Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Pendidikan>Kerajaan Melayu, Kerajaan Bali, Kerajaan Pajajaran

Kerajaan Melayu, Kerajaan Bali, Kerajaan Pajajaran

oleh: datad3    
ª
 
Kerajaan Melayu

Kerajaan Melayu merupakan salah satu kerajaan terkemuka di Sumatera bagian selatan waktu itu. Kerajaan Melayu diperkirakan berpusat di daerah Jambi, yaitu di tepi kanan-kiri Sungai Batanghari. Pada Sungai Batanghari ini ditemukan peninggalan-peninggalan purba berupa candi-candi, arca, dan peninggalan lainnya.
Seorang musafir Cina yang bernama I-Tsing (671-695 M) menyebutkan di dalam bukunya, bahwa pada abad ke-7 M secara politik Kerajaan Melayu telah dimasukkan ke dalam kekuasaan Kerajaan Sriwijaya.

Kerajaan Bali

Kerajaan Bali terletak pada sebuah Pulau kecil yang tidak jauh dari daerah Jawa Timur. Dalam perkembangan sejarahnya, Bali mempunyai hubungan erat dengan Pulau Jawa. Karena letak pulau itu berdekatan, maka sejak zaman dulu mempunyai hubungan yang erat. Bahkan ketika Kerajaan Majapahit runtuh, banyak rakyat Majapahit yang melarikan diri dan menetap di sana. Sampai sekarang ada kepercayaan bahwa sebagian dari masyarakat Bali dianggap pewaris tradisi Majapahit.

Kerajaan Pajajaran

Sumber Sejarah

Sumber sejarah dari Kerajaan Pajajaran dapat diketahui melalui sumber-sumber prasasti maupun kitab-kitab cerita.
Prasasti

· Prasasti Rakryan Juru Pangambat (923 M).
· Prasasti Horren (berasal dari Kerajaan Majapahit).
· Prasasti Citasih (1030 M).
· Prasasti Astanagede (di Kawali, Ciamis).

Kitab Carita

· Kitab Carita Kidung Sundayana. Kitab ini menceritakan kekalahan pasukan Pajajaran dalam pertempuran di Bubat (Majapahit) dan tewasnya Raja Sri Baduga beserta putrinya.
· Kitab Carita Parahyangan. Kitab ini menceritakan bahwa pengganti Raja Sri Baduga setelah Perang Bubat bernama Hyang Wuni Sora.
Diterbitkan di: 18 Nopember, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.