Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Pendidikan>Cara Berpikir Otak Kanan Dan Kiri

Cara Berpikir Otak Kanan Dan Kiri

oleh: Faalihah     Pengarang : Bobbi DePoter & Mike Hernacki
ª
 
Otak manusia dibagi menjadi belahan kiri dan belahan kanan atau sering dikenal dengan otak kiri dan otak kanan. Eksperimen pada belahan tersebut menunjukkan bahwa masing-masing belahan bertanggung jawab terhadap cara berpikir, dan masing-masing mempunyai spesialisasi dalam kemampuan-kemampuan tertentu, walaupun ada beberapa persilangan dan interaksi antara kedua sisi.

Proses berpikir otak kiri bersifat logis, sekuensial, linier, dan rasional. Sisi ini sangat teratur. Walaupun berdasarkan realitas, otak kiri mampu melakukan penafsiran abstrak dan simbolis. Cara berpikirnya sesuai untuk tugas-tugas teratur, ekspresi verbal, menulis, membaca, asosiasi, auditorial, menempatkan detail dan fakta, fonetik, serta simbolisme.

Cara berpikir otak kanan bersifat acak, tidak teratur, intuitif, dan holistik. Cara berpikirnya sesuai dengan cara-cara untuk mengetahui yang bersifat nonverbal, seperti perasaan dan emosi, kesadaran yang berkenaan dengan perasaan (merasakan kehadiran suatu benda atau orang), kesadaran spasial, pengenalan bentuk dan pola, musik, seni, kepekaan warna, kreativitas dan visualisasi.

Kedua belahan otak penting artinya. Orang yang memanfaatkan kedua belahan otak ini cenderung “seimbang” dalam setiap aspek kehidupan mereka. Sebaliknya, jika seseorang cenderung hanya menggunakan aktivitas otak kanan atau otak kiri, ketidakseimbangan yang dihasilkan dapat mengakibatkan stres atau kesehatan mental dan fisik memburuk.

Untuk menyeimbangkan kecenderungan tersebut, misalkan seseorang cenderung menggunakan belahan otak kiri, perlu menyertakan musik dan estetika dalam pengalaman belajar. Hal tersebut dapat memberikan emosi positif yang membuat otak bekerja lebih efektif. Emosi yang positif dapat mendorong kekuatan otak yang mengarah pada keberhasilan, penghormatan diri yang lebih tinggi. Biasanya orang-orang yang sangat berhasi memiliki penghargaan yang tinggi terhadap seni.

Diterbitkan di: 20 Desember, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.