Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Pendidikan>Abad Pertengahan dan Sejarah Seni

Abad Pertengahan dan Sejarah Seni

oleh: chacaz    
ª
 
Abad Pertengahan

Abad Pertengahan adalah periode sejarah di Eropa sejak bersatunya kembali daerah bekas kekuasaan Kekaisaran Romawi Barat di bawah prakarsa raja Charlemagne pada abad 5 hingga munculnya monarkhi-monarkhi nasional, dimulainya penjelajahan samudra, kebangkitanhumanisme, serta Reformasi Protestan dengan dimulainya renaisans pada tahun 1517.

Sejarah Seni Medieval di Eropa dan Islam

Pada masa medieval (800 M – 1500 M), seni adalah sesuatu yang bisa menggambarkan kekuasaan Tuhan. Dalam agama Kristen di Barat, seni tampak pada patung-patung mengenai Yesus Kristus, hiasan pada biara, tabut yang selalu menemani peralatan suci, dan relik yang dipuja oleh masyarakat setempat.

Seni pada masa ini, masih memiliki identitas yang sama dengan seni yang terjadi pada masa pra sejarah. Tujuannya adalah untuk urusan kepercayaan. Pemujaan terhadap sesuatu yang diyakini benar diwakilkan dengan hal-hal yang bernuansa seni.

Ternyata, pada masa ini, sejarah seni tertulis berbeda. Dari sini, seni dan iman manusia merupakan perpaduan. Seni juga menggambarkan penghormatan kepada keluarga raja. Koin-koin emas dicetak dengan wajah penguasa, bendera dan emblem setiap keluarga feodal dibentuk dengan rumit dan indah. Kepercayaan dan kekuasaan disimbolkan melalui berbagai karya seni.

Beberapa ribu kilometer dari Roma, tepatnya di Baghdad dari periode medieval yang sama. Aliran seni baru tengah tumbuh. Islam yang ‘mengawasi’ seni agar tidak muncul kepada pemujaan yang berlebihan terhadap sisi objek, memberikan sumbangsih seni baru yang tak pernah ada sebelumnya, yakni iconografi dan kaligrafi.

Islam memiliki kekhawatiran yang lebih berkenaan dengan seni sebagai bentuk pemujaan terhadap kekuasaan seseorang. Tujuan lain pun dimiliki. Bahwa batasan antara seni dan kepercayaan harus lebih dipertegas. Tidak boleh bercampur, abstrak atau saling tindih.

Iconografi merupakan penggambaran estetik kepada dunia materi. Dunia materi disimulasi dalam beberapa tingkatan, ini menggambarkan seni Islam yang rumit. Adapun kaligrafi adalah mencoba beberapa kemungkinan seni terhadap huruf dan naskah dari kitab suci Alquran. Keindahan dari goresan-goresan huruf arab yang dirangkai dengan sempurna adalah seni yang dimaksudkan.

Kedua macam seni itu tidak akan bisa ditemukan tanpa memahami matematika, dan tentu saja ahli matematika Islam pada masa itu seolah tidak ada habisnya. Salah satu ahli matematika Islam Al-Khawarizmi. Di dunia barat, nama Al-Khawarizmi lebih dikenal dengan sebutan Algorisme atau Algoarisme.

Sejarah Seni Modern dan Kontemporer

Sejarah seni modern (1500 M-sekarang), dimulai dari masa Renaisance hingga sekarang. Seni selalu beranjak dari nilai estetika yang harus dibentur-benturkan dengan situasi dan belenggu etika atau iman. Munculnya liberalisme, dan diam-diam perlawanan terhadap kekuasaan gereja adalah bentuk dari seni modern pada masa itu.

Kaum seniman di Eropa lantas mencoba melakukan purisme terhadap seni. Seni untuk seni dan seni adalah seni. Tidak boleh dihalangi dalam ekspresi. Pada masa modern, seni berkecambah bagai jamur di musim hujan. Peruntukkannya dibebaskan dari segala estetika yang telah ada. Lukisan Piccaso yang sinis dan abstrak adalah puncak dari seni modern, yang tidak ingin didikte oleh estetika manusia.

Pada masa ini, seni terbebas dari apapun. Tidak lagi berdasarkan pemujaan terhadap sesuatu yang dipercayai, tidak juga berdasarkan pada pemujaan terhadap kekuasaan seseorang. Seni terlahir benar-benar sebagai seni yang baru.

Lalu kontemporerisme. Pemikiran bukan lagi rumus matematika, melainkan setengah naluriah dan setengah lagi semangat hidup. Hal ini yang melahirkan bohemianisme di New York pada awal abad 20, yang merupakan awal dari ekspresi retrofikasi. Dunia menjiplak adalah bagian dari semangat. Para ahli sosial ikut nimbrung dan menyebutnya sebagai seni posmodernisme.

Seni mulai “nakal”. Tidak lagi berdasarkan pada hitungan-hitungan pasti. Tapi lebih kepada kebutuhan manusia terhadap sesuatu, atau naluri itu tadi. Dari sini, seni sepertinya menemukan identitasnya yang sesungguhnya. Bahwa, memang benar sebuah seni harusnya seperti itu. Terbebas dari aturan-aturan baku, tetapi tidak meninggalkan identitas asli.

Deleuze dan Guatarri, memberikan pesan dan kesan untuk fenomena penjiplakan ini. Ujung-ujungnya adalah dunia pop. Andi Warhol pada 1970 dengan pewarnaan yang ‘pure’ dan ‘action’ memberikan suka cita seni untuk orang banyak. Sampai akhirnya menunggu para fatalis yang menyebut ‘seni telah mati’. Tentu saja seni telah mati, karena orientasi hidup orang banyak cenderung kepada kota besar.



Sejarah Seni – Perjalanan Panjang Dunia Seni

Perjalanan seni bukan perjalanan yang singkat. Terjadi dari zaman teknologi masih sekadar impian dan khayalan. Para tokoh seni terdahulu adalah orang-orang hebat. Merekalah tokoh-tokoh yang membawa seni hingga ke hadapan kita sekarang ini. Tanpa mereka, istilah seni mungkin sama sekali tidak pernah hadir di dunia ini. Kita tidak akan pernah tahu asyiknya melukis, memahat patung, menyanyi, dan berakting.

Dari cerita perjalanan tentang sejarah seni dapat didapat informasi tentang semua hal yang berkenaan dengan seni. Salah satunya adalah bahwa seni tertua yang ada di negeri ini adalah seni lukis. Seni menggambar objek dengan tujuan tertentu.

Benar saja, bahwa mengetahui informasi-informasi yang berkenaan dengan seni bukanlah hal yang sia-sia. Pengetahuan ini bisa menjadi modal bagi Anda untuk menjadi seorang seniman. Seorang seniman sejati, mestinya tahu akar budaya cerita dari tempatnya bernaung. Yaitu, seni.

Sejarah seni merupakan sejarah yang cukup panjang. Berbagai pemikiran serta perubahan terjadi di dunia itu. Sekarang, seni terlahir dalam varian yang cukup banyak. Bukan lagi hanya patung ataupun lukisan. Seni sudah melebar hingga dunia tarik suara dan acting. Sebuah ilmu tentang bagaimana caranya membawa kebahagiaan untuk orang-orang yang ada di sekitar.

Diterbitkan di: 27 September, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.