Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Pendidikan>Jenis-Jenis Motivasi Belajar

Jenis-Jenis Motivasi Belajar

oleh: Pamoengkas     Pengarang : Yanto
ª
 

Menurut Endang Ragil dalam bukunya yang berjudul Belajar dan Pembelajaran (2006 : 15) jenis-jenis motivasi didasarkan pada motif-motif dasar (primer) dan motivasi yang didasarkan pada motif-motif yang dipelajari. Sedangkan sifat-sifat motivasi adalah :

1) Motivasi instrinsik (berasal dari dalam individu) yaitu motif-motif yang terjadi aktif atau berfungsi tidak perlu dirangsang dari luar, karena dalam diri setiap individu sudah ada dorongan untuk melakukan sesuatu.

2) Motivasi ekstrinsik (berasal dari luar individu) adalah motif-motif yang aktif dan berfungsi karena adanya perangsang dari luar. Misalnya, seseorang melakukan sesuatu karena untuk memenangkan hadiah yang khusus ditawarkan untuk perilaku tersebut.

Perlu diingat bahwa perbuatan yang kita lakukan sehari-hari banyak didorong oleh motif-motif ekstrinsik, tetapi banyak pula yang didorong oleh motif-motif instrinsik, atau keduanya sekaligus. Meskipun demikian, yang paling baik terutama dalam hal belajar adalah motivasi instrinsik.

Berbicara tentang jenis dan macam motivasi dapat dilihat dari berbagai sudut pandang. Sardiman mengatakan bahwa motivasi itu sangat bervariasi, yaitu :

1) Motivasi dilihat dari dasar pembentukannya

2) Motif-motif bawaan adalah motif yang dibawa sejak lahir

3) Motif-motif yang dipelajari artinya motif yang timbul karena dipelajari

Motivasi menurut pembagian dari Woodworth dan Marquis dalam Sardiman, yaitu :

1) Motif atau kebutuhan organ. Misalnya : kebutuhan minum, makan, bernafas, dan lain-lain.

2) Motif-motif darurat. Misalnya : menyelamatkan diri, dorongan untuk membalas, dan lain-lain.

3) Motif-motif objektif.

Kemudian ada beberapa bentuk motivasi yang dapat digunakan untuk mempertahankan minat anak didik terhadap bahan pelajaran yang diberikan. Bentuk-bentuk motivasi yang dimaksud (Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain, 2006 : 149) adalah :

1) Memberi angka

Angka dimaksud adalah sebagai simbol atau nilai dari hasil aktifitas belajar anak didik. Angka yang diberikan kepada setiap anak didik biasanya bervariasi sesuai hasil ulangan yang telah mereka peroleh dari hasil penilaian guru. Angka merupakan alat motivasi yang cukup memberikan rangsangan kepada anak didik untuk mempertahankan atau bahkan lebih meningkatnya prestasi belajar mereka. Angka ini biasanya terdapat dalam buku rapor sesuai dengan jumlah mata pelajaran yang diprogramkan dalam kurikulum.

2) Hadiah

Hadiah adalah sesuatu yang diberikan kepada orang lain sebagai penghargaan atau kenang-kenangan/cinderamata. Hadiah yang diberikan kepada orang lain bisa merupakan apa saja, tergantung dari keinginan pemberi. Guru dapat memberikan hadia kepada anak didik yang berprestasi. Pemberian hadiah bisa dilakukan kepada semua anak didik, kepada sebagian anak didik, maupun kepada anak didik perseorangan. Tentu saja pemberian hadiah tersebut tidak dilakukan ketika anak didik sedang belajar, tetapi setelah anak didik menunaikan tugasnya dengan baik. Dengan begitu, anak didik dengan semangat yang tinggi berusaha untuk menyelesaikan tugasnya dengan baik. Persaingan pun terjadi di dalam kelas, karena semua anak didik ingin mendapatkan hadiah dari guru setelah mereka menyelesaikan tugas mereka.

3) Pujian

Pujian adalah alat motivasi yang positif. Setiap orang senang dipuji. Tak peduli tua atau muda,bahkan anak-anakpun senang dipuji atas sesuatu pekerjaan yang telah selesai dikerjakannya dengan baik. Dalam kegiatan belajar mengajar, pujian dapat dimanfaatkan sebagai alat motivasi. Karena anak didik juga manusia, maka dia juga senang dipuji. Guru dapat memakai pujian untuk menyenangkan perasaan anak didik. Dengan pemberian perhatian, anak didik merasa diawasi dan dia tidak akan dapat berbuat menurut sekehendak hatinya. Pujian dapat berfungsi untuk mengarahkan kegiatan anak didik pada hal-hal yang menunjang tercapainya tujuan pengajaran. Demikianlah, pujian dapat digunakan untuk mendapatkan umpan balik dari setiap anak didik dalam proses belajar mengajar.

4) Gerakan tubuh

Gerakan tubuh dalam mimik yang cerah, dengn senyum, mengangguk, acungan jempol, tepuk tangan, memberi salam, menaikkan bahu, geleng-geleng kepala, menaikkan tangan dan lain-lain adalah sejumlah gerakan fisik yang dapat memberikan umpan balik dari anak didik. Gerakan tubuh merupakan penguatan yang dapat membangkitkan gairah belajar anak didik, sehingga proses belajar mengajar lebih menyenangkan. Gerakan tubuh dapat meluruskan perilaku anak didik yang menyimpang dari tujuan pembelajaran. Misalnya, suatu ketika guru dapat bersikap diam untuk memberhentikan kelas yang gaduh. Diamnya guru dapat diartikan oleh anak didik sebagai menyuruh mereka untuk mengakhiri kegaduhan di kelas, karena keadaan kelas yang gaduh pelajaran tak dapat diberikan atau dimulai. Jadi, gerakan tubuh yang bagaimana pun bentuknya dapat meahirkan umpan baik dari anak didik, jika dilakukan dengan tepat.

/* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-style-parent:""; line-heigh t:115%; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif";}
Diterbitkan di: 13 Oktober, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.