Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Pendidikan>Pengertian Logika Menurut Para Ahli

Pengertian Logika Menurut Para Ahli

oleh: 3handoyo     Pengarang : 3handoyo
ª
 

Logika berasal dari bahasa latin yakni logos yang berarti perkataan atau sabda. Secara salah, logika sering diartikan sebagai segala proses berfikir. Padahal bukan demikian adanya. Orang yang berfikir, belum tentu disebut sedang berlogika, karena logika adalah berfikir benar dan memiliki syarat-syarat tertentu.

Pengertian Logika Menurut Para Ahli

Menurut Irving M.Copi pengertian logika adalah: “Ilmu yang mempelajari metode dan hukum-hukum yang digunakan untuk membedakan penalaran yang betul dan penalaran yang salah.” (Irving M. Copi, Iontruductions of Logic, Mac millan publishing New York, 1978)

Itu adalah pengertian logika yang sama dengan pengertian mantiq (arab) yang diungkapkan oleh George F Kneller. Mantig adalah “penyelidikan tentang dasar-dasar berpikir yang benar” (George F Kneller, Logic and langguage of Education, New York, 1996)

Dari pengertian logika atau definisi logika di atas, kita dapat menarik kesimpulan bahwa logika dan berpikir adalah dua hal yang sangat berbeda. Dimana berpikir adalah bagian dari logika, namun berpikir belum tentu berarti berlogika.

Sejarah Logika

Istilah logika pertamakalinya digunakan oleh filsuf Zeno dari Citium. Sedang perintis bagi lahirnya logika adalah kaum sofis, Socrates dan Plato. Namun, logika baru diakui sebagai salah satu disiplin ilmu sadalah disebabkan Aristoteles. Itu sebabnya, pembahasan logika tidak dapat dilepaskan dari nama tokoh yang satu ini (Aristoteles), dimana logika Aristoteles dikenal dengan istilah logika tradisional.

Aristoteles meninggalkan enam buku yang disebut Organon. Buku tersebut adalah Categoriae (pengertian-pengertian), De interpretatiae (keputusan-keputusan0, Analitica Priora (silogisme), Analitica Posteriora 9pembuktian), Topika berdebat), dan De Sophistic Elenchis (Kesalahan-kesalahan berpikir). Theoprostus mengembangkan logika Aristoteles ini, sedang kaum Stoa menjadikannya lebih sistematis. Buku-buku inilah yang menjadi dasar logika tradisional.

Pada abad XIII, sampai XV tampil Petrus Hispanus, Roger Bacon, Raymundus Lullus dan Wilhelm Ocham yang mengetengahkan logika yang berbeda sama sekali dengan logika Aristoteles yang kemudian dikenal sebagai logika modern. Sedang, nama-nama seperti George Boole, Bertrand Russell dan G. Frege adalah tokoh-tokoh yang banyak berandil akan kehidupan logika modern.

Namun, logika yang dimaksudkan untuk berpikir benar, tidak selamanya menghasilkan kebenaran. Penekanan akan arti penting definisi misalnya, itu malah membuat hal-hal semacam takdir tertolak, karena takdir tak pernah mampu didefinisikan secara memadai. Begitupun cinta misalnya, yang tak pernah mampu didefinisikan juga.

Disatu sisi definisi adalah benar dapat memicu pengetahuan, tapi di sisi lainnya ia malah menciptakan pembatasan yang tak perlu, bahkan berbahaya yang dapat menghasilkan kekufuran. Itu sebabnya dalam jagad Islam, ada sebagian ulama yang melarang logika. Namun sebenarnya kebijaksanaan dalam menggunakan logikalah yang dibutuhkan. Demikian pengertian logika menurut para ahli

Diterbitkan di: 04 Desember, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    APA DAMPAK POSOTIF KONSEP DASAR LOGIKA? ( 1 Jawaban ) Lihat semua
  1. Jawaban  :    Logika telah ditakdirkan Tuhan menjadi dasar dari hampir segala ilmu pengetahuan. Dampak positif logika? Tentu membuat daya serap pengetahuan anda menjadi lebih baik lagi, walau efek sampingnya dapat menjadi kafir bila berlebihan. 20 Februari 2014
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    tolong sebutkan arti logika menurut para ahli Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.