Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Minat Belajar

oleh: Pamoengkas    
ª
 

Dalam kamus besar Bahasa Indonesia minat adalah perhatian, kesukaan, kecenderungan hati. [1]Menurut Alisuf Minat adalah kecenderungan untuk selalu memperhatikan dan mengingat sesuatu secara terus- menerus, minat ini erat kaitannya dengan dengan perasaan senang, karena itu dapat dikatakan minat itu terjadi karena sikap senang terhadap sesuatu, orang yang senang terhadap sesuatu berarti ia sikapnya senang kepada sesuatu[2].


Muhibin Syah mengemukakan bahwa minat adalah kecenderungan dan kegairahan yang tinggi atau keinginan yang besar terhadap sesuatu.[3] Sementara Witherington berpendapat bahwa Minat adalah kesadaran seseorang , bahwa suatu obyek,seseorang, suatu soal atau suatu situasi mengandung sangkut paut dengan dirinya.[4] Menurut Slameto minat adalah suatu rasa lebih suka dan rasa ketertaikan pasa suatu hal atau aktivitas, tanpa ada yang menyuruh. Minat pada dasarnya adalah penerimaan akan suatu hubungan antara diri sendiri dengan sesuatu di luar diri. Semakin kuat atau dekat hubungan tersebut, semakin besar minat.[5]

Bilamana siswa memiliki minat yang tinggi untuk belajar, maka ia akan berupaya mempersiapkan hal- hal yang berkaitan dengan apa yang akan dipelajari secara lebih baik. Tetapi bilamana siswa tidak memiliki minat untuk belajar, maka siswa cenderung mengabaikan kesiapannya untuk belajar.[6]

Minat selalu membangkitkan pemusatan pemikiran, juga menimbulkan kegembiraan dalam usaha belajar, keriangan hati akan memperbesar daya kemampuan belajar seseorang, juga membantunya untuk tidak mudah melupakan apa yang dipelajarinya itu. Belajar dengan perasaan yang tidak gembira, akan membuat pelajaran itu tambah berat.

Seorang siswa yang sedang belajar diusahakan adanya minat dan perhatian yang besar terhadap semua bidang studi yang dipelajarinya. Akan tetapi ditemukan hal yang sebaliknya, tidak jarang diantara siswa ada yang tidak berminat terhadap bidang studi yang dipelajari. Sebagai akibat dari faktor pendorong untuk mendalami bidang studi yang dipelajarinya itu. Biasanya seorang siswa berminat mengerjakan sesuatu disebabkan oleh beberapa hal, yaitu: (1) untuk memperkuat kedudukan ekonomi di kemudian hari; (2) dapat menciptakan kesempatan untuk menjadi pemimpin dalam masyarakat; (3) dapat menimbulkan kepuasan bagi dirinya sendiri karena bertambah ilmunya. [7]


Untuk meningkatkan minat siswa pada subyek yang baru dapat dilakukan dengan cara menggunakan minat-minat siswa yang telah ada. Misalnya materi olahraga balap mobil, sebelum mengajarkan percepatan gerak, pengajar dapat menarik perhatian siswa dengan menceritakan sedikit mengenai balap mobil yang baru saja berlangsung, kemudian sedikit demi sedikit diarahkan ke materi pelajaran yang sesungguhnya. Disamping itu dapat pula dengan cara menghubungkan bahan pengajaran dengan suatu berita sensational yang sudah diketahui kebanyakan siswa, misalnya akan membahas tentang gaya berat,maka hal itu dikaitkan dengan peristiwa mendaratnya manusia pertama di bulan.[8]


Peranan guru yang paling dalam upaya pengembangan minat belajar siswa, diantaranya: (1) guru melalui peranannya sebagai demonstrator senantiasa mengasai bahan dan materi yang diajarkan, mengemmbangkan dan meningkatkan ilmu yang dimiliki karena sangat menentukan minta belajar pada siswa;(2) metode yang digunakan dalam proses belajar mengajar sangat beragam; (3) media yang digunakan dalam pembelajaran sangat beragam; (4) dalam mengatasi siswa yang kesulitan belajar, guru memberikan tambahan waktu belajar diluar jam pelajaran, dengan tidak melupan komunikasi kepada orang tua siswa; (5) sebagai profesi yang mulia, guru dituntut mencintai profesinya supaya dapat melaksanakan tugasnya dengan penuh keikhlasan dan menyenangkan peserta didiknya.[9]

[1] Tim Pustaka Phoenix, op,cit,p.580

[2] M. Alisuf Sabri, 2005. Psikologi Pendidikan (Jakarta: Pedoman Ilmu Jaya), p.84

[3] Muhibbin Syah.2009. Psikologi belajar, (Jakarta: Raja Grafindo Persada),p.68

[4] H. C.Wihterington.1984.Psikologi Pendidikan. Terjemahan: M.Buchori (Jakarta :Aksara Baru),p.135

[5] Slameto. 1991. Belajar dan Faktor- faktor Yang Mempengaruhinya,(Salatiga:Rineka Cipta),p.182

[6] Aunurrahman . 2009. Belajar dan Pembelajaran (Bandung: Alfabeta),p.36

[7] Pentingnya minat belajar bagi peningkatan prestasi belajar siswa, p.1.2010

(http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2009/12/)

[8] Slameto .1991.Belajar dan Faktor- faktor Yang Mempengaruhinya,(Jakarta:Rineka Cipta),p.183

Diterbitkan di: 13 Oktober, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.