Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Pendidikan>2013, mengajar secara "Tematik Integratif" ?

2013, mengajar secara "Tematik Integratif" ?

oleh: AtinMawaddah    
ª
 
Melihat tayangan di televisi dan media-media lain yang memberitakan tentang perubahan drastis untuk kurikulum 2013. jadi timbul tanda tanya seperti apa sih? membaca beberapa artikel di internet ternyata cukup jadi solusi. "Tematik integratif" demikian disebutkan dalam artikel berikut ini:
Metode tematik integratif adalah pembelajaran yang menggunakan tema dalam mengaitkan beberapa materi ajar sehingga dapat memberikan pengalaman bermakna pada siswa. Tema adalah pokok pemikiran atau gagasan pokok yang menjadi pokok pembicaraan. Tema akan yang akan menjadi penggerak mata pelajaran yang lain.

Pada kurikulum baru SD masing-masing kelas akan disediakan banyak tema. Umumnya tiap tingkatan kelas mempunyai delapan tema berbeda. Tema yang sudah dipilih itu harus selesai diajarkan dalam jangka waktu satu tahun. Guru yang menentukan atau memilih teknis pengajaran maupun durasi pembelajaran satu tema.

Satu tema yang dipilih oleh guru dapat diintegrasikan pada enam mata pelajaran wajib yang ditentukan yaitu Agama, PPKn, Matematika, bahasa Indonesia, Seni Budaya dan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan. Kurikulum baru SD ini menekankan aspek kognitif, afektif, psikomotorik melalui penilaian berbasis test dan portofolio yang saling melengkapi. Elemen perubahan kurikulum untuk jenjang SD secara umum adalah holistik integratif berfokus pada alam, sosial, dan budaya

Dengan adanya perubahan pendekatan pembelajaran pada kurikulum 2013, maka ada penambahan sebanyak empat jam pelajaran per minggu. Metode tematik integratif membuat siswa harus aktif dalam pembelajaran dan mengobservasi setiap tema yang menjadi bahasan. Untuk kelas I-III yang awalnya belajar selama 26-28 jam dalam seminggu bertambah menjadi 30-32 jam seminggu. Sedangkan untuk kelas IV-VI yang semula belajar selama 32 jam per minggu di sekolah bertambah menjadi 36 jam per minggu.
wah, nambah deh beban si guru...
Metode mangajar ini sebenarnya telah diterapkan di SD kelas 1 sampai 3. karena pelaksanaannya dinilai berhasil, pemerintah berupaya menerapkannya di jenjang selanjutnya. Thus, berarti perlu belajar nih pada guru-guru SD kelas 1,2, dan 3. Tapi, pelajaran kelas 1,2 dan 3 bisa dibilang cukup dasar dan masih sangat mudah untuk diajarkan. hem, bagaimana dengan materi-materi yang lebih sulit di jenjang berikutnya? bisakah dengan "tematik integratif"? Wah, perlu guru-guru yang super nih kayaknya...selain harus menguasai tema, menguasai beberapa mata pelajaran dan sekaligus harus pintar meracik, meramu, memadukan dan melebur beberapa mata pelajaran itu dalam 1 tema... wah, kayaknya harus bilang "WOW" gitu...
Diterbitkan di: 05 Januari, 2013   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.