praktik berbahasa yang dipelajarinya tersebut.


Langkah konkritnya bisa berupa praktik berbahasa yang dipelajarinya dalam berbagai kondisi, tanya jawab sederhana, bermain peran sederhana, atau dengan menirukan apa yang dicontohkan oleh guru.


Ø Pendekatan Teknik/ Media-Based Approach/ Al-Madkhal At-Taqniyyah


Satu-satunya yang paling ‘berbicara’ pada pendekatan ini adalah media dan teknik pendidikan. Karena pada pendekatan ini manfaat media dan teknik pendidika tersebut dijadikan dasar dalam suatu proses pembelajaran.


Seringkali pendekatan ini digunakan bertujuan untuk membantu si pembelajar mengerti makna kata, tarkib, dan konsep lain yang baru dengan menggunakan berbagai media. Seperti gambar-gambar, kartu, gambar nyata, bahkan sekarang telah meluas dengan menggunakan media berbasis IT seperti CD, vodeo, radio, dan lain sebagainya.


Ø Pendekatan Analisis/ Analytical Approach


Pendekatan ini berdasarkan analisis-analisis dan asumsi kebahasaan dan sosiolinguistik. Cirinya adalah:

· Berdasar pada kebahasaan

· Berdasar pada kajian ilmu sosial kebahasaan, semantic, proses kesalahan berbicara, dll

· Menuntut adanya kebutuhan analisis kebahasaan, metodologi kebahasaan modern, dan program dengan tujuan khusus

· Sebagian besar menetapkan pada bahasa yang disampaikan kepada siswa

· Menyerupai sebuah cognitive approach

· Berharap bertambahnya motivasi siswa ketika guru telah mencapai tututan kebahasaan siswa dan berusaha memenuhinya


Ø Pendekatan Non Analisis/Non Analytical Approach


Pendekatan ini berdasarkan analisis-analisis dan asumsi pendidikan dan psikolinguistik, dengan cirri sebagai berikut.

· Berdasar pada pendidikan

· Berdasar pada kajian ilmu psikologi kebahasaan yang berjalan secara alamiah

· Pengajaran berlangsung secara alami dan tema dihubungkan dengan kehidupan sehari-hari siswa

· Secara alami pula terfokus pada kesempatan proses pemerolehan bahasa siswa

· Motivasi siswa muncul secara alammi disela-sela proses komunikasi nyata dengan penutur bahasa asli


Ø Pendekatan Komunikatif/ Communicative Approach


Bahasa adalah alat manusia untuk berkomunikasi, sehingga seseorang dikatakan berhasil dan mumpuni dalam menguasai bahasa asing dilihat sejauh mana dia dapat berkomunikasi dengan menggunakan bahasa tersebut. Sehingga dalam pendekatan ini berorientasi kepada bagaimana si pembelajar dapat berkomukasi dengan menggunakan bahasa yang sedang dipelajari.

Pendekatan ini tidak relevan dengan tokoh bahasa Noam Chomsky yang lebih menitikberatkan pada struktur bahasanya. Pendekatan ini lebih cenderung menganggap penting praktek kecakapan berbahasa yang komunikatif dan pengajaran berbahasa dari pada penguasaan struktur bahasa saja.
Diterbitkan di: 16 Juni, 2013   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.