Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Pendidikan>Metode UNTUK BELAJAR AKTIF

Metode UNTUK BELAJAR AKTIF

oleh: AdrianusBai    
ª
 

POLA ATAU METODE UNTUK BELAJAR AKTIF

Supaya siswa dapat terlibat dalam proses pembelajaran yang aktif, secara konkrit akan sangat dibantu pola atau metode yang digunakan.

Metode-metode itu hendaknya:

· Memungkinkan siswa aktif. Dia menjadi partisipan dalam proses PAK.

· Kalau siswa menjadi partisipa, maka diandaikan dalam proses PAK ada interaksi antar siswa dab antara siswa dengan guru.

· Interaksi yang terjadi hendaknya terarah, sehingga diandaikan ada suatu proses berkesinambungan.

· Interaksi yang berkesinambungan ini bertujuan untuk menginteprestasikan dan mengaplikasikan ajaran iman dalam hidup nyata sehingga siswa semakin beriman.

Pendekatan pola yang dipakai dapat dikatakan pendekatan atau pola interaksi (komunikasi) aktif untuk menginterprestasikan dan mengaplikasikan ajaran imannya dalam hidup nyata ( dalam Kurikulum PAK’84 disebut pendekatan atau pola “pergumulan”) Dapat pula disebut pola eksploratif atau inqury/ discovery method.

Pendekatan/pola ini hendaknya dijabarkan dalam pelbagai metode dimana siswa betul berpartisipasi aktif. Metode-metode itu antara lain:

Metode dialog-partisipastif

Metode ini mendorong siswa-siswi untuk kreatif, kritis, mandiri dan terampil berkomunikasi. Metode dialog partisipatif dapat dijabarkan/dikonkritkan dalam kegiatan-kegiatan seperti;

· Diskusi kelompok dan pleno

· Sharng pengalaman dan sharing pengalaman iman

· Wawancara

· Dramatisasi

· Dinamik kelompok

Metode Naratif (eksperiensial)

Metode ini dianggap unggul sebab;

· Bersifat merangsang imaginasi siswa.

· Menyapa siswa secara menyeluruh, baik segi kognitif maupun segi afektif.

· Bersifat menawarkan, membebaskan, tidak menjejali.

Adapun pelbagai bentuk narasi, antara lain:

· Cerita Rakyat. Ada banyak cerita rakyat mengandung makna filosofis, bahkan teologis.

· Cerita sufi. Cerita-cerita sufi sangat kaya makna.

· Cerita Kehidupan. Peristiwa menarik yang terjadi sehari-hari.

· Cerita kanonik.

Dalam proses perencanangan dan pelaksanaan pembelajaran hendaknya diikuti langkah-langkah strategis sesuai dengan prinsip didaktik, antara lain:

· Dari mudah ke sulit.

· Dari sederhana ke kompleks

· Dari konkrit ke abstrak

· Dari yang anthropologis ke teologis.


Diterbitkan di: 02 September, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.