Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Pendidikan>Istilah-ISTILAH DASAR ILMU NAHWU

Istilah-ISTILAH DASAR ILMU NAHWU

oleh: berkah_ramadhan     Pengarang : None
ª
 
ISTILAH-ISTILAH DASAR ILMU NAHWU

v Fa’il adalah isim yang dibaca rafa’ yang terletak setelah fi’il ma’lum untuk menunjukkan pelaku dari suatu pekerjaan. Contoh: ضَرَبَ عَلِيٌّ الْكَلْبَ (Ali telah memukul anjing).

v Naibul Fa’il adalah isim dibaca rafa’ yang terletak setelah fi’il Majhul untuk menunjukkan orang yang dikenai pekerjaan. Contoh: ضُرِبَ الْكَلْبُ (Anjing itu telah dipukul) يُكْتَبُ الدَّرْسُ (Pelajaran sedang ditulis).

v Mubtada’ adalah isim yang dibaca rafa’ yang terdapat di awal kalimat

v Khobar adalah isim yang dibaca rafa’ yang dapat menyempurnakan makna mubtada’. Contoh: مُحَمَّدٌ طَبِيْبٌ (Muhammad adalah seorang dokter) الْأُسْتَاذُ مَرِيْضٌ (Ustadz itu sakit).

v Maf’ul Bih adalah isim yang dibaca nashab yang menjadi objek dari pelaku. Contoh: كَتَبَ الطَّالِبُ الدَّرْسَ (Mahasiswa itu telah menulis pelajaran) شَرِبَتْ مَرْيَمُ اللَّبَنَ (Maryam meminum susu).

v Idhafah adalah bentuk penyandaran suatu isim dengan isim yang lain. Contoh: كِتَابُ مُحَمَّدٍ (Bukunya Muhammad) خَاتَمُ ذَهَبٍ (Cincin emas).

v Maf’ul Fih (zhorof) adalah isim yang menunjukkan keterangan waktu atau tempat terjadinya suatu perbuatan Contoh: شَافَرْتُ لَيْلاً (Aku berjalan pada waktu malam) صُمْتُ يَوْمَ الإِثْنَيْنِ (Aku berpuasa pada hari senin).

v Hal adalah isim yang dibaca Nashab yang digunakan untuk menjelaskan keadaan sesuatu. Contoh: صَلَّى مُحَمَّدٌ قَاعِدًا (Muhammad shalat dalam keadaan duduk) ذَهَبَ مُحَمَّدٌ إِلَى الْمَسْجِدِ مَاشِيًا (Muhammad pergi ke masjid dengan berjalan).

v Tamyiz adalah isim nakiroh yang dibaca nashab yang disebutkan dalam suatu kalimat untuk memberi penjelasan sesuatu yang masih samar. Contoh: اِشْتَرَيْتُ عِشْرِيْنَ كِتَابًا (Aku membeli dua puluh kitab).

v Maf’ul Liajlih adalah isim yang digunakan untuk menjelaskan sebab terjadinya perbuatan. Contoh: صَلَّيْتُ إِيْمَانًا بِالله (Aku shalat karena iman kepada Allah) زُرْتُ عَلِيّا حُبّا لَهُ (Aku mengunjungi Ali karena cinta kepadanya).

v Maf’ul muthlaq adalah isim yang berasal dari lafazh fi’il yang berfungsi untuk penguat makna, penjelas bilangan atau penjelas sifat. Contoh: حَفِظْتُ الدَّرْسَ حِفْظًا (Aku telah menghafal pelajaran itu dengan sebenar-benarnya hafal) ضَرَبْتُهُ ضَرْبًا (Aku telah memukulnya dengan sebenar-benar memukul).

v Maf’ul Ma’ah adalah isim yang terletak setelah huruf (و) yang mempunyai arti “bersama” untuk menunjukkan kebersamaan. Contoh: سَارَ عَلِيٌّ وَالْجَبَلَ (Ali berjalan bersama dengan gunung) جَاءَ مُحَمَّدٌ وَغُرُوْبَ الشَّمْس (Muhammad datang bersamaan dengan terbenamnya matahari).

v Na’at adalah tabi’ yang menyifati isim sebelumnya. Na’at bisa disebut sifat. Contoh: جَاءَ إِمَامٌ عَادِلٌ (Seorang imam yang adil telah datang) تُصَلِّي مُسْلِمَةٌ صَالِحَةٌ (Seorang muslimah yang shalihah sedang shalat).

Diterbitkan di: 08 September, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.